Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk ke Indonesia

65

When you’ve been wondering: What is Covid-10 varian delta?

Here, here. We got all the updates for you.
 
Yes please.
Ok guys. Jadi dari kemaren, kamu pasti udah sering denger nih soal Covid-19 varian delta yang katanya udah masuk ke Indonesia. But really, what is this delta thing?
 
Delta bukannya drummer-nya Club 80s ya? Yang suka bareng Vincent?
*Hellllp* Ok *ignore* Jadi virus corona varian delta atau yang bernama B.1.617.2 itu didokumentasikan muncul pertama kali pada bulan Oktober 2020 di India. Disebutkan juga bahwa varian itu adalah yang paling menular dan telah memicu banyak gelombang pandemi di seluruh dunia, dan udah menyebar ke setidaknya 62 negara.
 
Go on…
Di Indonesia sendiri, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin udah bilang bahwa virusnya dah masuk. Varian ini diketahui mendominasi di beberapa daerah di Indonesia, kayak di Kudus, DKI Jakarta, dan Bangkalan. FYI guys, di India sendiri, varian corona jenis ini adalah yang paling banyak ditemukan, karena ya mudah banget menular itu.
 
Oh no…
Yep. Terkait hal ini, Pak BGS juga udah menjelaskan beberapa arahan dari Pak Jokowi. Di antaranya adalah pengimplementasian Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro yang lebih diperketat, dan yang kedua adalah mempercepat proses vaksinasi. FYI guys, Pak Jokowi meminta vaksinasi 700 ribu per hari pada bulan ini bisa disentuh, terus bulan depan, targetnya naik ke satu juta. Hal ini karena emang varian barunya cepat menular, walaupun sebenernya nggak lebih mematikan.
 
Terus, gejala delta ni apa aja sih?
Most of it sama sih, kayak sakit perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan nyeri sendi. Meski begitu, ada beberapa gejala yang muncul dan terlihat di India, di mana para pasien mengalami masalah gangguan pendengaran, sampai gangrene (matinya jaringan tubuh karena nggak ada darah yang masuk).
 
I also heard things about vaccine…
Nah, iya itu. Meski lebih mudah menular, namun diketahui bahwa vaksin yang udah ada di dunia sekarang, kayak Pfizer dan AstraZeneca bisa menawarkan perlindungan tinggi lebih dari 90% terhadap pasien yang terpapar varian virus ini. Selain itu, vaksin Pfizer-BioNTech  juga 96% efektif untuk melindungi dari rawat inap setelah dua dosis. Meanwhile, vaksin Oxford-AstraZeneca juga bisa menawarkan 92% perlindungan dari rawat inap.
 
Kalo Sinovac gimana?
Sinovac OK juga kok guys. Menurut Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, meskipun beberapa publikasi ilmiah bilang bahwa  varian baru virus corona bisa menurunkan efikasi vaksin, namun  yha masih efektif dalam memberikan perlindungan. Terus, Bu Nadia juga bilang bahwa vaksin Sinovac yang digunakan untuk para tenaga kesehatan udah terbukti memberikan perlindungan dari kematian mencapai 98 persen dan 93 persen dari perawatan di rumah sakit.
 
Got it. Anything else I should know?
Seiring dengan munculnya varian delta ini, Kemenkes meminta pada pemerintah daerah supaya lebih masif melakukan 3T, yakni pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing) dan pengobatan (treatment). Bu Nadia juga minta supaya PPKM Mikro benar-benar diterapkan, dan nggak boleh ada data yang ditutup-tutupi.