Polres Bantul Mengamankan Perempuan Pengirim Sate Ayam Beracun yang Menewaskan Anak Pengemudi Ojol, Disebut Ancaman Serius Bagi Keamanan Amerika dan Dunia, Korut: AS Akan Mengalami Krisis Besar Akibat Pernyataan Tersebut, CORE Indonesia : Tingkat Pengangguran Muda Indonesia Adalah yang Tertinggi di Asia Tenggara, 90% Pengguna Media Sosial Berencana Menggunakan THR-nya untuk Belanja

157

Good morning,

 
Today we will give you some updates from Yogyakarta, North Korea, your online shopping cart aaaand… news about job. Get ready to be the most informed person during your virtual stand up meeting this morning. Let’s scroll down…

For when you’ve been hearing about sate beracun…

Here’s all you need to know.
 
Tell me.
Ok. Jadi guys, as you’ve probably heard, belakangan ini publik dikagetkan dengan berita tewasnya seorang anak pengemudi ojol gara-gara memakan sate ayam yang dibawa bapaknya di Bantul, Yogyakarta pada Minggu (25/4).  Nah, kemarin banget Polres Bantul akhirnya berhasil mengamankan NA (25), perempuan pengirim sate ayam beracun tersebut.
 
Hold on. I need some background.
You got it. Jadi awalnya, tragedi ini bermula pada Minggu (25/4) di mana si pelaku NA meng-order secara offline aka ga lewat aplikasi ke pak Bardiman (supir ojol) untuk mengantarkan makanan/takjil ke alamat seseorang bernama Tomi dengan tarif Rp 25.000 – 30.000. NA titip pesan ke Pak Bardiman kalau takjil tersebut adalah takjil dari Pak Hamid di Pakualaman.
 
Terus…
Yha terus pas Pak Bardiman menerima orderan itu dan nganterin ke alamatnya si Tomi. Sesampainya di sana, dia pun menelpon Tomi dan bilang kalau ada paket untuknya. Namun, Tomi sedang di luar kota dan merasa nggak punya teman yang namanya “Hamid” dari Pakualaman. Selanjutnya, Pak Bardiman menelepon istri Tomi dan dia juga nggak kenal, jadi satenya nggak diterima.
 
I see, and? 
Akhirnya, sate tersebut dibawa pulang oleh Pak Bardiman untuk menu buka puasa bersama keluarganya. Nah, nggak lama setelah makan, istri dan anak Pak Bardiman yang masih berusia 10 tahun tiba-tiba merasa mual hingga keduanya dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta. Namun sayangnya, nyawa si anak nggak berhasil ditolong dan meninggal.
 
Karena satenya beracun? 
Betul. Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, berdasarkan hasil lab, diketahui bahwa bumbu sate yang dimakan sang anak dan istri mengandung racun jenis C yang mudah dibeli di masyarakat, yaitu kalium sianida (KCN). Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy juga menyebut bahwa kasus ini adalah kasus salah sasaran, karena seharusnya sate tersebut diberikan ke Tomi, bukan anak pengemudi ojol.
 
Go on…
Setelah kejadian ini, polisi pun langsung gercep melakukan penyelidikan dan hasilnya, mereka berhasil mengamankan NA di kediamannya di Bantul, Yogyakarta. Menurut polisi, berdasarkan penyelidikan yang mereka lakukan itu, diketahui bahwa NA berprofesi sebagai pegawai salon dan motif tindakannya adalah karena doi diduga sakit hati pada Tomi aka cowok yang seharusnya menerima sate ayam tersebut.
 
Ya ampun..emang si Tomi ngapain sih? 
Menurut keterangan dari Pak Burkan, NA sakit hati sama Tomi karena menikah dengan orang lain. FYI, Tomi adalah anggota Satreskrim Polresta Yogyakarta yang sempat memiliki hubungan dengan NA sebelum ia menikah dengan orang lain. Menurut keterangan dari Polres, NA hanya berniat untuk memberi pelajaran ke si Tomi, yaitu dengan membuatnya mules atau sakit perut aja. NA juga mengaku bahwa dia mendapat ide dari pelanggan salonnya (R) yang menganjurkan NA untuk mencampur bumbu sate dengan KCN. NA juga mengakui bahwa dia membeli KCN tersebut secara online.
 
Ouch, so what now? 
At this point, polisi lagi mencari tahu untuk memastikan apakah NA dan pelanggan salonnya itu benar-benar nggak tahu dampak dari KCN apabila dimasukkan ke tubuh manusia. Meanwhile, NA udah ditangkap dan dikenakan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana mati, atau penjara seumur hidup, atau paling lama dipenjara selama 20 tahun.

Who’s just sent out a threat?

North Korea aka Korea Utara.

Ke siapa?
Ke Amerika Serikat.
 
Kok bisa?
Bisa. Jadi awalnya, pada minggu lalu, dalam pidatonya di Kongres, Biden mengatakan bahwa program nuklir di Pyongyang, Korut merupakan ancaman serius bagi keamanan Amerika dan dunia. White House juga bilang bahwa Korut adalah salah satu negara paling represif dan totalitarian yang ada di dunia saat ini.
 
Realllyyyy?
Yep, seiring dengan pernyataan ini, Korut bete dong. Jadi kemarin, Korut lewat keterangan media resminya menyatakan bahwa Amerika Serikat bakal mengalami krisis besar yang nggak bisa dikontrol akibat pernyataan Biden itu.
 
Serem…
Yes. Terus menurut Direktur Jenderal urusan Amerika Kementerian Luar Negeri Korut, Kwon Jong Gun, pernyataan Biden tersebut blunder banget, dan merupakan kesalahan besar serta kebijakan yang ‘ketinggalan zaman’.  Ia juga menyebut bahwa pernyataan Biden itu menunjukkan bahwa AS tetap berniat untuk memberlakukan kebijakan luar negeri yang “sadis” ke Korut, kayak yang mereka lakukan selama ini.
 
Jadi Korut bete banget?
Banget. Selain itu, jong-Gun juga menampik semua statement Biden. Menurutnya, tudingan Biden yang bilang bahwa Korut adalah negara paling represif merupakan penipuan politik. Terus AS juga gausa deee ngomong-ngomong HAM, orang mereka juga punya kasus rasisme yang parah dan mengakibatkan korban jiwa dan korban covid-19 yang mencapai 580 ribu orang. Menurutnya, kasus-kasus tersebut merupakan bukti bahwa penegakkan HAM di AS juga nggak bagus-bagus banget.

Tapi kok bisa tiba-tiba Biden ngeluarin statement begini?

Bisa aja, karena sebelumnya, kantor jubir White House emang mengumumkan bahwa mereka baru aja menyelesaikan review selama satu bulan penuh terhadap kebijakan AS ke Korut. Hasilnya, Washington bakal mengeluarkan kebijakan yang lebih “terkalibrasi dan praktikal”, yang bakal beda sama kebijakan Trump sebelumnya yang banyak nego-nego, atau kebijakan Obama yang fokus pada “kesabaran strategis”.

I see…
Nah guys, bukan cuma bete sama Biden, namun Korut juga bete banget sama Korea Selatan yang dinilai membiarkan para warganya menerbangkan brosur-brosur propaganda yang isinya mengkritisi pemerintahan Korut dan mendorong demokratisasi.
 
Brosur?
Iya, jadi saking deketnya jarak antara perbatasan Korut dan Korsel, para aktivis prodemokrasi Korsel sering banget ngirim brosur atau selebaran prodemokrasi ke Korut pake balon. Nah terkait hal ini, adiknya Kim jong-Un yakni Kim yo-Jong bete banget dan mengancam bahwa Korsel juga bakal menghadapi konsekuensi yang berat kalo membiarkan para aktivis ini terus melakukan aksinya.
 
Tension…tension…
Yep, panas ya guys. Adapun terkait kebijakan ini, banyak pengamat yang menilai bahwa peringatan-peringatan Korut tadi bertujuan untuk merenggangkan hubungan Korsel dan AS. Hal ini karena bentar lagi neh, Presiden Biden dan Presiden Korsel Moon Jae-in bakal mengadakan pertemuan bilateral.

What’s increasing during this pandemic?

My weight?
Nope.
 
Terus apa?
Unemployment rate aka angka pengangguran.
 
Tell me. 
Ok. Jadi kemarin, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal baru memaparkan bahwa tingkat pengangguran muda Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara.
 
Jeng jeeeeng….
Yep. Menurut data mereka, pengangguran muda di Indonesia mencapai 20 persen di tahun 2020 kemarin. Jumlah tersebut lebih banyak dari Filipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia yang rata-rata penganggurannya 15 persen. Hal ini menunjukkan bahwa di Indonesia masih ada permasalahan terkait penciptaan lapangan kerja.
 
Oh no…
🙁 Terus berdasarkan data CORE, jumlah pengangguran yang umurnya 20 – 29 tahun sebenarnya udah meningkat sejak sebelum ada pandemi covid-19. Yang menarik juga, CORE menemukan bahwa pada angkatan kerja yang usianya lebih tua, maka angka penganggurannya cenderung datar. Artinya, saat ini yang banyak justru pengangguran muda yang berpendidikan aka educated youth unemployment. Selanjutnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menunjukkan bahwa persentase penganggur muda yang paling banyak adalah mereka yang berpendidikan menengah ke atas. Dengan kata lain, semakin tinggi pendidikan, belum tentu semakin gampang mendapatkan pekerjaan, seperti yang selama ini dipercaya banyak orang.
 
Sad… 
Iya. Nah, sejak pandemi covid-19 ini, ternyata tingkat pengangguran bagi yang usianya di atas 30 tahun juga ikutan meningkat gengs. In fact, per Agustus tahun lalu, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 9,77 juta.
 
Terus gimana? 
Menurut Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015 – 2020 Halim Alamsyah, Indonesia harus memastikan pertumbuhan ekonominya mencapai 6 persen untuk mengurangi angka pengangguran di atas. FYI, menurut Pak Halim, setiap tahunnya Indonesia punya sekitar 3,5 – 4 juta angkatan kerja baru or fresh graduates.
 
That’s a lot! 
Exactly. That’s why ekonomi Indonesia harus tumbuh sekitar 5 persen, supaya mereka bisa dapat pekerjaan. Selain itu, Pak Halim juga berpendapat bahwa pemerintah harus memberikan bantuan sosial untuk para pengangguran. Pak Halim juga mengatakan bahwa pemerintah juga harus memperbaiki rasio perpajakan (tax ratio) di Indonesia, yang menurutnya masih rendah, yaitu antara 10 – 11 persen.
 
Anything else? 
Ekonom Senior Faisal Basri mengatakan bahwa kesejahteraan masyarakat Indonesia masih rendah, di mana ada sekitar 52 persen masyarakat yang rentan jatuh miskin. Jumlah ini beda jauh dari Malaysia yang jumlahnya sekitar 3 persen dan Thailand sekitar belasan persen.  FYI, jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah 27,55 juta pada September 2020.

For when you can’t wait to receive your THR…

Because your shopping chart is full.
Iya guys, kalo kamu udah ga sabar banget nerima THR buat belanja online, maka kamu nggak sendirian. Menurut Lembaga riset Continuum, emang 90 persen pengguna media sosial punya rencana untuk menggunakan THR-nya untuk belanja.  Hal ini merupakan hasil riset Continuum yang berjudul Analisis Perilaku Konsumen Menggunakan Pendekatan Big Data yang baru aja di-publish pada Senin kemarin. FYI, risetnya ini melibatkan 1.204.102 pembicaraan di 934.671 akun media sosial pada 1 – 25 April 2021.  Salah satu pertanyaan riset tersebut adalah, ‘untuk apa penggunaan THR?” dan 90 persen menjawab bahwa mereka bakal membeli barang, bisa jadi online atau offline.  Selain itu, menurut Analis Data Continuum, Muhammad Azzam, ada sebanyak 44,7 persen pengguna media sosial yang udah dapat THR dan siap belanja.  Kemudian, ada 31,3 persen yang belum mendapatkan THR,  dan 16,6 persen yakin nggak bakal dapat THR, dan 7,4 persen bilang kalau mereka dapat THR tapi dicicil.
Which one are you?

“China, my friend, how politely can I put it? Let me see… O…GET THE F**K OUT,”

Bukan, itu bukan twit marah-marah dari akun buzzer guys, tapi ini adalah twit actual, beneran, yang dicuitkan sama Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin kemarin. Jadi twit ini muncul sebagai bentuk ke-kzl-annya atas keberadaan kapal laut China yang terus terusan nongol di perairan Laut China Selatan, yang masih jadi bahan sengketa wilayah antara China dan negara-negara Asia lainnya, termasuk Filipina.
 
So much for diplomacy…

Catch Me Up! Recommendations

Want to start making money online? Well, here’s some easy ways.

Announcement


No one bought us coffee yesterday 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereAtau, kalo kamu mau beli merchendise resminya Catch Me Up! kamu juga bisa belanja-belanji di sini. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)


Angel’s Stories

1. Pandemi ini bener-bener buat ekonomi keluargaku terpuruk, dari yang sebelumnya emang lagi susah jadi makin susah. Tapi, ada aja orang baik di sekitarku. Aku kesulitan untuk bayar UKT kuliah dan ortuku bilang sudah nggak sanggup biayain karena harus mengalah buat biayain sekolah adik-adikku. Eh, di saat kayak gitu, justru muncul mas sepupuku dan beliau bilang, “UKT (namaku) gak usah dipikirin, biar dibayarin sama mas sampe lulus. Jangan pikirin balikin dulu uangnya, pikirin gimana biar keluar dari jerat susah dulu.” In the end, ternyata masih ada orang sebaik mas-ku yang berani membantu tanpa pamrih dan tanpa berharap untuk apa-apa. Mas sepupuku bener-bener ngebuka mata bahwa ternyata ada orang di dekat kita yang butuh bantuan kita walaupun sedikit.
-Anonymous-
 
2. Aku sengaja bangun siang karena bad mood. Setiap buka mata pengen tidur lagi. Tapi karena keganggu notif PJJ, yaudah aku maksa bangun. Rasanya tuh hari ini dan selanjutnya bakal beratttttttttt bangettttttt. (Aku gatau, sebenernya aku juga benci sama nethink-ku ini.) Dan, membaca e-mail dari CMU itu rutinitas pagi yang bikin aku freshSo, now I feel betterfeel better lagi setelah selesai nulis ini wkwkwk. Thanks a lot, CMU & Angel’s Stories! Sama satu lagi, aku masih butuh support😭Siapapun itu, please send me positive thoughts by email.
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!