59 Kantor di Jakarta Langgar PPKM Darurat, REvil Hackers Nge-hack Sistem Komputer 17 Negara, UNICEF : Lebih Dari 2 Juta Anak di Yaman Tidak Sekolah, Layanan Telemedicine Gratis dari Pemerintah

42

Good morning,

It’s Wednesday, and we hope you are reading this at the comfort at your home, not from your office (unless you are essential workers). Because nope, no job is worth risking our lives. We’ll talk more about this below, so just scroll down…


Who’s not playing it by the rules?

Sebanyak 59 kantor/perusahaan di DKI Jakarta.
Yang walaupun udah dibilangin bahwa selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini semua kantor harus WFH 100 persen, namun kantor itu teteuuup aja nyuruh karyawannya masuk.
 
Realllly?  
Yep. Jadi sejak kebijakan PPKM di Jawa dan Bali diberlakukan per 3 Juli kemarin, pemerintah udah mengatur bahwa kantor-kantor ‘non-esensial’ harus menerapkan 100 persen work from home.  Meanwhile, untuk kantor-kantor yang tergolong esensial, mereka harus membatasi kapasitas kantornya menjadi 50 persen aja, dan selebihnya work from home. Tapi ternyata, di Jakarta masih ada beberapa kantor non-esensial yang tetap minta karyawannya WFO. Menurut Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, masih banyak kantor yang melanggar aturan PPKM Darurat karena masih banyak pelaku perjalanan ke Jakarta untuk urusan pekerjaan.
 
Beneran?
Iya. Jadi kamu tentunya udah tahu guys, bahwa sejak PPKM darurat ini berlaku, banyaaak banget kemacetan parah yang terjadi di beberapa jalan di Jakarta. Adapun beberapa di antaranya ada di Salemba, di Kramat Raya, di Jatinegara, hingga di Ciputat, Tangerang Selatan. Hal ini tentunya bikin jalanan chaos dan polisi kewalahan membendung para pelaku perjalanan. Alasan mereka tetep keluar rumah? Kerja-kerja-kerja.
 
AMPUN DEH.
Makanya. Terkait hal ini, pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) DKI Jakarta pada Hari Senin kemarin kemudian melakukan sidak ke 74 perusahaan di Jakarta. Hasilnya, as you read earlier, dinas berhasil menutup 59 kantor. Menurut Kepala Disnakertrans, Andri Yansah, perusahaan-perusahaan yang ditutup bukan cuma karena melanggar ketentuan protokol kesehatan, tapi juga karena ada pegawai kantor yang ternyata positif corona.
 
I see, di mana aja? 
Di mana-mana guys, yang pasti sih yang paling banyak ditutup adalah di daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, terus Jaksel, Jakut, dan Jaktim (Semua cui). Terus, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Perdagangan, Benny Soetrisno juga mengaku bahwa memang masih ada kantor yang menerapkan kerja dari kantor. Tapi, Pak Benny juga nggak mau menyebutkan perusahaan apa aja nih yang masih buka.
 
Hmm…terus gimana? 
Benny mengatakan bahwa pihak Apindo sudah memberi imbauan ke anggotanya supaya bisa mengurangi jumlah pegawai yang ngantor, seenggaknya menjadi 50 persen. However, Benny juga belum tahu gimana respon anggota-anggotanya dan nggak tahu juga kenapa mereka tetap ngantor.  Terus, Benny menjelaskan kalau Apindo nggak bisa memberikan sanksi apa-apa terhadap anggotanya yang masih meminta karyawannya ngantor.
 
OK. Anything else? 
Well, melalui akun Instagramnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kemarin melakukan sidak juga meluapkan kemarahannya sama perusahaan-perusahaan yang ‘bandel’ dan masih nyuruh karyawannya WHO. Dalam video Instastory-nya, Pak Anies terlihat melakukan sidak ke kantor PT Ray White dan PT Equity Life di Sahid Sudirman Centre. Dalam kesempatan itu, tampak Pak Anies memarahi pihak HRD, in his words: “Ini bukan soal untung rugi, ini soal nyawa.  Kita mau nyelamatin nyawa orang, dan orang-orang seperti ibu ini yang egois. Ini pekerja-pekerja ikut aja.”
 
We got the full story here.

When the BIGGEST cyber attack in history is happening…

It’s happening. What a time to live, rite?

Whoaa..what happened? 
Jadi Jumat kemarin, ada kelompok hackers, namanya REvil Hackers yang baru aja melakukan ‘ransomware attack’ aka nge-hack sistem komputer yang mempengaruhi sistem software di 17 negara!
 
KOK BISA?
Jadi para hackers ini menyerang perusahaan informasi teknologi asal Miami, Amerika Serikat bernama Kaseya. Nah, servisnya Kaseya ini menyediakan software tools buat para kliennya di berbagai negara. Dengan nge-hack ke Kaseya, maka para hackers itu dapet akses, guys ke data dan software milik klien-kliennya Kaseya. Nah, ini nih yang bikin prahara.
 
Ya ampun. Praharanya kayak gimana?
Misalnya, salah satu klien Kaseya adalah supermarket terbesar di Swedia, namanya Coop. Coop ini sampe harus menutup seluruh tokonya yang berjumlah 800 minggu lalu karena sistem pembayarannya di-hack. Jadi para pembeli gabisa checkout gitu lo guys. Selain Coop, 11 sekolah di New Zealand juga ke-hack datanya, dan ada beberapa perusahaan IT dari Belanda yang juga terpengaruh. Totalnya, ada sekitar 200 perusahaan yang terdampak dengan serangan ini.
 
Geeez…
Yep. Terus juga nih, para hackers sengaja melancarkan serangan pas lagi Hari Kemerdekaannya Amerika Serikat (4th of July) di mana para pegawai pada libur. Terkait serangan ini, CEO Kaseya, Fred Voccola bilang mengatakan bahwa kemungkinan jumlah korbannya mencapai 800 – 1500 bisnis, termasuk kantor-kantor kecil kayak klinik dokter gigi dan perpustakaan. Namun banyak ahli yang memprediksi jumlahnya lebih banyak, mengingat masing-masing klien itu tentunya punya database user-nya sendiri yang udah bocor.
 
Terus gimana?
Well, saat ini CIA, FBI, sampe The White House udah ikut turun tangan untuk menyelidiki kejadian ini. Terus juga para ahli IT, baik dari entitas swasta maupun negara tengah berupaya meminimalisir akibat dari serangan ini, dan mereka juga aktif menginfokan ke komunitasnya supaya berhati-hati atas serangan cyber tersebut.
 
Tapi emang maksud dan tujuan mereka nge-hack apa sih?
Mo duit gengs. Jadi dalam komunikasinya, REvil Hackers meminta imbalan US$70 juta dalam bentuk bitcoin, kalo emang Kaseya pengen mengembalikan sistem-sistem seperti semula. Selain itu, REvil juga masih nego-nego sama korbannya yang individu untuk ngasih $200.000, walaupun kalo mau unlock semua yha $70 juta lha…
 
OK. Anything else? 
Nah guys, jadi kalo dari hasil penyelidikan pihak AS, diduga bahwa REvil Hackers ini adalah kumpulan hackers yang berada di Rusia atau di negara-negara pecahan Rusia. Hal ini tentunya membuat tegang kembali hubungan antara Presiden AS Joe Biden dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang baru ketemuan bulan lalu. Secara pas bulan lalu itu, Biden udah minta Putin untuk jangan melindungi hackers-hackers yang membahayakan keamanan nasionalnya AS, eh taunya malah ada kejadian begini. Hiks.

Who’s ringing the alarm?

The United Nations Children’s Fund aka UNICEF. 
 
On what? 
Children’s education in Yemen. Menurut UNICEF, lebih dari dua juta anak di Yaman nggak sekolah akibat perang.
 
No…. kok bisa?
Bisa, karena Yaman lagi berada dalam kondisi perang sipil sejak tahun 2014 gengs. Perangnya terjadi ketika ada kelompok bersenjata (Houthi) yang berupaya mengambil alih kekuasaan dari pemerintah hingga berhasil menguasai ibu kota Yaman, Sana’a. Nah, perang tersebut diperparah dengan munculnya campur tangan dari pihak luar, misalnya Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab yang mendukung kelompok pemerintah, dan Iran yang secara nggak langsung mendukung kelompok Houthi. Jadinya proxy war aja ni.
 
Go on…
Nah, balik lagi ke laporan UNICEF, disebutkan bahwa kondisi perang yang berkepanjangan ini bikin jumlah anak-anak yang butuh pendidikan meningkat.  Berdasarkan data, sebelum perang, ada 1,1 juta anak yang butuh pendidikan.  Nah, setelah perang, jumlahnya naik menjadi 8,1 juta anak gengs.
 
That’s a lot… 
Iya.  Terus, berdasarkan laporan tersebut juga, setidaknya ada 231 penyerangan terhadap sekolah-sekolah di Yaman. Selain itu, lebih dari 170.000 guru di Yaman belum dibayar secara regular selama empat tahun terakhir.  Hal ini dapat mendorong para guru untuk resign, which is not good. 
 
Why not? 
‘Cause kalau guru-guru pada resign, ada tambahan sekitar empat juta anak yang berisiko nggak mendapatkan pendidikan karena kekurangan guru. Nah, anak-anak yang nggak sekolah ini biasanya dipaksa untuk nikah muda, terpaksa jadi buruh anak, atau direkrut untuk ikut berperang.  FYI, lebih dari 3.600 anak udah ikut berperang sejak tahun 2014 lalu.
 
:’( anything else? 
Menurut perwakilan UNICEF di Yaman Philippe Duamelle, pendidikan di Yaman mempunyai tantangan yang besar. Perang bikin seengaknya 11,3 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan dalam berbagai bentuk, dan jutaan anak putus sekolah. Hal ini tentunya berdampak sangat buruk terhadap masa depan anak-anak tersebut. Karenanya, Duamelle mengajak seluruh stakeholders untuk bekerja sama membangun perdamaian, dan ia juga mengajak lembaga donor internasional untuk mendukung program pendidikan di Yaman yang berjangka panjang.

When you’ve been hearing about free covid meds…

Here’s all you need to know.
Yep guys, jadi kemarin, pemerintah melalui Koordinator PPKM Darurat, Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan baru aja menyampaikan bahwa kita sekarang punya layanan telemedicine gratis, di mana kalo kamu lagi isolasi mandiri, maka kamu bisa konsultasi sampe dapet obat-obatan gratis melalui layanan ini. Adapun program telemedicine ini baru diujicoba di Jakarta, dan bertujuan untuk mengurangi jumlah pasien yang masuk rumah sakit. Jadi dengan adanya layanan ini, kamu cukup konsultasi soal gejala yang kamu alami via hp aja.  Selain itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan bahwa program ini diharapkan dapat meminimalisir penularan covid-19 karena pasien nggak perlu ke rumah sakit untuk konsultasi ke dokter.
 
Nah, ciri-ciri pasien dengan gejala ringan adalah pasien yang nggak sesak napas, saturasi oksigen di atas 95%, dan nggak punya penyakit bawaan atau komorbid berbahaya. So, kalau kamu lagi melakukan isolasi mandiri, atau ada temanmu yang lagi isoman, check daftar 11 aplikasi ini yang bisa memberikan layanan dan obat gratis buat kamu!

“Jangan sampai negara kita disebut ‘failed nation”
 
Gitu guys kata politisi Partai Demokrat yang juga anaknya pak SBY, Ibas Yudhoyono pas ngomentarin terkait peningkatan kasus covid-19 di Indonesia kemarin. Menurut Mas Ibas, kini makin banyak warga yang terinfeksi Covid-19, dan ini menunjukkan bahwa pandemi makin ganas.
 
Yeppp, cukup relation-ship aja yang failed, negara jangan…

Announcement


Thanks to No Name for treating us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Catch Me Up! recommendations

Breakfast is the most important meal of the day. So, avoid these habits for a healthier waistline. 

Angel’s Stories

1. Hari ini tiba-tiba dapat dua kabar yg bikin terkejut. Satu kabar baik dan satu lagi kabar buruk. Pertama, dapat kabar buruk kalau om tadi pagi meninggal karena covid. Sedih banget karena aku dekat sama omku dari kecil. Kedua, tentang kabar baik jadi aku baru aja dapat kabar baik tentang sesuatu yang dari lama banget udah aku nanti-nanti. Bisa dibilang ini mimpiku. Spechless, sampai nangis sangking bahagianya. Cuma bia mengucap syukur karena doa-doa yang selama ini dipanjatkan seperti dijawab satu per satu. Thank God! And for those who are struggling, semangat ya. Ingat kalau kita percaya sama mimpi-mimpi kita, Tuhan pasti akan kasih jalan untuk kita bisa meraihnya. Good luck for all of you guys.
-Sam-
 
2. Kita semua tau situasi sekarang membatasi gerak sosialisasi kita. Hari-hari lebih sering dihabiskan sendiri, frekuensi ketemu temen-temen berkurang drastis, terlebih kabar teman positif dimana-mana. Tentu hal ini memicu rasa kesepian semakin menjadi-jadi, ya? Aku pribadi, seiring berjalannya waktu jadi makin kesepian. Mana jomblo pula *cry*. Nah, salah satu cara mengurangi sepi kan main sosmed yak. Entah kaya ngestory status Whatsapp atau nge-Tweet random thoughts. Setiap balasan dari teman atas update-an sosmed tuh ngaruh ke mood tau gaiss! Jadi merasa punya kawan untuk berinteraksi lagii. Makasih ya para komentator sosmedku. Tetap saling berinteraksi walau hanya via virtual. Kita gapernah tau seberapa berharganya kehadiran kita ke orang lain walau itu sebatas kehadiran virtual. Seperti dalam kisahku, kehadiran teman online tuh berpengaruh membasmi rasa sepiku. Cukup jarak offline saja yang jauh, jarak online jangan ikutan menjauh hehe.
-Anonymous-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!