Pandemi Covid-19 Mendorong Munculnya Peningkatan Jumlah Buruh Anak di Beberapa Negara

31

What’s increasing during the pandemic?

Child Labour. 
 
What do you mean?
Jadi kemarin, Human Rights Watch baru aja menerbitkan laporan yang menjelaskan bahwa pandemi covid-19 mendorong munculnya peningkatan jumlah buruh anak di beberapa negara, seperti Ghana, Nepal, Uganda, dll.
 
🙁 really?? 
Sadly, iya. Dalam laporannya yang bertajuk “I Must Work to Eat: Covid-19, Poverty, and Child labour in Ghana, Nepal, and Uganda”  tersebut, HRW menyebutkan bahwa anak-anak di negara ini terpaksa bekerja untuk membantu pekerjaan orang tuanya agar keluarga mereka bisa ‘makan’. Sebagai contoh, gara-gara pandemi, orang tua mereka kehilangan pekerjaan, jadi mau nggak mau anak-anak harus ikutan kerja supaya bisa bertahan hidup.
 
Go on… 
Ok. Jadi dalam melakukan penelitiannya ini, para peneliti mewawancarai 81 buruh anak di tiga negara tadi. Rata-rata dari mereka bekerja di tungku pembakaran, pabrik karpet, tambang emas, tambang batu, perikanan, hingga perkebunan. Selain itu, para anak-anak juga biasanya bertugas sebagai mekanis, pengemudi becak hingga menjual barang-barang di jalanan.
 
I see…
Nah berdasarkan wawancara tadi, ditemukan juga bahwa anak-anak ini kerja dalam waktu yang panjang, setidaknya 10 jam per hari, bahkan ada yang kerja seminggu non-stop. Selain itu, mereka juga harus bekerja di lingkungan yang berbahaya dan mengancam pertumbuhan fisik mereka, kayak misalnya kerja di pertambangan emas yang bikin anak-anak ini harus membawa material yang berat dan berbahaya.
 
:(.
Satu lagi guys, faktor yang juga signifikan dalam meningkatkan jumlah buruh anak adalah penutupan sekolah karena pandemi. Dari hasil wawancaranya ditemukan bahwa ketika sekolah tutup, anak-anak ini langsung kehilangan akses ke pendidikan sama sekali, dan juga ga dapet lagi school lunch gratis dari sekolah. Hasilnya, mereka jadi harus bekerja dan bahkan ketika sekolahnya udah kembali buka, mereka udah keburu drop out secara permanen.
 
Hiks..terus gimana dong?
Well, dalam laporannya, HRW merekomendasikan agar pemerintah dan para donor bisa memprioritaskan untuk memberikan tunjangan sosial supaya keluarga-keluarga nggak harus mempekerjakan anak mereka sendiri. FYI, laporan ini dirilis sebelum peringatan World Day against Child Labor pada tanggal 12 Juni 2021 nanti.