Amerika Serikat dan China Memanas di Laut China Selatan

54

When things are heating up in the sea…

And finally, we are not talking about the global warming.
 
Nice. What is it about then?

The tension between the United States and China. Di Laut Cina Selatan.
 
Aduh apasi ga ngerti.
Tenang, we’ll break it down for you. Jadi guys, perairan Laut China Selatan ini emang merupakan wilayah yang diperebutkan sama banyaaak banget negara, di antaranya China, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia dan Indonesia. Jadi lautnya ini dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah, dan areanya terbentang dari perairan di selatan China, lanjut ke perairan Vietnam, Filipina, Malaysia, hingga ke Borneo di Indonesia. Nah kebayang kan areanya luas banget, and China be like.. “Mine! mine! All mine!”
 
Loh kok?
Ya bisa. Jadi dalam klaimnya, China bilang bahwa hampir seluruh area di LCS masuk ke wilayah kedaulatannya. Hal ini tentunya bikin negara-negara lain pada bete, salah satunya Filipina. Nah, beberapa waktu terakhir ini, Filipina makin bete sama China karena kapal militer milik negeri tirai bambu itu kerap patroli di wilayah perairan yang diklaim juga sama Filipin, namanya Julian Felipe Reef (sedangkan kalo ngikutin klaim China, namanya Whitsun Reef). Nah di area ini, kapal China yang berjumlah 200-an sering banget ngusir-ngusirin nelayan Filipina yang lagi mencari ikan, so Filipinos be like, “Dude, seriously stop…”
 
Did they stop, tho?
Yha enggak, which is why, Washington aka Amerika Serikat yang merupakan sekutunya Filipina langsung turun tangan. Dalam keterangan dari Menlu AS Antony Blinken weekend kemarin, AS bilang bahwa Cina harus menghentikan penyerangan dan intimidasinya terhadap kapal-kapal punya Filipina. Selain itu, Blinken juga ngingetin Cina supaya nurut sama hukum internasional dan nggak menunjukkan sikap-sikap yang provokatif.
 
Hukum internasional?
Yoi. Karena di tahun 2016, Pengadilan Arbitrase PBB udah menolak klaim sepihak China atas area LCS tersebut, dan memutuskan bahwa klaimnya nggak sah. However, Cina tetep mengklaim bahwa LCS merupakan wilayah kedaulatannya, sampe-sampe mereka membangun pangkalan militer di beberapa pulau buatan di sana.
 
Aduh prahara deee….
Ya gitu. Abis gimana ya, jadi emang LCS ini diperebutin banget karena banyak sumber daya laut di sana. Nggak cuma ikan, LCS juga diketahui kaya akan minyak dan gas bumi. Terus, perairannya juga strategis banget, di mana jumlah perdagangan yang lewat laut tersebut mencapai US$3 triliun.
 
Terus gimana?
Yha masih panas gengs. Apalagi kemarin, China baru aja juga mengeluarkan peringatannya kepada militer Amerika Serikat untuk nggak berlayar di wilayah kedaulatannya di deket Paracel Island, yang juga diklaim sama Taiwan dan Vietnam. Menurut keterangan dari China, ada kapal perang AS, namanya USS Benfold yang telah memasuki perairan tersebut tanpa ada acc dari mereka. Selain itu, mereka juga minta pihak AS supaya “udah deh, jangan provokasi terus deee….”
 
I see…
Nah menanggapi hal ini, USS Benfold dalam keterangannya bilang bahwa mereka berlayar di area yang sesuai dengan hukum kebebasan bernavigasi di perairan internasional. Menurut AS, hukum internasional, khususnya Konvensi Hukum Laut, telah menjelaskan bahwa semua kapal negara termasuk kapal perang berhak menikmati kebebasan melintas secara damai di laut territorial.
 
OK. Anything else?
Lebih jauh, Menlu Blinken kemudian bilang bahwa Amerika Serikat nggak melanggar apa-apa dan malah memberikan peringatan ke China untuk nggak mengintimidasi negara-negara Asia Tenggara. Doi juga ngingetin supaya Cina jangan nyerang-nyerang kapalnya Filipina, karena AS dan Filipina punya perjanjian pertahanan bareng gitu. Jadi yha hati-hati aja.