UNDP (United Nations Development Program) : Sekitar 25 Juta Warga Myanmar Terancam Hidup Di Bawah Garis Kemiskinan Nasional Per Awal 2022

61

For when things are getting worse in Myanmar…

According to this new prediction from The United Nations aka PBB.
 
What prediction? 
Jadi berdasarkan laporan terbaru dari UNDP (United Nations Development Program) yang dirilis weekend kemarin, disebutkan bahwa ada sekitar 25 juta warga Myanmar yang terancam hidup di bawah garis kemiskinan nasional per awal 2022 nanti.
 
Whoaa..kok bisa?
Bisa, karena hal tersebut merupakan dampak dari kondisi di Myanmar sekarang guys. As you know, Myanmar lagi mengalami krisis besar-besaran karena pemerintahan terpilihnya dikudeta sama pihak Militer sejak awal Februari 2021 kemarin. Masyarakat kemudian nggak terima pemerintahnya dikudeta dan melakukan protes besar-besaran, sampai terjadi kekerasan dan menyebabkan ratusan korban meninggal. Catch up! more on the issue here. Selain itu, kondisi pandemi covid-19 juga memperparah kondisi di Myanmar.
 
Go on… 
Nah, terkait perkembangan di Myanmar ini, perwakilan UNDP Achim Stener menyebut bahwa sebenernya, sejak 2005 sampai 2017, Myanmar udah berhasil menekan angka kemiskinan warganya by half. Tapi, tantangan-tantangan sejak pandemi dan kudeta membuat angka kemiskinannya naik pesat lagi, dan bikin peningkatan yang udah dicapai kembali mundur.
 
🙁
Iya, terus laporan UNDP itu juga mencatat bahwa krisis ekonomi, kesehatan dan politik yang terjadi di Myanmar berpengaruh terhadap masyarakat Myanmar secara berbeda.  For example, kelompok-kelompok rentan berkemungkinan menderita lebih banyak, contohnya yha etnis minoritas (komunitas Rohingya). Selain itu, perempuan, anak-anak hingga UMKM juga disebut paling terpengaruh, secara sektor perbankan juga lumpuh, hingga berpengaruh pada UMKM yang mayoritas mempekerjakan perempuan.
 
I see, what else is in the report? 
Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa di akhir tahun 2020 kemarin, 83 persen pemasukan rumah tangga di Myanmar turun hingga setengahnya karena pandemi. Oleh karena itu, UNDP mengestimasi bahwa jumlah masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan akan naik sekitar 11 persen. Belum lagi konflik politik (kudeta) yang diprediksi akan meningkatkan angka kemiskinan sampe ke12 persen, atau lebih.
 
Sad 🙁
Yep :(. FYI guys, sejak tiga bulan dikudeta, terdapat lebih dari 750 orang, termasuk anak-anak, yang dilaporkan tewas menjadi korban dari kekerasan aparat yang berusaha membendung aksi protes masyarakat pro-demokrasi.  Kondisi tersebut juga memaksa masyarakat untuk pindah ke daerah-daerah yang lebih aman, termasuk menjadi refugee di negara tetangga.
 
So, what to do now? 
Well, UNDP bilang bahwa Myanmar memerlukan tindakan perbaikan yang cepat dalam segi kebijakan ekonomi, sosial, politik, dan hak asasi manusia demi mencapai target-target Sustainable Development Goals (SDGs).  Hal ini karena menurut mereka, kondisi di Myanmar bukan hanya krisis kemanusiaan, tetapi juga krisis pembangunan, demokratisasi, dan hak asasi manusia. Selain itu, dukungan internasional juga sangat diperlukan untuk memastikan bahwa kebutuhan warga Myanmar tetap terpenuhi.