Isu Pemecatan Pegawai KPK, Novel Baswedan Menjadi Salah Satu yang Diduga Akan Dipecat, Joe Biden : Seiring Dengan Progress Penyaluran Vaksin Covid-19, Kemungkinan Kehidupan di AS Akan Kembali Normal Pada Akhir Musim Panas Tahun Ini, Beberapa Bahasa Daerah Khususnya di Wilayah Indonesia Tengah dan Timur, Terancam punah, ASN Tidak Diperbolehkan Mengadakan Open House atau Halal Bihalal Lebaran Nanti

82

Rise and shine!

 
It’s a new day, and if you think Wednesday is hard, it’s ok. Accept what you feel and just take a deep breath before your first meeting today. Remember, weekend is coming sooner than later…

For when you’ve been hearing about KPK…

Here’s your updates.
 
Please.
OK. Jadi kemarin, publik dikejutkan oleh munculnya isu pemecatan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nggak tanggung-tanggung, salah satu yang diduga bakal dipecat adalah penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Hal ini kemudian memunculkan dugaan bahwa “pemecatannya” udah direncanakan, demi melemahkan KPK.
 
Tapi kok bisa dipecat?
Everybody, meet: Undang-Undang KPK no.19 tahun 2019 yang mengatur bahwa status pegawai KPK adalah ASN aka Aparatur Sipil Negara. Nah, secara namanya ASN, maka para pegawai KPK harus mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk beralih status jadi ASN KPK, yaa…kayak calon-calon ASN lain gitu.
 
Emang sebelumnya enggak?
Enggak. Pada undang-undang KPK sebelumnya, karyawan KPK itu statusnya ya karyawan tetap, atau tidak tetap aja, tapi bukan ASN. Baru deh pada aturan baru yang disahkan pada 2019 lalu, undang-undang mengamanatkan biar karyawan KPK juga berstatus ASN. Hal ini dari awal emang udah menuai protes, karena dinilai bakal mengganggu independensi pegawai KPK dan lembaga KPK yang emang independen. Hal ini karena kan PNS atau ASN itu ada di bawah subordinasi pemerintah. Tapi ya… undang-undangnya lolos juga.
 
I see… balik ke pecat-pecatan tadi…
Nah, berdasarkan kabar yang beredar kemarin itu, disebutkan bahwa ada 75 pegawai KPK yang nggak lolos TWK, termasuk Bang Novel tadi. Selain beliau, dikabarkan juga di antara yang nggak lolos ada Ketua Satuan Tugas (Kasatgas), penyidik, penyelidik, pengurus inti Wadah Pegawai (WP) KPK, dan beberapa orang pegawai berprestasi. Ya karena nggak lolos, maka muncul dugaan bahwa para karyawan itu terancam dipecat.
 
Seriusss?
Iya. Kemarin, Bang Novel juga bilang bahwa dia telah mendapat informasi tentang nama-nama pegawai KPK yang nggak lolos TWK tersebut.  Menurutnya, upaya untuk menyingkirkan orang-orang baik dan berintegritas di KPK adalah upaya lama yang masih terus dilakukan.
 
Emang yang ngadain TWK-nya siapa?
Yang ngadainnya sih Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan kerjasama bareng lembaga-lembaga lain, including Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelejen Strategis (BAIS), dan Dinas Psikologi Angkatan Darat (PsiAD). FYI, lembaga-lembaga ini dilibatkan dalam semua proses asesmen, termasuk penilaian.
 
Whooaa..go on.. 
Selain nggak lolos, beredar juga kabar bahwa Ketua KPK, Firli Bahuri, ‘ngotot’ mau memecat para pegawai lembaga antirasuah yang nggak lolos TWK. Padahal sebenernya, nggak ada tuh, pemecatan di peraturan mana pun. Menurut sumber internal, katanya Pak Firli mendorong pemecatan ini ketika rapat pimpinan, namun beliau kemudian diingatkan sama pimpinan KPK lainnya tentang citra lembaga kalau memang mereka beneran main pecat aja. Terus, ya gimana juga nasib kerja-kerja pemberantasan korupsi kalo karyawannya di PHK gitu.
 
Hah beneran tuh?
Kalo kata Pak Firli sih nggak, gengs. Dalam keterangannya, beliau bilang bahwa kepemimpinan KPK bersifat kolektif kolegial, meaning semua keputusan diambil oleh semua pimpinan KPK. Jadi, nggak ada tuh, pemaksaan kehendak.
 
I see, terus gimana? 
Well, Sekretaris Jenderal KPK, Cahya Hardianto Harefa mengatakan bahwa hasil TWK masih disegel dan disimpan dengan aman di gedung Merah Putih KPK.  Ia juga menjelaskan bahwa hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi.  FYI, ada 1.349 pegawai KPK yang ikut TWK.
 
Got it. Anything else I should know?
Kayak isu-isu lain terkait KPK, kabar pemecatan ini juga langsung menuai pro dan kontra di masyarakat. Menurut Mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, pimpinan KPK harusnya nggak mencari pembenaran untuk memecat orang-orang yang udah menunjukkan performa dan tangguh dalam memberantas korupsi. Hal senada diungkapkan sama Mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto yang menyebut bahwa ada gelagat bahwa SDM KPK sedang dihabisi. Meanwhile, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh meminta publik supaya nggak berpolemik dan tenang dulu, secara hasil tesnya belum diumumin.

Who’s getting ready for summer?

The US and Europe.

Really?
Yep. Berita positif ni gengs…. jadi Hari Senin kemarin, Presiden Amerika Serikat Joe Biden bilang bahwa seiring dengan progress penyaluran vaksin Covid-19 di negaranya, maka mudah-mudahan yah, Insya Allah, kehidupan di AS bakal kembali normal pada akhir musim panas tahun ini. Yuhuuuu…

Whoaaaa…
Yep, jadi pas ditanya sama wartawan soal progress penyaluran vaksinnya, Biden bilang bahwa yaa kemungkinan akhir summer (sekitar Juli/ Agustus), kehidupan bakal balik lagi normal dan situasi pandemi di AS bakal beda banget dari sekarang.

Gara-gara vaksin nih?
Iya, jadi sampe awal minggu ini, Amerika Serikat udah memvaksin lebih dari 140 juta warganya, dan hasilnya langsung keliatan. Selain angka penularan turun, jumlah korban meninggal juga menurun drastis. Menurut data dari Johns Hopkins University, saat ini Amerika udah mencapai angka kematian harian terendah sejak Juli tahun lalu. Selain itu, jumlah kematian sekarang juga menurun sampe 80% dibanding pas Januari.
 
Emang proses vaksinnya udah sejauh mana?
Jadi jumlah warga AS yang udah divaksin kini mencapai 40% populasi orang dewasa, namun emang angkanya masih jauh untuk mencapai herd immunity, yakni sekitar 70-85% dari populasi yang harus divaksin. Terkait hal ini, ahli penyakit penular AS Dr. Anthony Fauci bilang bahwa satu-satunya cara untuk terus menekan angka kematian adalah dengan meningkatkan jumlah vaksinasi.
 
I see…
Yep, jadi emang dalam berbagai kesempatan, pemerintahannya Biden udah menegaskan bahwa mereka punya goal untuk bikin warga AS bisa santai-santai ngumpul merayakan 4th of July aka hari kemerdekaannya dalam kelompok kecil. Karena itulah, Biden bilang dia lagi kerja keras banget biar AS bisa buru-buru mencapai herd immunity.
 
Got it. Now what about Europe?
Nah, berita bagus dari Eropa juga ni guys. Setelah hampir setahun menutup perbatasannya, maka pada Bulan Juni mendatang, Uni Eropa rencananya bakal mulai membuka diri buat kunjungan yang datang dari negara-negara dengan angka Covid-19 yang rendah. Menurut proposal dari Komisi Uni Eropa Senin kemarin, pelonggaran aturan ini bakal berlaku buat perjalanan yang nonessential, artinya bukan buat kerjaan doang. Namun kamu juga udah bisa berkunjung ke Eropa sebagai turis.
 
Yeay!
Yep, seiring dengan kesuksesan program vaksinnya, Uni Eropa berencana bikin daftar negara-negara yang warganya boleh masuk ke Uni Eropa dengan ga perlu dikarantina. Rencananya, aturan ini bakal diberlakukan pada Juni mendatang, dan bakal berlaku di 27 negara anggotanya. Nah, tapi untuk bisa melakukan kunjungan ini, kamu harus udah divaksin at least 14 hari sebelum nyampe ke Eropa, dengan vaksin-vaksin yang udah di-approve, kayak BioNTech/Pfizer, Oxford University/AstraZeneca, Johnson & Johnson and Moderna.
 
Yahh kok gaada vaksin yang dipake di sini 🙁
Tenang guys, karena siapa tau aturannya berubah, heuheu. Masih menurut proposal dari Komisi Uni Eropa, kalo kondisi Covid-19 di negara non-EU memburuk, atau ada varian baru yang mengkhawatirkan, maka negara anggota boleh menarik “rem darurat” untuk menghentikan perjalanan ke dan dari Uni Eropa. Selain itu, planning-nya juga masih dibahas internal dan bakal di-review terus pengimplementasiannya setiap dua minggu sekali.

For when your mother tongue is your local language…

Be proud of yourself. 
 
Why? 
‘Cause menurut LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), ada beberapa bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah.
 
Hah serius?
Iya. Menurut Peneliti Utama di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI Obing Katubi, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa beberapa bahasa daerah, khususnya di wilayah Indonesia tengah dan timur, terancam punah. FYI, Indonesia saat ini punya setidaknya 700 bahasa daerah, dan di wilayah Indonesia Tengah dan Timur sendiri ada sekitar 400 bahasa.
 
Whooaa…that’s a lot! 
Yep.  Menurut Oding, ada beberapa faktor yang membuat bahasa-bahasa tersebut terancam punah, seperti penaklukan, tekanan ekonomi, kontak bahasa dan budaya yang meleburkan bahasa, dan politik bahasa. Selain itu, Oding juga mengatakan bahwa sikap negatif atau cuek terhadap Bahasa yang berpotensi punah juga menjadi salah satu faktor yang membuat Bahasa tersebut akhirnya beneran punah.  Menurutnya, sikap dan loyalitas kita terhadap Bahasa juga berpengaruh gengs.
 
Emangnya kenapa kalau bahasa punah? 
Menurut Oding, kalau suatu Bahasa punah, maka bakal ada dua kerugian. Pertama, kerugian terhadap komunitas dan kedua, terhadap ilmu pengetahuan. Untuk suatu komunitas, kalau bahasanya punah, sama aja kayak identitas budayanya punah juga. Sementara itu, dari segi ilmu pengetahuan, kalau ada Bahasa yang punah berarti ada ancaman terhadap pemahaman kita tentang sejarah manusia, kognisi manusia, dan dunia hayati.
 
Noooo…terus gimana dongs? 
Well, Oding mengatakan bahwa perlu ada proses revitalisasi (proses menggiatkan kembali) suatu bahasa yang terancam punah.  Caranya banyak, bisa melalui perencanaan berbasis komunitas. Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada langkah baku terhadap proses revitalisasi tersebut. Jadi, tergantung komunitasnya sendiri mau ambil langkah apa supaya bahasanya atau bahasa lain nggak punah.
 
I see, anything else? 
Dalam hal pendidikan, Oding berharap teknologi bisa digunakan untuk mendokumentasikan bahasa. Selain itu, program revitalisasi bahasa berbasis keluarga di rumah juga penting. For example, dengan menggunakan bahasa daerahmu ketika berbicara dengan keluarga.

For when open house and halal bihalal are not allowed…

Buat para pejabat dan ASN.

Iya guys, jadi kemarin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian baru aja mengeluarkan aturan yang nggak membolehkan ASN untuk ngadain open house atau halal bihalal pas lebaran nanti. Adapun aturan ini dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 800/2784/SJ yang ditujukan buat para ASN dan pejabat pemerintahan.
 
Selain melarang open house dan halal bihalal, Pak Tito juga melarang kegiatan buka puasa bersama yang melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah lima orang selama Bulan Ramadhan pada tahun 2021. As you probably have guessed, keputusan ini ditetapkan sebagai antisipasi terjadinya peningkatan kasus penularan kasus Covid-19 seperti pada momentum Idul Fitri pada 2020 serta libur Natal dan Tahun Baru 2021.

“Kita masih saling tegur”

Gitu guys kata Ketua Umum Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Pak Prabowo Subianto pas ditanya soal hubungannya sama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Yep, kayak yang kamu tahu, PKS dan Gerindra pas 2019 kan gabung tuh, namun pasca Pilpres, keduanya ambil posisi yang berbeda. Kalo PKS teteup jadi oposisi, kalo Gerindra masuk ke pemerintahan. Nah kemaren, petinggi dari kedua partai abis ketemuan, dan emang walaupun udah nggak sejalan, namun mereka tetep saling tegur guys…

When your friend asks you how you’re doing with your ex…


Catch Me Up! Recommendations

So, cannot start your day without coffee? Well, here’s some benefits of your cuppa. Pssst… some of it, you probably just heard!

Announcement


Thanks to Niky Sulaiman, KimJiWon Palsu, Kendra Devina & Kelimutu for treating us coffee yesterday!


(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereAtau, kalo kamu mau beli merchendise resminya Catch Me Up! kamu juga bisa belanja-belanji di sini. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Waktu itu aku diminta untuk memberi makanan ke orang yang membutuhkan oleh media kampus sebagai bentuk aksi sosial kala lebaran. Jujur, awalnya mager banget karena aku awkward sama orang baru. Tapi, ketika aku kasih makanan ke abang yang jual kue rangi di depan rumah (dan dijawab dengan terima kasih yang antusias), it feels so good. Aku jadi bersyukur karena masih mampu untuk berbagi ke sekitar.
-Molen-
 
2. Sebenernya ini nggak terjadi hari ini banget siih, dan ini bukan aku yang ngalamin. Di awal tahun 2021 ini, temen aku kehilangan banyak keluarganya.. Di bulan Januari kemarin neneknya meninggal dunia, lalu di bulan Febuari om nya yang pernah tinggal di rumahnya juga meninggal. Lalu, kabar duka berikutnya benar-benar ngga disangka kalau ayahnya meninggal. Jujur sedih banget, di hari itu begitu tau berita tentang ayahnya aku langsung caw dari Jakarta ke Tangerang dan mengabaikan waktu masuk kantorku. Sesampainya di sana aku nunggu jenazahnya dimandikan, sambil nunggu temenku keluar rumahnya. Gatau harus apa, aku cuma pengen ketemu temenku itu buat support dia. I just wanted she knew that I was there. Pas dia keluar bersamaan dengan jenazahnya diangkut ke mobil jenazah buat dikebumikan, aku sama dia sama-sama ga ngomong, kita cuma pelukan erat bangeet, dan berujung pada nangisssh. We didn’t even say a wordjust, “Gue duluan ya.” Dia duluan bareng rombongan keluarga, aku ikut rombongan setelahnya, bareng temenku juga. I think sometimes we don’t need any advice or nice words. We only need warm hugs.
-AY, Jakarta Barat-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!