Presiden Jokowi Meminta Pak Anies Untuk Memastikan Terbentuknya Herd Immunity dari Covid-19 di Ibu Kota pada Bulan Agustus ini, Senin Kemarin Pemimpin demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi Menghadiri Sidang Pertamanya, Badan Pusat Statistik: Tahun ini, Masyarakat Makin Anti Terhadap Korupsi, Anak yang Makan Ultra-Processed Food Beresiko Tinggi Obesitas Ketika Mereka Dewasa

65


Good morning!

Wakey wakey! On Wednesdays, we listen to podcast. Aaaand, yep, a little change up there. You can click it up for some good deal. Now, while the vaccination is rolling out, we also learned that the Covid-19 cases are increasing, so… stay at home if you can. Mask up, guard up, don’t stay out. We got this.


When your boss is giving you a deadline…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan can relate. 

 
What target?
Target dari Pak Presiden Jokowi, yang meminta Pak Anies untuk memastikan terbentuknya herd immunity dari Covid-19 di ibu kota by Bulan Agustus ini.
 
What’s herd immunity? 
Jadi gengs, herd immunity adalah kondisi di mana rata-rata orang yang berada di satu kelompok/lokasi udah punya kekebalan terhadap penyakit tertentu, sehingga akan semakin sulit bagi virus tersebut untuk menyebar.  Nah, cara untuk mencapai kekebalan kelompok ini adalah melalui proses vaksinasi karena kan vaksin mencegah seseorang tertular penyakit, jadi ketika semakin banyak yang divaksin, maka akan semakin kebal kelompok tersebut.
 
I see, go on… 
Nah, balik lagi ke Pak Jokowi dan Pak Anies, jadi dalam channel YouTube Sekretariat Negara yang tayang Senin lalu, nampak bahwa Pak Jokowi meminta Pak Anies untuk meningkatkan proses vaksinasi di Jakarta menjadi 100 ribu orang per hari, starting next week. Dalam kesempatan yang juga dihadiri sama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) itu, Pak Jokowi juga meminta Pak BGS supaya meningkatkan kapasitas vaksinasi di ibu kota, termasuk menyiapkan manajemen dan stok vaksin. Menurutnya, Insya Allah sih, target herd immunity per Agustus itu bisa bisa tercapai.
 
Emang mungkin ya?
Mungkin aja sih, kata Pak Anies. Karena Pak Anies sendiri juga udah bilang bahwa pihak Pemprov mampu memvaksinasi sampe 100 ribu suntikan per hari. Dengan angka itu, maka itungannya sih, bakal ada 7,5 juta warga Jakarta yang mendapatkan vaksin hingga akhir Agustus. Jadi masuk lah, ke deadlinenya dari Pak Jokowi.
 
Tapi emang sekarang progressnya gimana?
Well, so far udah ada 2,8 juta orang yang divaksin di Jakarta, dan diharapkan pada akhir bulan ini untuk bertambah menjadi 3 juta orang. In details, proses vaksinasi di Jakarta udah mencapai 72 persen khusus untuk kelompok lansia. Pak Anies bilang, hal ini membantu mengurangi angka kematian covid-19, karena meskipun gelombang penularannya naik, namun angka kematiannya menurun. Hal ini karena para lansia udah ada yang divaksin, jadi gejalanya nggak parah.
 
Kalo secara nasional gimana?
Secara nasional, udah ada 20.158.937 orang yang mendapatkan vaksin per Minggu kemarin. Dari total tersebut, ada 11.568.457 orang yang udah mendapatkan vaksin dua kali. Meanwhile, Indonesia menargetkan agar ada 181,5 juta orang di Indonesia yang sudah divaksin. This means, target vaksinasi pemerintah secara nasional baru menyentuh 11,5 persen (dosis pertama) dan 6,4 persen (dosis kedua).  FYI guys, untuk mencapai herd immunity, setidaknya harus ada 60 – 70 persen penduduk yang divaksin.
 
I see, anything else? 
Menurut Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Herawan Saputra, konsep herd immunity harusnya mencakup seluruh penduduk Indonesia, bukan hanya DKI aja.  Menurutnya, target tersebut ‘mustahil’ karena setiap vaksin mempunyai jeda penyuntikan. Selain itu, banyak penduduk DKI yang tinggalnya di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi jadi sulit dikontrol.  Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman juga mengatakan bahwa target tersebut jelas banget nggak mungkin tercapai.  Menurutnya, Israel dan Amerika Serikat yang vaksinasinya udah banyak aja belum mencapai herd immunity, apalagi Indonesia.

Who’s fiiiiinally showing up in public?

Pemimpin demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Really?
Yep. Jadi Senin kemarin, beliau menghadiri persidangan pertamanya di Pengadilan Naypyitaw.

Wait, what happened?
Gini, jadi pada Februari kemarin, junta militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan demokrasi yang dimpin Suu Kyi. Suu Kyi dan beberapa pejabat lain yang waktu itu lagi memimpin rapat parlemen kemudian jadi tahanan, dan kelompok militer mengambil alih kekuasaan sebagai pemimpin. Sejak saat itu sampe sekarang, Myanmar tengah dilanda gelombang protes besar-besaran yang disambut oleh kekerasan aparat. Aksi yang dilakukan di hampir seluruh kota di Myanmar ini kemudian menyebabkan hampir seribuan korban tewas, dan juga 4.880 orang yang ditahan oleh pihak militer.

🙁
Nah, balik lagi ke persidangannya, ternyata ada tiga perkara yang disidangkan di pengadilan waktu itu. Pertama, dugaan pelanggaran pembatasan terkait pandemi covid-19 ketika sedang melakukan kampanye sebelum pemililhan presiden (which took place in November last year). Kedua, dakwaan mengimpor walkie-talkie (radio panggil) secara illegal, dan ketiga, pelanggaran UU Rahasia Negara dan antikorupsi.
 
Terus? 
Well, proses persidangan tersebut berlangsung selama lima jam, dan agendanya adalah  mendengar kesaksian dari para saksi, yaitu dua orang perwira polisi yang mengusut kasus tersebut. Pada kesempatan sidangnya, tuduhan yang dibahas adalah terkait kepemilikan walkie-talkie dan pelanggaran terhadap aturan covid-19. Sedangkan tuduhan yang lebih serius, yakni pelanggaran UU Rahasia Negara dan antikorupsi masih belum dijadwalkan kapan nih, bakal dibahas.
 
Now tell me more about the trial…
Dalam persidangan tersebut, pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw bilang bahwa kliennya itu keliatan nggak sehat, namun tetap mengikuti persidangan dengan baik dan penuh perhatian. Selain itu, Khin juga bilang bahwa berbagai tuduhan yang dijatuhkan pada kliennya adalah absurd, dan fix sih, ada motif politiknya…
 
Got it…
Terus guys, sidangnya sendiri tertutup untuk publik dan dijaga dengan ketat. Selain itu kalau terbukti, maka Suu Kyi bisa dipenjara selama lebih dari 10 tahun atas berbagai tuntutan yang ada. FYI, beliau sebelumnya juga udah pernah jadi tahanan rumah selama 15 tahun dan baru bebas pada tahun 2010.
 
Ok, anything else? 
FYI, Suu Kyi sendiri dijatuhi total tujuh tuduhan dari mulai korupsi, walkie talkie, sampe membocorkan rahasia negara. Para pengamat bilang, bahwa emang kelompok militer pengen memenjarakan Suu Kyi selama mungkin, demi menghilangkan dukungan warga terhadapnya. However, tuntutan para pemrotes yang minta Suu Kyi segera dibebaskan menunjukkan bahwa popularitas beliau masih tinggi.

Who’s saying ‘Katakan tidak pada korupsi!’?

Itu iklan partai nggak si.
Bukan guys, tapi warga negara Indonesia.
 
Gimana maksudnya?
Gini. Jadi kemarin, BPS aka Badan Pusat Statistik menemukan bahwa di tahun ini, masyarakat makin anti terhadap korupsi. Hal ini diketahui dari peningkatan nilai Indeks Perilaku Anti-Korupsi (IPAK) Indonesia di tahun 2021 ini, yaitu 3,88.
 
Apatu IPAK?
Jadi, IPAK adalah tolak ukur untuk menilai sikap masyarakat terhadap korupsi, dan punya skala antara angka 0 sampai 5. Semakin ke arah 0 berarti masyarakat masih ‘ok’ aka permisif sama korupsi.  Sebaliknya, kalau angkanya mendekati 5, berarti masyarakat udah nggak mentolerir tindakan korupsi lagi. Menurut Kepala BPS, Suhariyanto, IPAK disusun dari dua dimensi, which are dimensi persepsi (penilaian/pendapat) dan dimensi pengalaman (pengalaman antikorupsi).
 
Ok, and? 
Ternyata IPAK tahun ini naik dari tahun lalu, yaitu dari 3,84 menjadi 3,88. This means that kesadaran masyarakat terhadap antikorupsi di lingkup keluarga meningkat. Jadi menurut survei tersebut, jumlah masyarakat yang menganggap nggak wajar sikap istri yang menerima uang tambahan dari suami tanpa nanyain itu duit dari mana makin meningkat. Dari 70,28 persen tahun lalu, jadi 74,54 di tahun ini.
 
Nice…
Yha tapi ada yang menurun juga guys, yaitu dari segi usaha. Pak Suhariyanto menyebut bahwa di tahun ini, ada 19,63 persen pelaku usaha yang bayar melebihi ketentuan. Hal ini tentunya nggak dibenarkan, baik untuk akses layanan sendiri maupun melalui perantara.
 
OK. Anything else?
FYI guys, meski mengalami peningkatan, indeks IPAK tahun ini masih jauh dari target yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan nilai 4,03.
 
Yuk bisa yuuuk…

When you need more reasons to stop eating processed food…

Because it can lead to obesity.
Iya, kamu pasti udah sering denger bahwa processed food atau makanan yang melewati proses pengolahan tinggi itu nggak sehat buat tubuh. Namun hasil penelitian terbaru di Inggris juga menemukan bahwa kamu harus hati-hati kalo ngasih processed food ke anak-anak (be it your own children, nephew, niece, etc) karena ternyata anak-anak yang makan ultra-processed food beresiko tinggi untuk jadi overweight atau obesitas ketika mereka dewasa. Adapun hasil ini didapatkan dari hasil penelitian selama 17 tahun terhadap 9.000 anak-anak di Inggris yang lahir di tahun 1990-an.
 
Jadi dalam penelitiannya ini, para researchers dari Imperial College London mencatat makanan dari anak-anak tersebut dan juga melakukan penimbangan berat badan secara mendetail. Kemudian, anak-anak ini dibagi ke dalam lima kelompok, di mana kelompok paling rendah cuma makan 1/5 dari ultra-processed food, dan pada kelompok paling tinggi, mereka mengkonsumsi 2/3 ultra-processed food dari total menu yang mereka makan. Hasilnya, ketika anak-anak ini berusia 24 tahun, ditemukan bahwa grup tertinggi memiliki berat badan yang paling besar, dengan komposisi body fat dan ukuran pinggang yang juga lebih besar. Nah guys, penasaran nggak, apa aja sih ultra-processed food itu?
 
Yhaa kayak minuman berkarbonasi, makanan ringan kemasan, eskrim, cokelat, permen, roti dan kue, sereal, energy bar, energy drinks, ekstrak daging, saus instan, susu formula, susu pertumbuhan dan produk bayi, produk ‘kesehatan’ atau produk ‘pelangsing’, makanan siap saji, dan lainnya.
 
Emang paling bener melihara ayam di belakang rumah gengs…

“Istri saya jadi pelupa, semacam linglung, tadi saya mau berangkat ke sini juga dikasih uang Rp 5.000, dia kukuh bilang itu Rp 100.000.”

 

Heuheuheu guys, jadi itu tadi kesaksian dari Kakek Achro, seorang lansia asal Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, yang bilang bahwa istrinya jadi pelupa setelah divaksin Covid-19. Adapun hal ini dia sampaikan pas lagi ikutan sosialisasi vaksin di acara Komunikasi sosial dengan komponen masyarakat yang digelar oleh Batalyon Mandala Yudha, di Lebak, kemarin. Menanggapi hal ini, dokter yang ngisi forum menjelaskan, bahwa ini adalah pertama kalinya beliau mendengar efek samping dari divaksin adalah jadi pelupa. Dan bisa jadi, sebenernya pelupanya karena emang istrinya sang kakek udah berusia senja.

Atau emang gamau ngasi duit banyak-banyak aja, dok 😂😂😂

Catch Me Up! Recommendations

In need of instant boost for your mood this morning? Read these. 

Announcement


Thanks to Seseorang for treating us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereAtau, kalo kamu mau beli merchendise resminya Catch Me Up! kamu juga bisa belanja di sini. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Gue sama temen deket gue nonton film horror yg lagi rame banget, yups Conjuring 3. Pas udah jam tayang, ternyata kita cuman berdua, literally berdua. Karna kita udh parno duluan dan merasa takut akhirnya 5 menit kemudian kita keluar buat minta nyalahin lampu, then 10 menit kemudian kita keluar studio lagi buat pulang hahaha. Eh mas mas bioskopnya ga tega, kita ditawarin buat nonton di studio lain aja, karena udh kemaleman kita tetep pilih pulang. Eh karena masnya kasian kali ya sama kita, akhirnya kita di kasih ticket b1g1 free. Thank you masnya yang aku lupa tanya namanya, you are so kind!
-adag, deket bkt-
 
2. Sebagai sandwich generation, gue harus turut membantu org tua dalam membiayai sekolah adek gue. Terus kemaren pas pulang dari suatu tempat, di parkiran ada ibu-ibu yang minta-minta gitu. Otak gue kebagi antara “ayo hemat” sama “ayo kasih”. Akhirnya nurani gue menang dan gue ngasih, meski ga seberapa. Ibunya senyum adem bgt bro sis, rasanya ikut seneng. Lusanya, diinfoin klo gue bakal dapet banyak jatah ngecek proyek ke lapangan (klo gini tuh, gajinya nambah); dan bener2 banyak, cukup banget buat bayar uang pangkal adek gue. AAAAA seneng banget. Konsep “pay it forward” bener-bener nyata gue rasain. Jadiii, jangan lupa berbagi yaa guys. uhuy. HAVE A NICE DAY, YOU STRONG POTATOEEEES! 🤗
-a swiftie-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!