Anak yang Makan Ultra-Processed Food Beresiko Tinggi Obesitas Ketika Mereka Dewasa

40

When you need more reasons to stop eating processed food…

Because it can lead to obesity.
Iya, kamu pasti udah sering denger bahwa processed food atau makanan yang melewati proses pengolahan tinggi itu nggak sehat buat tubuh. Namun hasil penelitian terbaru di Inggris juga menemukan bahwa kamu harus hati-hati kalo ngasih processed food ke anak-anak (be it your own children, nephew, niece, etc) karena ternyata anak-anak yang makan ultra-processed food beresiko tinggi untuk jadi overweight atau obesitas ketika mereka dewasa. Adapun hasil ini didapatkan dari hasil penelitian selama 17 tahun terhadap 9.000 anak-anak di Inggris yang lahir di tahun 1990-an.
 
Jadi dalam penelitiannya ini, para researchers dari Imperial College London mencatat makanan dari anak-anak tersebut dan juga melakukan penimbangan berat badan secara mendetail. Kemudian, anak-anak ini dibagi ke dalam lima kelompok, di mana kelompok paling rendah cuma makan 1/5 dari ultra-processed food, dan pada kelompok paling tinggi, mereka mengkonsumsi 2/3 ultra-processed food dari total menu yang mereka makan. Hasilnya, ketika anak-anak ini berusia 24 tahun, ditemukan bahwa grup tertinggi memiliki berat badan yang paling besar, dengan komposisi body fat dan ukuran pinggang yang juga lebih besar. Nah guys, penasaran nggak, apa aja sih ultra-processed food itu?
 
Yhaa kayak minuman berkarbonasi, makanan ringan kemasan, eskrim, cokelat, permen, roti dan kue, sereal, energy bar, energy drinks, ekstrak daging, saus instan, susu formula, susu pertumbuhan dan produk bayi, produk ‘kesehatan’ atau produk ‘pelangsing’, makanan siap saji, dan lainnya.
 
Emang paling bener melihara ayam di belakang rumah gengs…