3 Pesepakbola Inggris Mengalami Serangan Rasisme

57

Who’s getting a red card?

RACISM.
Iyaaa males banget deh. Jadi pasca kalah di laga final Euro 2020, tiga orang pesepakbola Inggris mengalami serangan rasisme dan para fans timnasnya. Selain dikatain hal-hal rasis, ketiganya juga digadang-gadang penyebab kekalahan The Three Lions. 
 
I need some background. 
Ok, in case you’re not a soccer/football fan, Jadi Senin dini hari itu ada final turnamen sepak bola Euro 2020 yang digelar di Stadion Wembley, London, Inggris. Nah, adapun tim yang berlaga di partai final adalah Inggris dan Italia, dan setelah melawati perpanjangan waktu, akhirnya keduanya harus ada penalti untuk menentukan pemenang. Adapun hasil akhirnya, Italia menang dengan skor 3 – 2.
 
Terus…
Nah terus, Inggris kan ngegolin dua gol, di mana keduanya dibuat oleh pemain berkulit putih, Harry Kane dan Harry Maguire. Sedangkan tiga tendangan yang gagal adalah dari Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka, di mana ketiganya adalah pemain berkulit hitam. Berangkat dari kejadian inilah, ketiga pemain tadi jadi diserang oleh ratusan komentar rasis di sosial media.
 
Oh no…
Iya guys, terkait aksi rasisme ini, Twitter sampe harus nge-remove 1.000 posts, dan beberapa akun juga dihentikan secara permanen. Facebook juga menghapus komentar-komentar rasis tersebut. Dalam keterangan resminya, Facebook bilang bahwa mereka gercep banget dalam menghapus postingan-postingan rasis terhadap para pesepakbola kulit hitam tadi. Terus mereka juga meminta para pemain untuk menggunakan fitur “hidden words” yang bikin kamu jadi nggak perlu ngeliat komen-komen yang jahat dan abusive.
 
Tapi emang aksi rasisme itu ngeselin banget sih.
Yoi. Makanya aksi ini juga menerima banyak banget kecaman, salah satu di antaranya adalah dari otoritas sepak bola Inggris, the Football Association (FA). Dalam keterangan resminya, mereka meminta pemerintah Inggris untuk mempidanakan online harassment dan mendesak perusahaan sosmed untuk bertindak lebih dalam menghapus akun-akun yang abusive.  Mereka juga sangat mengutuk tindakan diskriminasi, utamanya online racism yang ditujukan terhadap pesepakbola asal Inggris.
 
Agree.
Yep. Selain FA, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dan Pangeran William yang juga turut mengecam aksi rasis tersebut. Lewat akun Twitter-nya, Pangeran William bilang bahwa doi kesel banget sama kasus-karus rasis begini, dan siapapun yang ikut-ikutan harus bertanggungjawab. Meanwhile, Boris Johnson bilang bahwa para pemain tadi tuh harusnya dianggap pahlawan, bukannya justru menerima aksi rasisme.
 
Sad 🙁 Any comments from the players?
Belum gengs. Sejak kasus rasisme ini mencuat, so far belum ada satupun pemain yang angkat bicara. Meski begitu, Pelatih Timnas Inggris Gareth Southgate udah bilang bahwa aksi rasisnya itu nggak bisa dimaafkan, dan itu bukan mereka banget.
 
Ok, anything else? 
FYI, rasisme ini sebenarnya bukan hal yang baru di dunia sepak bola. Dalam sejarahnya, Inggris baru menyebutkan nama anggota tim mereka yang berkulit hitam per tahun 1978 (sebelumnya nggak disebutin).  Terus, para fans sering melempar kulit pisang ke para pemain berkulit hitam sambil melakukan yel-yel tentang monyet. Meanwhile, PBB baru aja menganjurkan seluruh negara anggota PBB (termasuk Inggris) untuk menghentikan systemic racism yang terjadi secara global.