Israel Baru Saja Melantik Perdana Menteri Baru

52

Who’s just got a new leader?

Israel.

 
Oh ya? 
Yep.  Hari Minggu kemarin, Israel baru aja melantik Perdana Menteri baru, namanya Naftali Bennett yang berhasil memperoleh dukungan 60 suara.  Meanwhile, Perdana Menteri sebelumnya, Benjamin Netanyahu mendapatkan 59 suara.
 
Gosh, that’s so close! 
Exactly.  FYI, Israel sendiri udah mengadakan pemilihan perdana menteri empat kali dalam dua tahun, karena emang pemilunya deadlock-deadlock terus hingga koalisi sulit terbentuk. Namun akhirnya, koalisinya terbentuk juga, dan Bennett jadi PM baru Israel, menggantikan Benjamin Netanyahu (aka Bibi) yang udah berkuasa selama 12 tahun.
 
I see…
Nah, a little bit into the coalition, jadi emang Bennett ini didukung oleh koalisi yang paling beragam dalam sejarah Israel, yang terdiri dari partai politik sayap kanan, partai politik sayap kiri, juga partai politik Arab (baru dibentuk).  Nah, berhubung mereka koalisi, Bennett bakal jadi Perdana Menteri selama dua tahun, terus dua tahun lagi dilanjutin oleh wakilnya, Yair Lapid. Deal-dealannya begitu.
 
Can you also tell me a little bit about his bio?
Sure. Jadi Naftali Bennett adalah anak laki-laki dari seorang imigran asal Amerika di Israel. Sebelum berkarir di politik, Bennett adalah seorang miliuner di bidang teknologi.  Bennet juga dikenal sebagai orang Yahudi kanan-nasionalis yang menentang adanya negara Palestina. Di pemerintahan, doi pernah menjabat sebagai menteri pertahanan, menteri ekonomi, menteri pendidikan, and so on.  Meanwhile, wakilnya, Lapid, juga menentang terbentuknya Negara Palestina. Lapid adalah mantan pembawa acara televisi sekaligus oposisi dari pemerintahan Bibi.
 
Menentang Palestina?
Yoi. Not so good news buat saudara-saudara kita di Palestina sana, karena Bennett emang udah lama menolak kemerdekaan Palestina dan mendukung penuh pendudukan Yahudi di West Bank dan Jerusalem Timur. Bennett juga pernah secara tegas mengkritisi Netanyahu atas kebijakannya yang setuju untuk memperlambat pembangunan Israel di West Bank atas tekanan Presiden Obama dulu.
 
Oh no… jadi gimana dong?
Menurut beberapa pengamat, meskipun komunitas internasional mendesak supaya proses perdamaian antara Israel dan Palestina dimulai lagi, kemungkinannya kecil gengs, apalagi melihat pandangan pemerintah Israel baru yang lebih keras karena sama sekali nggak setuju ada Negara Palestina. Tapi, berhubung ada beberapa partai politik Arab yang tergabung dalam koalisi tersebut, mungkin ada kesempatan for peace. Meanwhile, Bennett menjelaskan bahwa mereka bakal fokus ke isu-isu domestik, like: hubungan antara agama dan negara, biaya hidup, dan kualitas dari isu-isu kehidupan.
 
Terus, apa kabar Netanyahu?
Yha bete. Setelah resmi kalah dari Bennett, Bibi memberikan pernyataan bahwa doi and the ganks bakal balik lagi soon. FYI, meskipun Bibi kalah, Bibi tetap merupakan pemimpin partai politik terbesar di Israel, namanya Likud, this time sebagai oposisi. Bibi mengatakan bahwa mereka bakal mendesak pemerintahan terpilih untuk mundur, karena menurutnya, pemerintah yang terpilih adalah pemerintah yang ‘berbahaya’.
 
I see, anything else? 
FYI, the previous weekIsrael juga baru aja melantik Presiden baru. His name is Isaac Herzog, anak dari presiden terpilih Israel pertama. Tapi, jabatan presiden lebih bersifat seremonial, jadi, tetap aja yang berkuasa dan punya wewenang untuk memerintah Israel adalah perdana menteri.