Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong Meninggal Dunia Dalam Penerbangan Lion Air dari Bali ke Manado

28

When you’ve been hearing about Sangihe… 

Here’s your update, from A to Z. 
 
Yes, please. 
Ok. Jadi Rabu minggu lalu, Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong baru aja meninggal dunia dalam penerbangan Lion Air dari Bali ke Manado (melalui Makassar). Hal ini tentunya mengagetkan masyarakat, secara Pak Wabup dikenal sebagai tokoh yang menolak izin operasi pertambangan emas di Sangihe.
 
Background please. 
You got it. First of all, Kepulauan Sangihe ini terletak di Sulawesi Utara dengan luas 73.698 hektar. Nah, sejak April tahun 1997, PT Tambang Mas Sangihe (PT TMS) udah mendapatkan izin melalui Kontrak Karya (KK) untuk melakukan pertambangan emas di lokasi tersebut. Sepanjang prosesnya, terjadi berbagai negosiasi terkait luas lahan yang boleh dieksplor dll, namun intinya izinnya emang udah keluar. Terus rekomendasi dari bupati setempat juga udah didapatkan di tahun 2019.
 
Terus…
Nah, udah dapet rekomendasi dari bupati, Kementerian ESDM juga kemudian mengeluarkan surat persetujuan tekno-ekonomi atas dokumen studi kelayakan lewat Ditjen Minerba. Yha dah dapet approval ESDM, selanjutnya Gubernur Sulawesi Utara juga menerbitkan persetujuan keputusan kelayakan lingkungan pada September 2020. Jadi deh, PT TMS udah pass-pass-pass aka bisa melakukan kegiatan produksi tambangnya di mulai Januari 2021 lalu.
 
I see…
Nah, namun ternyata guys, ada satu rekomendasi yang belum didapatkan oleh PT TMS, yakni dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Jadi emang menurut aturan undang-undang tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, mestinya PT TMS juga meminta rekomendasi dari KKP, secara kan Kepulauan Singahe adalah kawasan pulau-pulau kecil.  Menurut UU tersebut, semua pemanfaatan pulau-pulau untuk penanaman modal asing harus mendapatkan izin dari KKP.  Nah, KKP sendiri belum memberikan surat rekomendasi atau izin.  Menurut Jubir KKP, Wahyu Muryadi, kalau KKP udah memberikan rekomendasi, baru deh ESDM boleh mengeluarkan izin.  Beliau menambahkan bahwa jika masyarakat nggak setuju, Pak Wahyu menyarankan agar warga meminta audiensi dengan Kementerian ESDM dan KLHK.
 
OMG…terus gimana? 
Yha itu tadi kan kita bahas dari aturannya. Di lapangan sendiri, warga mayoritas menolak tambang tersebut karena ancaman kerusakan lingkungan yang timbul kalo proyeknya lanjut. Dengan area tambang yang hampir setengahnya dari luas pulau, maka diprediksi, kalo areanya digali, maka pulaunya berpotensi tenggelam. Sangihe juga terkenal dengan 9 ekor burung endemiknya yang terancam punah kalau hutan tempat mereka tinggal berubah fungsi. Selain itu, kelompok masyarakat juga menolak tambang tersebut karena tidak dilibatkan dalam proses perizinan.
 
🙁
Yep. Nah terus pada 28 April kemarin, Wabup Sangihe, Helmud Hontong meminta Kementerian ESDM untuk membatalkan izin ke PT TMS tersebut. Beliau juga meminta agar wilayah pertambangannya dijadikan wilayah pertambangan rakyat aja, bukan untuk si perusahaan. Unfortunately, he passed away last Wednesday.  Hal ini yang menimbulkan kecurigaan netizen, kok bisa tiba-tiba meninggal di udara? Sounds familiar…
 
Iya, meninggalnya kenapa?
Menurut keterangannya polisi sih karena sakit jantung guys. Polda Sulsel juga bilang, nggak ada tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada jenazahnya. Selanjutnya juga keterangan dari Lion Air selaku maskapai yang digunakan almarhum, menyebutkan bahwa pihak maskapai udah melakukan prosedur perawatan dan penyelamatan di penerbangan JT-740 sesuai SOP. Mereka juga menegaskan bahwa mereka nggak menyediakan makanan dan minuman ke penumpang karena semuanya penerbangan kelas ekonomi. Selain itu, pihak keluarga juga menolak jenazahnya untuk diautopsi.
 
I see, what now? 
Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) meminta agar kepolisian mengusut tuntas kematian Helmud.  Selain itu, DPR RI juga mengatakan bahwa perlu ada tindak lanjut untuk menyelidiki agar tidak muncul berbagai spekulasi. Selanjutnya, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Nana Sudjana mengatakan bahwa mereka akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab kematian Wabup Helmud.
 
Ok, anything else? 
FYI, terkait perkembangannya saat ini, Sabtu kemarin, Dirjen Minerba KemenESDM Ridwan Djamaluddin bilang bahwa pihaknya bakal mengevaluasi izin tambang emas PT Tambang Mas Sangihe sebagai tindak lanjut atas adanya penolakan masyarakat. FYI guys, PT TMS adalah perusahaan milik Sangihe Gold Corporation asal Kanada, yang memiliki saham sebanyak 70 persen.  Sedangkan sisanya adalah milik perusahaan asal Indonesia: PT Sangihe Prima Mineral (9 persen) dan  PT Sangihe Pratama Mineral (21 persen).  Sementara itu, jenazah Wabup Helmud tiba di Kepulauan Sangihe pada Jumat kemarin dan disambut oleh warganya di Pelabuhan Nusantara Tahuna.  Beliau akan dimakamkan tudei.