Hutang Indonesia, Great Barrier Reef, EURO, Sandbox Phuket

94

Good morning,

 
Today, we’ll talk about: debt, covid-19, and some environmental destruction. Yep, none of these sounds comfortable, but they serve as a  reminder that we can change the situation & make things better. We can stay at home, use no-plastics, donate to environmental causes, and.. buy things from local economy. Sounds small, but we believe in this mantra: Do what you can, with what you have, for what you believe. Have a great one! 

Who’s having a loooot more debt than you?

Punya tagihan kartu kredit yang belum kebayar? Atau utang paylater? atau KTA? Tenang guys, karena most likely sih, utangmu nggak sebanyaaaak… Indonesia.

Hah gimana?
Iya, jadi kemarin, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI baru aja nih ngingetin pemerintah Indonesia tentang utang yang dimiliki negara selama masa pandemi Covid-19. Menurut BPK, tingkat kerentanan utang Indonesia pada 2020 lalu udah melebihi batas yang direkomendasiin sama International Monetary Fund (IMF) dan International Debt Relief (IDR).
 
Kok bisaaaa?
Bisa. Jadi menurut hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2020, diketahui bahwa debt service ratio Indonesia udah nyampe angka 46,77%. Padahal, rekomendasi IMF ada di range 25-35%. Artinya, debt service ratio kita udah jauh melebihi batasan dari IMF.

Debt service ratio tuh apa ya?

Jadi, debt service ratio atau DSR adalah rasio utang terhadap pendapatan suatu badan atau lembaga. In this case, DSR Indonesia berarti untuk mengetahui kemampuan Indonesia dalam membayar utang-utangnya. Gimana caranya? Ya dengan ngitung beban pembayaran bunga dan cicilan pokok utang luar negeri jangka panjang, terus dibagi dengan jumlah penerimaan. Nah, Indonesia sendiri punya DSR 46,77% per 2020 kemaren guys.

Is that a bad thing?

Uhmmm yang jelas sih, semakin tinggi angka DSR suatu negara, maka semakin berat juga beban utang yang harus ditanggung. Ya kayak kamu aja gitu, kalo lagi banyak utang, suka pusing-pusing kan? Nah guys, karena kondisi inilah, BPK RI juga mengkhawatirkan pemerintah, takut gak sanggup bayar utang-utangnya, apalagi di masa pandemi gini.
 
Banyak banget emang utangnya?
Jeng-jeeeeng…. grab your water first, take a deep breath, get ready….and whenever you’re ready….Rp6000 triliun. Yep, lebih tepatnya adalah Rp6.527,29 triliun, dan angka ini udah termasuk penambahan utang sebesar Rp1.177,4 triliun dari Januari sampe akhir Maret 2021 kemaren.
 
Buset duit dipake apa ajatuuuu??
Menurut keterangan dari Bank Indonesia sih, utang itu dipake buat pembiayaan proyek, dan sebagian besarnya untuk penanganan Covid-19. Yhaaa kayak peningkatan fasilitas kesehatan, penanganan pasien positif, vaksinasi, dan lain-lain.
 
Well, does anyone say anything about this?
Yep, pemerintah. Adalah Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang bilang, “But wait, listen…”. Menurut Pak Menteri, sebenernya gak cuma Indonesia aja yang utangnya udah melampaui batas IMF dan IDR. Ada juga negara-negara lain kayak China, Jepang, dan Amerika Serikat yang utangnya jauuuh dari pendapatannya.
 
I see…
Nah, fyi guys, Indonesia juga baru aja mencairkan utang sebesar 500 juta dolar AS dari Bank Dunia. Kira-kira kalo diubah jadi rupiah, nilainya yhaa sekitar 7,2 triliun rupiah, lah. Terus masih di bulan yang sama pada 10 Juni kemaren, Indonesia juga dapet pinjeman dari Bank Dunia juga senilai 400 juta dolar AS, atau setara dengan 5,7 triliun rupiah. Semua uang tersebut dipake pemerintah buat menanggulangi pandemi Covid-19.
 
OK. Anything else I should know?
Well, thx to corona, pada tahun 2020 kemaren, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 2,07% dibandingkan tahun 2019. Selain itu, kondisi Covid-19 yang belom keliatan hilalnya bakal berakhir ini juga dikhawatirkan banyak pihak bakal bikin ekonomi kita makin terpuruk.
 
Hiks…

When you loooove the underwater view…

Not so good news guys.
Karena UNESCO baru aja mengusulkan supaya gugusan batu karang terbesar di dunia, namanya great barrier reef yang terletak di perairan Australia, untuk di-list sebagai warisan budaya yang “terancam”.
 
Terancam apa maksudnya?
Terancam rusak banget. Adapun penyebabnya, ya apalagi kalo bukan karena krisis iklim yang bikin spesies laut di area itu jadi terganggu. Selain itu, menurut para ahli, kerusakan ini juga disebabkan oleh stressor lokal, hingga polusi sunscreen. UNESCO juga bilang bahwa target untuk memperbaiki kualitas air di sana masih belum terpenuhi dan progres pemerintah Australia dalam melindungi batu karang masih belum cukup.
 
Whoaaa…
Yep. Terus Australia langsung bete dan bilang bahwa mereka menolak rekomendasi tersebut. Menurut Menteri Lingkungan Australia Sussan Ley, pemerintahannya udah mengucurkan dana perlindungan batu karang sampe US$3Milyar. Ley juga bilang bahwa Great Barrier Reef adalah gugusan batu karang yang paling bagus perawatannya di dunia.
 
Yhaaa kok bete?
Ya bete lah, kan perairannya ada di wilayah mereka. Terus juga, mungkin banget nih, status “terancam” tadi bakal bikin Great Barrier Reef kehilangan status UN heritage-nya dan eventually, turut berpengaruh pada ekonomi di kawasan tersebut. Makanya, Ley juga bilang bahwa rekomendasinya salah banget sih.
 
Terus gimana?
Well, rekomendasi ini rencananya bakal dibahas di Beijing, China bulan depan. Kalo OK, maka bisa jadi, status terancam itu jadi diberikan pada great barrier reef.
 
And what would that mean?
That would mean that kehilangan status ini bakal berpengaruh banget sama kondisi domestik di Australia, khususnya ekonomi. Hal ini karena sebagai lokasi wisata, Great Barrier Reef bisa dikunjungi sampe 5 juta orang per tahun, dan membuka lapangan pekerjaan hingga 70 ribuan di Queensland.
 
Got it. Anything else?
Sebagai gugusan karang terbesar di dunia, Great Barrier Reef merupakan rumah bagi lebih dari 1,500 spesies ikan dan 411 spesies batu karang. Meski begitu, kondisinya saat ini menyedihkan guys, karena sejak 2015 lalu, batu karang di sana mengalami bleaching, yang dikarenakan oleh tempratur air yang memanas hingga merusak batu karang. Terus, peneliti dari the ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies juga menemukan bahwa wilayah itu udah kehilangan hingga 50% populasi batu karangnya dalam tiga dekade terakhir yang disebabkan oleh climate change.

When you’ve been watching Euro 2020 from the comfort of your couch…

Yhaaa itu udah paling aman guys. 
Karena baru aja minggu ini nih, World Health Organization (WHO)  bilang bahwa mereka concern banget sama gelaran Euro yang mendatangkan banyak supporter ke stadion.
 
Really?
Yes. Jadi dalam keterangannya itu, WHO menyampaikan bahwa mereka khawatir banget dengan banyaknya penonton Euro yang hadir langsung di stadion. Hal ini sehubungan munculnya beberapa pertandingan yang udah meningkatkan jumlah kapasitas penontonnya.
 
Maksudnya ke siapa tu?
Nah, WHO sih nggak nyebut nama gengs, tapi Inggris baru aja ngumumin Selasa lalu bahwa mereka bakal membolehkan sekitar 60ribu penonton untuk hadir langsung di Wembley Stadium pada pertandingan semifinal dan final Euro mendatang. Padahal sebelumnya, kapasitas yang dibolehkan cuma 40ribu aja, aka 50% dari kapasitas.
 
I see…
Nah terus, menurut direktur WHO bagian Eropa Robb Butler, catatan WHO menunjukkan bahwa negara-negara tuan rumah Euro 2020 udah mengalami peningkatan kasus positif Covid-19. Misalnya di Copenhagen, Denmark, udah ada 29 penambahan kasus positif yang terkait dengan pertandingan antara Denmark dan Belgia minggu lalu. Selain itu, St. Petersburg di Rusia juga mengalami hal serupa, meski belum diketahui pasti angkanya berapa. However, ada juga negara-negara yang bilang, “Gak tu, kita nggak nambah kasusnya gara-gara Euro,” kayak Sevilla di Spanyol, dan Roma di Italia.
 
Terus, ada yang komentar nggak?
Ada dong. Beberapa kepala negara juga udah menyampaikan kekhawatirannya terkait Euro ini, misalnya Perdana Menteri Italia Mario Draghi yang meminta supaya partai final dipindah aja dari London, seiring dengan penambahan jumlah kasus di sana. Selain itu, seruan juga datang dari Kanselir Jerman Angela Merkel yang meminta supaya panitia kompetisi, yaitu UEFA lebih hati-hati dalam kebijakannya. Meanwhile, UEFA bilang bahwa mereka belum ada plan tuh, untuk mindahin venue semifinal dan final Euro dari London.
 
OK. Terus gimana?
Yhaaa WHO sih berpesan, supaya negara-negara penyelenggara Euro harus tetap berhati-hati dalam penyelenggaraan turnamen, dan kalo emang penambahan kasus positifnya makin parah, maka pemerintah terkait harus langsung mengambil langkah secepatnya sebelum penularan semakin meluas. WHO juga bilang bahwa yhaa emang sih, dalam dua bulan terakhir, kondisi udah membaik. Tapi bukan berarti kita nggak hati-hati.
 
Di kita mah, nobar juga jangan ya guys….

What’s more exciting than Han Ji Pyong’s sandbox?

Phuket Sandbox.
Yep guys. gak kayak sandbox di series Startup-nya Netflix, maka Sandbox yang mau kita bahas adalah soal Sandbox-nya negara tetangga, Thailand. Jadi Selasa kemarin, kabinet di Thailand baru aja meng-acc rencana pembukaan kembali lokasi wisata Phuket buat para turis internasional. Nah, rencana ini bernama “Phuket Sandbox”, di mana wisatawan yang dateng wajib udah divaksin dan jadinya nggak perlu menjalani karantina lagi. Terus, vaksin yang digunakan  juga harus masuk ke dalam daftar vaksin yang di-approve WHO, dan para wisatawan juga harus datang dari negara-negara dengan risiko Covid-19 yang rendah maupun sedang. Terus ni guys, selama di Phuket, para wisatawan juga udah boleh berenang, snorkeling, dan jalan-jalan dengan bebas, tanpa aturan pembatasan apa pun. Meski begitu, penggunaan masker masih wajib.
 
Anyway, kebijakan ini tentunya diharapkan bisa membangkitkan lagi ekonomi Phuket yang ancur-ancuran tahun lalu gara-gara pandemi Covid-19. Pasalnya, Phuket relies heavily on tourism, dan pembatasan perjalanan tentunya bikin bisnis pariwisata di sana turun drastis.

“Saya minta satu hal yang sederhana ini. Tinggallah di rumah jika tidak ada kebutuhan yang mendesak,”
 
Gitu guys pesan dari presiden Pak Joko Widodo semalam, yang meminta supaya kita di rumah aja. Jangan ke mana-mana kecuali kalo ada kebutuhan mendesak, mengingat angka positif Covid-19 lagi meningkat di tanah air. Pak Jokowi juga bilang, bahwa supaya kebijakan PPKM Mikro efektif, maka masyarakat harus nurut.
 
Yep, it’s 2020 all over again…

Announcement


Thanks for Seseorang & Seseorang for treating us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal nge-share link yang kamu terima dari email Catch Me Up! ke temenmu yang mau kamu ajak subscribe ke Catch Me Up!

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah pesan email ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Angel’s Stories

1. Yesterday was a very very big day. Jadi kemarin aku sama temen-temen seper-bimbingan skripsi gave our thesis supervisor a small gift to express our gratitude for the guidance and advice selama bimbingan sama beliau. Ga banyak yang kita kasih, but we were really happy to know that she really liked the gift. Surprisingly, beliau juga kasih hadiah ke kita dan bilang, “Please always keep in touch with me.”
-Azep-
 
2. Temenku tadi bilang kalo dia abis nangis gara-gara terharu nonton vtuber favoritnya. Aku pengen banget tenangin dia langsung tapi karena jarak rumah kita jauuuuuhhhh banget aku jadi ga bisa, cuma bisa lewat chat aja. Beberapa hari ini dia bilang lagi kesepian katanya. Sedih gabisa peluk lgsg 🙁 aku cuma bisa bantu semangatin online. 🙁 Buat Aisyah, semangat terus ya. Kamu gak sendiri, kamu pantas buat disayangi, dan kamu berharga. Kamu harus tau itu. Sayang kamu ❤
-R-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!