Mayoritas Warga +62 Menolak Pak Jokowi Jadi Presiden Untuk yang Ketiga Kalinya

61

When you are sooo ready to meet a new person…

Indonesians can relate.

Hah emang mau move on dari siapa?
Dariii presiden guys. Karena ternyata hasil survei terbaru menemukan bahwa mayoritas warga +62 menolak Pak Jokowi jadi presiden untuk yang ketiga kalinya.
 
Really?
Yep, hal ini diketahui dari survei yang dilakukan sama lembaga riset Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) dan baru aja dirilis kemarin. Jadi dalam hasil risetnya itu, diketahui bahwa 52,9 persen responden bilang mereka nggak setuju kalo Presiden Jokowi maju lagi sebagai capres di tahun 2024. Sementara itu, sebanyak 40,2 persen responden setuju.
 
Interesting….
Yep, selain nggak setuju Pak Jokowi maju lagi, mayoritas warga juga nggak setuju dengan wacana presiden tiga periode. Untuk soal periode ini, 74 persen warga setuju bahwa masa jabatan presiden cukup dua periode aja. Hal lain yang juga menarik adalah penemuan bahwa 84,3 persen warga bilang mereka enggak setuju kalo presiden kembali dipilih sama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Artinya, warga pada lebih suka nyoblos sendiri ajatu.
 
Whoaaa…
Yep. Nah terus diketahui juga guys, bahwa warga yang berpendidikan tinggi mayoritas menolak wacana 3 periode. Jadi dalam risetnya diketahui bahwa ada 75 persen warga dengan tingkat pendidikan Perguruan Tinggi yang menolak pencalonan kembali Pak Jokowi sebagai capres 2024. Meanwhile, kalo pendidikannya SD, cuma 45% aja yang menolak.
 
I see…
Nah kalo dari basis partai, ternyata yang paling banyak nggak setuju Pak Jokowi maju lagi adalah para pendukung Gerindra 78%, PKS 78%, Demokrat 71% Golkar 54%, dan PKB 51%. Terus yang mendukung maju lagi adalah PDIP dengan dukungan 66% dan masa pemilih partai nonparlemen 60%.
 
Got it. Tapi emang ada yang bahas soal tiga periode ini ya?
Ada banget. Jadi emang akhir-akhir ini muncul suara yang mendorong Pak Jokowi untuk maju lagi jadi presiden di Pilpres 2024 mendatang. Sabtu kemarin, bahkan udah muncul kelompok sukarelawan, namanya JokPro 2024 yang mendorong supaya Pak Jokowi bisa nyapres lagi, berpasangan sama Pak Prabowo Subianto. Nah, untuk mencapai tujuannya ini, kelompok tersebut bakal mendorong perubahan aturan undang-undang soal capres.
 
Diubah gimana tu?
Yhaa jadi bisa tiga periode. Menurut para relawan tadi, ya usulan ini nggak akan mengkhianati semangat reformasi, karena jadinya nambahin aja tiga periode, bukan berarti menjabat tanpa batas waktu.
 
Pak Jokowinya sendiri mo maju lagi emangnya?
Enggak geengs, hal ini ditegaskan sama Jubir kepresidenan Fadjroel Rachman kemarin, yang bilang bahwa pak Jokowi setia sama konstitusi. Bang Fadjroel juga bilang bahwa munculnya isu presiden tiga kali ini merupakan upaya cari muka dan menjerumuskan.
 
Oooouch, anything else I should know?
Well, balik lagi ke surveinya, jadi riset ini diadakan pada 21-28 Mei 2021 dengan metode wawancara tatap muka. Adapun jumlah respondennya adalah 1.220, tapi yang sah sebanyak 1.072. Adapun populasi survei dipilih dengan multistage random sampling, dengan margin of error 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.