BEM UI, Lip Service, Ade Armando, Hingga Akun Whatsapp yang Di-hack

103

Everything you need to know about “The King of the Lip Service”, from A to Z.

Yep, unless you’ve been living under the rock, kamu pasti ngeh bahwa sepanjang hari kemarin, timeline sosmed kita rameeee banget soal BEM UI, lip service, Ade Armando, sampe akun Whatsapp yang di-hack. Sebenernya ada apaan sih?

 
IDK. U tell me.
Ok. Jadi Malam Minggu lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI mengkritik Pak Jokowi dengan julukan “The King of Lip Service” melalui postingan di akun Instagram mereka. Dalam postingan yang udah di-like sampe hampir 250ribu kali itu, BEM UI menampilkan foto Pak Jokowi, beserta janji serta faktanya di lapangan.
 
Go on…
Dalam caption-nya, akun BEM UI itu juga bilang bahwa Pak Jokowi sering banget nih, janjinya apaaa faktanya apa. Adapun contoh-contohnya kayak…
  • Pernyataan Pak Jokowi yang mengatakan “rindu didemo”. Faktanya, giliran didemo, banyak masyarakat yang ditangkap gara-gara menentang UU Cipta Kerja.
  • Pernyataan Pak Jokowi yang bilang kalau UU ITE memang bermasalah, ya tinggal direvisi aja.  Faktanya, malah ada usulan pasal baru UU ITE yang dinilai sebagai pasal karet, dan justru lebih ‘merepresi’ masyarakat.
  • Pernyataan Pak Jokowi yang ingin memperkuat KPK. Faktanya, banyak upaya yang dilakukan pemerintah yang dinilai melemahkan KPK. For example, Revisi UU KPK, alih status pegawai KPK jadi ASN, hingga kontroversi pemilihan Pak Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Roaming? Tenang guys, kita udah rangkumin semua buat kamu. Ini soal UU KPK, ini soal alih status ASN, terus ini soal kontroversi Pak Firli. *ting*
  • Pernyataan Pak Jokowi yang mengatakan kalau rakyat nggak puas sama UU Cipta Kerja, ya silakan ajukan uji materi/judicial review aja ke Mahkamah Konstitusi (MK).  Faktanya, Jokowi minta MK menolak seluruh gugatan tentang UU Cipta Kerja.
Oh gituu..terus-terus? 
Terus postingan tersebut viral dan netizen pada heboh, ada yang setuju sama BEM UI, ada juga yang nggak setuju. Netizen yang setuju bilang bahwa mereka salut banget sama keberanian BEM UI yang berani mengkritik pemerintah di era yang penuh ‘buzzer’. Mereka juga diapresiasi karena berani menyuarakan hal yang selama ini jadi keresahan warga, tapi yha plz hati-hati takutnya ada abang bakso bawa walkie-talkie depan rumah. Meanwhile, mereka yang ga setuju bilang bahwa BEM UI sebagai kadal gurun (kadrun) yang merupakan istilah untuk kelompok Islam politik yang merupakan oposisi pemerintah.
 
And? 
Ga lama abis postingan ini muncul, Pimpinan UI aka pihak Rektorat UI langsung mengeluarkan surat pemanggilan BEM UI pada Hari Minggu itu juga. Dalam isi suratnya, disebutkan bahwa para perwakilan BEM UI akan dimintai keterangan terkait postingan tersebut. Surat ini kemudian viral and people are like, “Serius manggil mahasiswa Hari Minggu banget neh? Lagi pandemi lagi!”
 
Terus kata rektoratnya apa?
Nah, menurut Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Rektorat UI Amelita Lusia, kritikan BEM UI melalui meme itu kurang tepat caranya, karena Presiden adalah simbol negara. Terus kalo soal dipanggilnya di Hari Minggu (hari libur), Amelita bilang karena kejadian ini bersifat darurat dan merupakan bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan di UI.
 
Any punishment? 
Donno yet. Pihak UI nggak mau berkomentar terkait sanksi. Meanwhile, BEM UI juga belum tahu apakah mereka akan dikenakan sanksi atau nggak.
 
Now tell me about Ade Armando.
Nah guys, jadi Ade Armando ini adalah Dosen Komunikasi Universitas Indonesia (UI). Doi bilang, BEM UI mestinya bisa menyampaikan kritik yang substantif terhadap pemerintah, terus yhaa walaupun yang nge-post anak BEM, teteup aja ga ada jaminan bahwa mereka pinter. Terus di Twitternya, doi juga menyinggung soal Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra dengan bilang: “Ternyata Ketua BEM UI itu Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Fakultas Ekonomi Bisnis UI. Hmmm kok ada ya anak ekonomi kayak gini?” So everybody was like… kok jadi nyerang personal sih? Emang anak ekonomi UI harusnya kek gimanaaa?
 
Got it. Now, I also heard about akun WA d-hack….
Iya, infonya begitu guys. Jadi dalam Twitternya, Leon bilang bahwa WhatsApp Kepala Biro Hubungan Masyarakat BEM UI Tiara Shafina nggak bisa diakses pada pukul 00.56 WIB. Selain itu, Wakil Ketua BEM UI, Yogie Sani juga nggak bisa mengakses akun WhatsApp-nya pada pukul 07.11 WIB.  Terus, akun Telegram Koordinator Bidang Sosial Lingkungan BEM UI, Naifah Uzlah juga sempat ada yang mau log in ke akunnya pada jam 2.15 WIB. Not just that, akun medsos Instagramnya Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Syahrul Badri juga di-restrict, setelah dia meng-upload surat panggilan rektorat UI.
 
Whooaa…did the govt say anything? 
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, nggak mau ngasih komentar terkait kritikan BEM UI. Menurutnya, segala aktivitas kemahasiswaan di UI adalah tanggung jawab Pimpinan UI, bukan pemerintah. Selain itu, Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin juga mengatakan bahwa pemanggilan pengurus BEM UI adalah urusan internal UI.
 
Hmm..anything else? 
Perkumpulan BEM di berbagai kampus di Indonesia serta organisasi masyarakat sipil mengecam sikap rektorat yang memanggil BEM UI karena mengkritik Pak Jokowi. Menurut koalisi tersebut, kebebasan sipil semakin ‘dikerdilkan’ secara sistematis. FYI, koalisinya terdiri dari 44 BEM dan organisasi masyarakat sipil, including Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Greenpeace Indonesia, dan Pusako Fakultas Hukum Universitas Andalas.  Meanwhile, hari ini BEM UGM juga sempat menyindir Pak Jokowi di hari ulang tahunnya dengan menyampaikan ucapan, “Sugeng Ambal Warsa Bapak Presiden Orde (Paling) Baru.”