Group of Seven (G7) Mengadakan Pertemuan Tahunan di Cornwall, UK pada Jumat Sampai Minggu Kemarin

25

Who was catching up over the weekend?

Me and my girls?
Nope, we’re talking about the G7 countries. 
 
G7? 
Iya. Jadi Group of Seven (G7) baru aja mengadakan pertemuan tahunan mereka di Cornwall, UK pada Jumat sampai Minggu kemarin.
 
Background please. 
Ok. A little background here, jadi G7 adalah kelompok negara-negara dengan ekonomi yang paling kuat di dunia (combined kekuatan ekonomi mereka nyampe setengah dari seluruh ekonomi dunia!) which are: Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Nah, mereka biasanya ketemuan tiap tahun untuk diskusi, rapat, bikin perjanjian, dan memberikan pernyataan bersama terkait kejadian-kejadian yang terjadi secara global.  Nah, secara UK yang lagi dapat giliran untuk jadi ketua G7 di tahun 2021, pertemuannya dilakukan di sana.
 
Ok, go on… 
Adapun pertemuannya diadakan di hotel di Cornwall, Inggris, yang juga dikenal sebagai pusat teknologi hijau (ramah lingkungan). Meskipun ini merupakan pertemuan G7, namun perwakilan Uni Eropa juga turut hadir di Inggris. Meanwhile, India, Korea Selatan, dan Australia juga ikut diundang tapi pake Zoom link. Terus, ada juga beberapa organisasi internasional yang ikutan meet up secara virtual, kayak IMF, OECD, World Bank, WHO, dan WTO.
 
Terus agendanya apa aja?
Jadi, acara dimulai dengan dinner bareng Queen Elizabeth and the Royal Family di The Eden Project.  Kemudian, topik utama dari pertemuan tersebut adalah lingkungan, lingkungan, lingkungan, di mana negara-negara G7 berkomitmen untuk meningkatkan investasi untuk ekonomi yang lebih ramah lingkungan di negara-negara yang terdampak. Selain itu, para kepala negara juga membahas soal mewujudkan sistem kesehatan global yang lebih kuat dan bisa melindungi dunia dari pandemi masa depan.
 
Gimana caranya?
Jadi para kepala negara ini udah pada setuju untuk memotong waktu approval vaksin jadi kurang dari 100 hari. Hal ini dinilai penting demi membendung penyebaran virus di masa depan. Selain itu, Inggris juga akan membangun Vaccine Manufacturing and Innovation Center untuk mempercepat proses pembuatan vaksin untuk virus yang menular dari hewan ke manusia.
 
Cool... tapi emang G7 berpengaruh ya? 
Ngaruh guys, karena mereka tajir. Terus rata-rata juga mereka punya pandangan politik yang sama terhadap isu-isu kayak perdagangan, pluralisme, security, dan HAM. Dengan kesamaan ini, maka kekuatan kolektifnya bakal besar banget. Meski begitu, G7 nggak bisa mengeluarkan peraturan apapun karena mereka yhaaa geng anak-anak tajir aja. Cuma ya gitu, dengan kekuatan ekonominya, mereka bisa bikin komitmen bareng-bareng untuk mengalokasikan dana atau bikin program, tertentu di negaranya masing-masing, maupun dalam bentuk investasi di negara lain. However nih, however….
 
However apa?
Ada yang bete juga sama geng ini. Everybody, meet: China. Di mana kedutaannya di London baru aja mengeluarkan statement yang bilang bahwa, “Kelompok kecil nggak bisa menentukan nasib seluruh dunia.” Hal ini menyusul munculnya info soal proses negosiasi yang lagi dilakukan sama G7 supaya satu suara dalam membendung pengaruh China. Caranya? dengan menyalurkan dana jutaan $$$ ke negara-negara berkembang melalui program namanya Build Back Better World (B3W) plan. Padahal, China punya program yang sama, yaitu Belt and Road Initiative (BRI) yang udah berjalan di banyak negara.
 
Geez….
Yep, selain itu, ada lagi yang bakal bikin China makin bete: Baru aja semalem banget nih, G7 mengeluarkan pernyataan bersama yang: 1. Mendesak investigasi terhadap asal usul coronavirus yang kini jadi pandemi dan meminta China supaya lebih transparan; 2. Mendesak China untuk menghentikan aksi pelanggaran HAM-nya terhadap etnis Uighur di Xhinjiang..
 
Got it, anything else? 
Selama meeting ini berlangsung, ada banyak gerakan masyarakat yang melakukan aksi protes di luar lokasi acara. Beberapa yang hadir adalah demonstran yang menuntut tindakan lebih tegas dari para kepala negara terkait perubahan iklim, dan para aktivis pro Palestina yang meminta para kepala negara untuk menghentikan dukungannya terhadap agresi Israel. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada lebih dari 5000 pasukan pengamanan tambahan dikerahkan oleh pihak kepolisian.