Disebut Ancaman Serius Bagi Keamanan Amerika dan Dunia, Korut: AS Akan Mengalami Krisis Besar Akibat Pernyataan Tersebut

56

Who’s just sent out a threat?

North Korea aka Korea Utara.

Ke siapa?
Ke Amerika Serikat.
 
Kok bisa?
Bisa. Jadi awalnya, pada minggu lalu, dalam pidatonya di Kongres, Biden mengatakan bahwa program nuklir di Pyongyang, Korut merupakan ancaman serius bagi keamanan Amerika dan dunia. White House juga bilang bahwa Korut adalah salah satu negara paling represif dan totalitarian yang ada di dunia saat ini.
 
Realllyyyy?
Yep, seiring dengan pernyataan ini, Korut bete dong. Jadi kemarin, Korut lewat keterangan media resminya menyatakan bahwa Amerika Serikat bakal mengalami krisis besar yang nggak bisa dikontrol akibat pernyataan Biden itu.
 
Serem…
Yes. Terus menurut Direktur Jenderal urusan Amerika Kementerian Luar Negeri Korut, Kwon Jong Gun, pernyataan Biden tersebut blunder banget, dan merupakan kesalahan besar serta kebijakan yang ‘ketinggalan zaman’.  Ia juga menyebut bahwa pernyataan Biden itu menunjukkan bahwa AS tetap berniat untuk memberlakukan kebijakan luar negeri yang “sadis” ke Korut, kayak yang mereka lakukan selama ini.
 
Jadi Korut bete banget?
Banget. Selain itu, jong-Gun juga menampik semua statement Biden. Menurutnya, tudingan Biden yang bilang bahwa Korut adalah negara paling represif merupakan penipuan politik. Terus AS juga gausa deee ngomong-ngomong HAM, orang mereka juga punya kasus rasisme yang parah dan mengakibatkan korban jiwa dan korban covid-19 yang mencapai 580 ribu orang. Menurutnya, kasus-kasus tersebut merupakan bukti bahwa penegakkan HAM di AS juga nggak bagus-bagus banget.

Tapi kok bisa tiba-tiba Biden ngeluarin statement begini?

Bisa aja, karena sebelumnya, kantor jubir White House emang mengumumkan bahwa mereka baru aja menyelesaikan review selama satu bulan penuh terhadap kebijakan AS ke Korut. Hasilnya, Washington bakal mengeluarkan kebijakan yang lebih “terkalibrasi dan praktikal”, yang bakal beda sama kebijakan Trump sebelumnya yang banyak nego-nego, atau kebijakan Obama yang fokus pada “kesabaran strategis”.

I see…
Nah guys, bukan cuma bete sama Biden, namun Korut juga bete banget sama Korea Selatan yang dinilai membiarkan para warganya menerbangkan brosur-brosur propaganda yang isinya mengkritisi pemerintahan Korut dan mendorong demokratisasi.
 
Brosur?
Iya, jadi saking deketnya jarak antara perbatasan Korut dan Korsel, para aktivis prodemokrasi Korsel sering banget ngirim brosur atau selebaran prodemokrasi ke Korut pake balon. Nah terkait hal ini, adiknya Kim jong-Un yakni Kim yo-Jong bete banget dan mengancam bahwa Korsel juga bakal menghadapi konsekuensi yang berat kalo membiarkan para aktivis ini terus melakukan aksinya.
 
Tension…tension…
Yep, panas ya guys. Adapun terkait kebijakan ini, banyak pengamat yang menilai bahwa peringatan-peringatan Korut tadi bertujuan untuk merenggangkan hubungan Korsel dan AS. Hal ini karena bentar lagi neh, Presiden Biden dan Presiden Korsel Moon Jae-in bakal mengadakan pertemuan bilateral.