Muslim di AS Memboikot Acara White House Eid Celebration Virtual oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Gojek dan Tokopedia Resmi Merger Dan Membentuk Grup GoTo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto : Kasus Covid-19 Masih Relatif Terkendali per Senin Kemarin, Pemerintah China Resmi Tutup Jalur Pendakian dari Wilayah Tibet ke Gunung Everest, Sebagai Antisipasi Resiko Penyebaran Covid-19

108

Hi there,

Good morning. Last night, we came across so many gruesome footage of Israeli attack on Palestine. To see that is beyond heartbreaking, and it made us realize that being able to sleep at night, in a warm bad, knowing that we will wake up tomorrow in a peaceful country is such… a privilege. Thus, we’d like to ask you to do two things: First, keep advocating freedom for Palestine in any way you can. And second, maintain peace in our motherland. Never, ever, take that for granted.


Who’s decided not to come to Halal biHalal in the White House?

The Muslim community in the United States.
 
Why? 
Karena mereka kecewa sama sikap pemerintahan Biden dalam serangan Israel ke Palestina.
 
I need some background. 
OK. Jadi beberapa kelompok advokasi masyarakat muslim di Amerika Serikat memutuskan untuk memboikot gelaran halal bihalal aka White House Eid Celebration yang dilaksanakan secara virtual oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden Hari Minggu kemarin. Alasannya, mereka kecewa sama Pemerintahan Biden yang ‘membantu, bersekongkol, dan membenarkan’ serangan udara Israel terhadap warga Palestina di Gaza.
 
Tell me more.
OK. Jadi hingga saat ini, serangan Israel ke Palestina semakin parah, di mana kemaren banget nih, Israel baru aja mengkonfirmasi bahwa mereka berhasil menghancurkan terowongan sepanjang 15 meter milik Hamas. Tapi ga cuma terowongan bawah tanahnya aja yang ancur guys, namun jaringan listrik dan jalan rayanya juga ambyar. Menurut otoritas setempat, serangan ini merupakan yang paling parah yang dilakukan Israel ke Palestina sejak ketegangan antara kedua belah pihak terjadi di Bulan Ramadan lalu. Mau tau awal mula serangannya gimana? Details here.  
 
I see, terus kenapa Halal bi Halal-nya diboikot? 
Karena Biden dinilai ‘membenarkan’ tindakan Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Menurut Nihad Awad, Executive Director of the Council on American-Islamic Relations (CAIR), mereka nggak bisa merayakan Idul Fitri dengan Pemerintah Biden yang jelas-jelas ‘mendukung’ perbuatan Israel terhadap warga Palestina di Gaza.  Padahal sebelumnya CAIR yang mendorong masyarakat Muslim di AS untuk ikutan acara ‘spesial’ (virtual Eid Celebration) tersebut.
 
Ouch..terus gimana? 
Well, CAIR mengatakan bahwa Presiden Biden punya kekuatan politik dan kewenangan moral untuk menghentikan ketidakadilan. That’s why CAIR mendorong Biden untuk memihak kepada para korban, bukan ke yang ‘menimbulkan’ korban. Selain itu, beberapa pembuat kebijakan di AS yang tergolong progresif, beserta advokat Palestina dan kelompok HAM, sampe model Bella Hadid juga mendorong Presiden AS untuk menekan Israel untuk menghentikan serangan militer mereka. Selain itu, anggota senat asal Vermont Bernie Sanders juga mendorong negaranya untuk nge-review lagi kebijakan AS yang ngasih bantuan militer sebesar US$ 4 Milyar per tahun.
 
Whoaaaa….
Nah, desakan nggak cuma datang dari luar negeri, tapi juga luar negeri. Dalam meeting mendadak yang digelar sama Dewan Keamanan PBB (UN Security Council) pada Minggu kemarin, China meminta Amerika Serikat untuk jangan ganggu-ganggu deh, kalo anggota security councils mau mengambil tindakan dalam konflik ini, mendingan u bantuin cari solusi untuk menurunkan ketegangan di sana. Terus, China juga menawarkan diri untuk menjadi host ‘peace talks’ antara Israel dan Palestina.
 
Lha… terus US ngapain?
Nah ini nih guys, yang bikin banyak pihak kuciwa karena Biden dinilai ‘membenarkan’ serangan Israel terhadap Palestina. Dalam percakapannya via telepon sama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu kemarin, Biden bilang bahwa Israel mempunyai ‘hak’ untuk membela diri (right to defend) dari ‘serangan’ warga Palestina.  Hal ini dikritik oleh anggota-anggota partainya sendiri yang menyatakan bahwa seharusnya Biden menentang serangan yang dilakukan oleh Israel.
 
OK Anything else I need to know?
FYI guys, sejak pindahan ke White House aka jadi presiden, Biden dinilai banyak pihak belum melakukan apa-apa dalam mengubah kebijakan presiden AS sebelumnya Donald Trump yang super keras terhadap Palestina. Yep, di era Trump, AS dengan terang-terangan mendukung  pendudukan Israel di Palestina, mindahin ibu kota Israel (dari Tel Aviv) ke Yerusalem yang masih merupakan tanah Palestina, menghentikan bantuan kemanusiaan AS ke Palestina, sampe mengabaikan hubungan diplomatik sama Palestina. Nah dalam kampanyenya, Biden kerap bilang bahwa kebijakan Trump itu “merusak” dan dangkal, serta doi mendukung solusi dua negara. Tapi ya gitu, now that the conflict has escalated dan dia udah jadi presiden, kebijakan US terhadap Palestina-Israel dinilai masih sama aja kayak pas jaman Trump.

Who’s just decided to be together forever?

Gojek dan Tokopedia.
 
Tell me… 
Ok. Some of you might already heard: Gojek dan Tokopedia baru aja resmi merger dan membentuk Grup GoTo per Senin kemarin.
 
Merger tu apanya burger kak?
Ha-ha-ha, jauuuh :P. Jadi merger itu berarti penggabungan usaha, in this case, Gojek gabung sama Tokopedia yang membentuk Group GoTo. Penggabungan ini juga merupakan kolaborasi dua perusahaan internet dan layanan terbesar di Indonesia, termasuk di Asia juga.
 
Whooaaa…go on.. 
Iya, jadi dalam keterangan resminya, Group GoTo ingin menciptakan platform konsumen digital terbesar di Indonesia, khususnya untuk melayani kebutuhan konsumsi rumah tangga. Platform tersebut rencananya akan mengkombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi dan keuangan juga. In other words, layanan Gojek dan Tokopedia digabung jadi satu. This is huge. 
 
How huge? 
Bayangin aja, jadi saat ini, Gojek punya dua juta mitra pengemudi dan Tokopedia punya lebih dari 11 juta mitra usaha per Desember 2020 kemarin.  This means, secara keseluruhan, total transaksi atau total gross transaction value (GTV)-nya Gojek dan Tokopedia di tahun 2020 kemarin mencapai lebih dari US$22 miliar, which is about Rp308 triliun. Meanwhile, pengguna aktif kedua aplikasi per bulannya (Monthly active users/MAU) mencapai lebih dari 100 juta. Bahkan, berdasarkan beberapa penelitian, mereka bisa berkontribusi ke PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia sekitar 2 persen.
 
Whaaaaat? Now who’s the leader? 
Jadi CEO Grup GoTo adalah Andre Soelistyo (dari Gojek), dan Patrick Cao (dari Tokopedia) menjabat sebagai Presiden GoTo. Meanwhile, CEO Gojek tetap Kevin Aluwi, dan CEO Tokopedia tetap William Tanuwijaya.  FYI, selain jadi CEO Grup GoTo, Andre juga harus memimpin bisnis pembayaran dan layangan keuangan yang namanya GoTo Financial yang juga mencakup layanan GoPay dan layanan keuangan bisnis mitra usaha.
 
I see, did anyone say anything? 
Yep. Menurut Andre Soelistyo, Grup GoTo bisa membuat mitra driver Gojek punya pendapatan yang lebih besar, karena kemungkinan bakal mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia.  On the other hand, para penjual/mitra merchant Tokopedia bisa meningkatkan usahanya melalui layanan-layanan yang tersedia. Selain itu, Andre juga mengatakan bahwa Grup GoTo bisa sekaligus mendorong adanya inklusi keuangan di Indonesia dan Asia Tenggara.
 
Anything else? 
CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, mengatakan bahwa pembentukan Grup GoTo sesuai dengan misi awalnya Tokopedia, which is menciptakan dampak sosial dalam skala besar, termasuk memberikan kesempatan yang setara bagi para pegiat UMKM lokal untuk mengembangkan bisnisnya.  Grup GoTo juga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
 
I wanna hear what the partners said…
OK. Jadi terkait penyatuan ini, Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) menyambut baik keputusannya dan berharap supaya kolaborasinya bisa berdampak baik bagi mitra. Selain itu, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono juga menyampaikan harapannya supaya kolaborasi ini bisa menambah penghasilan bagi para mitra, termasuk pendapatan, bonus, hingga kesejahteraan.

Who just gave out an update?

The government.
 
On?
On Covid-19 situation post-lebaran.
 
Tell me. 
Alright. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kasus covid-19 masih relatif terkendali per Senin kemarin.
 
Really?
Yep. Menurutnya, jumlah kasus aktif di Indonesia saat ini adalah 5,3 persen, which is di bawah rata-rata global yang kasus aktifnya mencapai 11,09 persen. Meski begitu, kita harus teteup waspada gengs, karena angka kematian di Indonesia lebih tinggi dibanding rata-rata global. FYI, angka kematian di Indonesia mencapai 2,8 persen, padahal angka kematian di tingkat global hanya 2,07 persen.
 
I see, go on… 
Selain itu, kamu juga jangan seneng dulu guys, karena meskipun Pak Airlangga bilang bahwa kasusnya terkendali, namun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yakin banget bahwa bakal ada kenaikan kasus positif corona di Indonesia per minggu depan.  Hal ini karena angka positivity rate-nya tinggi, dan belakangan ini, jumlah orang yang diperiksa per harinya berkurang.
 
Kok bisa tesnya berkurang?
Karena lebaran gengs. Menurut Pak Wiku, turunnya jumlah pemeriksaan Covid-19 dalam seminggu terakhir bisa terjadi karena bertepatan dengan libur Idul Fitri 1441 Hijriah, sehingga petugasnya terbatas.
 
Got it. 
Yep. Lebih jauh Pak Wiku menjelaskan bahwa biasanya, total pemeriksaan mencapai 40 ribu per hari. Namun per tanggal 9 Mei, jumlahnya berkurang menjadi 30.249 orang per hari. In fact, minggu lalu, tepatnya tanggal 14 Mei, cuma ada 15.495 orang yang diperiksa dalam sehari. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa ada potensi peningkatan kasus.
 
So, what now?
Well, balik lagi ke Pak Airlangga, menurutnya, ada peningkatan kasus positif di 15 provinsi, which includes Aceh, Sumut, Sumbar, DKI Jakarta, dan NTB. Oleh karena itu, pemerintah bakal memastikan ada pemantauan mobilitas penduduk, khususnya di Sumatra-Jawa.  Selain itu, pemerintah juga akan melakukan random testing di beberapa provinsi menuju Jakarta, serta melakukan mandatory check di pelabuhan Bakaheuni.
 
I see, how about Jakarta? 
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa pihak pemprov bakal melakukan screening warga yang balik ke Jakarta, serta melakukan screening di masyarakat juga. Selain itu, Pak Anies juga menginstruksikan camat dan lurah di wilayah Jakarta untuk mendata siapa-siapa aja warganya yang baru balik dari mudik lebaran.
 
Anything else I should know?
Well, kamu juga perlu tahu ni guys, bahwa kemarin, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pak Doni Monardo bilang bahwa hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatera masuk ke dalam zona merah dan oranye Covid-19. Zona merah artinya berisiko tinggi menularkan virus corona, sementara zona oranye berisiko sedang.

What’s being closed due to pandemic?

Mount Everest.
Yep, minggu lalu, pemerintah China udah secara resmi menutup jalur pendakian dari wilayah Tibet ke Gunung Everest, sebagai antisipasi atas resiko penyebaran Covid-19. Dalam keterangan dari kantor berita China Xinhua News Agency beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa pemerintah udah nggak ngasih izin pendakian lagi buat para pengunjung yang mau naik gunung lewat jalur Tibet. Hal ini demi menghindari interaksi antara pendaki yang naik dari China dengan yang datang dari jalur Nepal, secara di Nepal lagi terjadi lonjakan kasus Covid-19.
 
Di Nepal sendiri, kamp pendakian sudah ditutup demi menghindari penyebaran Covid-19 di antara para pendaki. FYI guys, saat ini, angka kasus Covid-19 di Nepal memang lagi meningkat, di mana pada Jumat minggu lalu, dilaporkan bahwa ada lebih dari 8.000 kasus Covid-19. Menurut catatan dari Menteri Kesehatan Nepal, 29% dari total kasus di sana ditemukan dalam 10 hari terakhir.

“Ada pocong-pocongan di pinggir jalan yang ikut serta. Itu merupakan inovasi petugas di lapangan untuk mengingatkan kita semua bahwa COVID-19 berpotensi dapat menjadikan kita seperti yang ditampilkan tadi di pinggir jalan.”

Yep, itu guys kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imannudin tentang alasan kenapa segala ada pocong di pos pemeriksaan tes swab antigen Jalan Raya Pantura, Bitung, Tangerang, Banten, kemarin. Jadi menurut Pak Kapolres, kehadiran pocong ini untuk ngasih pesan pada para pemudik soal bahaya Covid-19 yang bisa bikin kita berakhir jadi kayak pocongnya. Hiiii….
 
When you gotta stop Mudik and still being creative…

Catch Me Up! Recommendations

Germs can make you sick, so be careful of these 50 germiest stuffs that you touch everyday…

Announcement


Thanks to Nanda Alhumaira, Seseorang & Adhityaps for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereAtau, kalo kamu mau beli merchendise resminya Catch Me Up! kamu juga bisa belanja-belanji di sini. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Hi CMU Team, I am not gonna write an angel’s story (bcs idk if this fits the category hehe). I just wanna thank you all for consistently writing to us even before six every morning. And especially today, when Monday feels 1000x heavier, when your email notification popped up on my screen, I felt like there are people out there who also give out their best to do their jobs, so I’m gonna give my best too! In short, you guys are an inspiration to keep me going! That’s it, have a lovely weekend ahead. Love from your reader <3
-Anonymous-
 
2. Jadi pas lebaran kemarin, aku sedih banget karena ga bisa mudik. Ini udah yang kedua kalinya, dan rasanya ga enak banget. Apalagi sebenernya aku kangen sama orang tuaku. Tapi kemudian pas Hari H Lebaran, ibu kosanku ngirimin makanan! Sederhana sih, ketupat sama opor aja, tapi hati ini rasanya seneeeng banget. Ditambah siangnya, aku video call-an sampe puas sama keluargaku. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita bisa segera bertemu orang-orang tersayang ya!
-Seseorang-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!