Sinovac, Vaksin Covid-19 Buatan Perusahaan Farmasi dari China, Disetujui WHO

44

Who’s just giving you a good news?

The World Health Organization (WHO). 
 
What is it?
Jadi Selasa kemarin, WHO baru aja bilang “approved!” ke vaksin covid-19 buatan perusahaan farmasi dari China, Sinovac, untuk penggunaan darurat.
 
Reallllly?
Yep. Jadi vaksin ini adalah vaksin kedua produksi China yang dikasih izin penggunaan darurat sama WHO. Adapun vaksin pertama adalah vaksin dari Sinopharm. Dalam keterangannya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bilang bahwa CoronaVac terbukti aman, efektif, dan kualitasnya terjamin.
 
Nice….
Yep, nice. Dengan adanya approval ini, maka Sinovac udah bisa jadi salah satu vaksin yang turut dibagikan melalui program COVAX dari WHO. In case you forgot, COVAX adalah program untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 secara adil di tingkat global.
 
Eh?
Yha kan kayak yang kita tahu, saat ini distribusi vaksin beda-beda banget di tiap negara, tergantung kaya atau enggaknya negara tersebut. Untuk negara kayak Amerika Serikat, mereka udah memvaksinasi hampir setengah dari populasinya, dan udah otw menuju normal. Gitu juga di Eropa. Hal ini tentunya nggak lepas dari ketersediaan vaksin, di mana negara-negara maju punya akses terhadap vaksin yang lebih luas. Nah supaya tercipta keseimbangan pasokan vaksin di seluruh dunia, akhirnya WHO menciptakan program COVAX, yang menyediakan vaksin untuk negara-negara miskin dan berkembang, dengan akses vaksin yang terbatas.
 
I see…
Nah saat ini, vaksin yang udah masuk list-nya COVAX adalah dari AstraZeneca dan Pfizer/NanoNTech. FYI guys, walaupun niatnya emang mulia banget, namun program ini sebenernya emang lagi kekurangan supply vaksin karena beberapa hal. Di antaranya adalah India yang menghentikan dulu ekspor vaksinnya karena di dalam negeri juga lagi krisis, dan negara-negara Barat yang memilih untuk menimbun vaksin yang mereka punya. Harusnya per bulan Mei COVAX udah mengirimkan 170 juta dosis vaksin ke seluruh dunia, namun sampe 17 Mei lalu, program tersebut baru bisa mengirimkan 71 juta dosis ke 125 negara dan wilayah.
 
Sad 🙁
Iya makanya, jadi diharapkan dengan approval buat Sinovac ini, upaya distribusi vaksin oleh COVAX bisa lebih cepat. Terus juga, vaksin Sinovac ini nggak perlu disimpan di suhu dingin sehingga bikin distribusi vaksinnya lebih mudah. Khususnya di tempat-tempat yang fasilitasnya terbatas.
 
Now let’s talk about the vaccine.
OK. Jadi menurut clinical trial-nya WHO, tingkat kemanjuran (efficacy rate) dari Sinovac ini adalah 51%, dan bisa mencegah kasus Covid-19 parah yang harus masuk rumah sakit hingga 100%. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk digunakan pada orang berusia paling muda 18 tahun, dan gaada batas paling tuanya. Artinya, vaksinnya aman bagi orang tua.
 
Go on…
Meskipun tingkat kemanjuran vaksin Sinovac lebih rendah dibanding vaksin-vaksin lain, tapi vaksin ini udah memenuhi syarat minimum dari WHO, which is tingkat kemanjuran yang lebih dari 50%. FYI, saat ini Sinovac udah dipakai di beberapa negara, termasuk China, Filipina, Indonesia, Turki, Chili, Mexico dan Brazil.  Selain itu, Pemerintah China mempunyai rencana untuk menyediakan 10 juta dosis vaksin untuk program COVAX.
 
I see, anything else?
Yes.  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan bahwa dia ikutan ‘happy’ bahwa dua vaksin yang digunakan di Indonesia selama ini udah dapat izin dari WHO.  Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa vaksin Sinovac dan Sinopharm bukan vaksin yang abal-abal, tapi juga mempunyai kualitas yang terjamin.  Ia berharap dengan adanya izin WHO, warga Indonesia nggak dilarang masuk ke negara-negara lain.
 
Amin ya pak…