Beberapa Bahasa Daerah Khususnya di Wilayah Indonesia Tengah dan Timur, Terancam punah

69

For when your mother tongue is your local language…

Be proud of yourself. 
 
Why? 
‘Cause menurut LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), ada beberapa bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah.
 
Hah serius?
Iya. Menurut Peneliti Utama di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI Obing Katubi, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa beberapa bahasa daerah, khususnya di wilayah Indonesia tengah dan timur, terancam punah. FYI, Indonesia saat ini punya setidaknya 700 bahasa daerah, dan di wilayah Indonesia Tengah dan Timur sendiri ada sekitar 400 bahasa.
 
Whooaa…that’s a lot! 
Yep.  Menurut Oding, ada beberapa faktor yang membuat bahasa-bahasa tersebut terancam punah, seperti penaklukan, tekanan ekonomi, kontak bahasa dan budaya yang meleburkan bahasa, dan politik bahasa. Selain itu, Oding juga mengatakan bahwa sikap negatif atau cuek terhadap Bahasa yang berpotensi punah juga menjadi salah satu faktor yang membuat Bahasa tersebut akhirnya beneran punah.  Menurutnya, sikap dan loyalitas kita terhadap Bahasa juga berpengaruh gengs.
 
Emangnya kenapa kalau bahasa punah? 
Menurut Oding, kalau suatu Bahasa punah, maka bakal ada dua kerugian. Pertama, kerugian terhadap komunitas dan kedua, terhadap ilmu pengetahuan. Untuk suatu komunitas, kalau bahasanya punah, sama aja kayak identitas budayanya punah juga. Sementara itu, dari segi ilmu pengetahuan, kalau ada Bahasa yang punah berarti ada ancaman terhadap pemahaman kita tentang sejarah manusia, kognisi manusia, dan dunia hayati.
 
Noooo…terus gimana dongs? 
Well, Oding mengatakan bahwa perlu ada proses revitalisasi (proses menggiatkan kembali) suatu bahasa yang terancam punah.  Caranya banyak, bisa melalui perencanaan berbasis komunitas. Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada langkah baku terhadap proses revitalisasi tersebut. Jadi, tergantung komunitasnya sendiri mau ambil langkah apa supaya bahasanya atau bahasa lain nggak punah.
 
I see, anything else? 
Dalam hal pendidikan, Oding berharap teknologi bisa digunakan untuk mendokumentasikan bahasa. Selain itu, program revitalisasi bahasa berbasis keluarga di rumah juga penting. For example, dengan menggunakan bahasa daerahmu ketika berbicara dengan keluarga.