Aksi Kekerasan Tentara Israel Terhadap Warga Palestina yang Melakukan Aksi Protes

259

For when you’ve been wondering about what happened in Palestine…

What happened? 
Jadi over the weekend kemarin, telah terjadi aksi kekerasan oleh tentara Israel terhadap warga Palestina yang melakukan aksi protes. Kejadian ini kemudian menyebabkan sekitar 300 warga Palestina dan 17 orang petugas keamanan Israel luka-luka.
 
Tell me more.
OK. Jadi bentroknya ini terjadi dua kali. Pertama, pada Hari Jumat, di mana terjadi bentrokan antara warga Palestina yang mau beribadah malam di Masjidil Aqsa dengan polisi Israel yang menjaga ketat wilayah tersebut. Hal yang sama kemudian terjadi lagi esok harinya di lokasi yang sama. Menurut Palang Merah, kebanyakan warga Palestina yang terluka disebabkan oleh peluru karet dan granat kejut yang digunakan polisi Israel terhadap mereka.
 
Emang penyebab kekerasannya apa sih?
Penggusuran paksa. Yep, everybody, meet: Sheikh Jarrah, area perumahan di Yerusalem Timur yang merupakan wilayah Palestina, yang kini terancam diduduki oleh Israel.
 
How come?
Well, a little history background here, setelah Perang Palestina di tahun 1948, wilayah Yerusalem Timur ini dikontrol oleh Jordania, di mana mereka kemudian membangun rumah buat para pengungsi Palestina untuk tinggal di sana. Sebagai gantinya, para pengungsi ini yha bakal jadi penduduk aja, dan melepas status pengungsinya. However, kondisi ini berubah ketika pada tahun 1967 terjadi perang lagi, dan Jordania kemudian kehilangan kontrol atas West Bank dan Yerusalem Timur. Sejak saat itu, mulai deh terjadi aksi penggusuran-penggusuran ilegal oleh Israel terhadap para penduduk Palestina di wilayah tersebut, termasuk di antaranya di Sheikh Jarrah tadi.
 
OMG…
Yep, pada saat ini, ada 38 keluarga di Syeikh Jarrah yang terancam digusur dari rumahnya sendiri. Adapun nasib mereka bakal ditentukan sama keputusan pengadilan Israel yang bakal dibacakan Hari Senin waktu setempat. Meanwhile, udah ada empat kepala keluarga yang udah harus cabs dari rumahnya per Agustus mendatang
 
Terus apa hubungannya sama aksi protes di Masjidil Aqsa?
Well, aksi protes yang dilakukan oleh warga Palestina adalah bentuk solidaritas dan pembelaan terhadap mereka yang mau digusur dari Sheikh Jarrah, menjelang putusan pengadilan tadi. Dalam yel-yelnya, para demonstran juga bilang bahwa kalo dibiarkan, maka penggusuran bisa terjadi di mana aja di Yerusalem. Selain melakukan aksi protes, warga Palestina juga banyak yang berkumpul dan berjaga di area Sheikh Jarrah, hingga meningkatkan juga penjagaan oleh tentara Israel di wilayah tersebut. Diperkirakan juga bahwa ketegangan ini masih akan berlanjut pasca putusan.
 
Well, alasannya Israel atas penggusuran ini apa sih?
For the most part, para pengembang di Israel emang punya grand design bernama “Holy Basin,” di mana mereka pengen bikin wilayah pemukiman dan rangkaian taman yang menyerupai tempat suci Old City Yerusalem . Tapi yha untuk bikin proyek ini, maka bakal ada rumah-rumah milik warga Palestina yang harus digusur.
 
Terus, pemerintah Israel ada komentar nggak?
Ah, itumah sengketa real estate aja. Gitu katanya. Selain itu, kelompok sayap kanan Israel juga menyebut bahwa ya emang sebelum diambil alih Jordan di tahun 1948, wilayah Sheikh Jarrah tadi emang punya Israel. Meanwhile, aksi penggusuran yang kian sering terjadi ini justru menjadi gambaran atas upaya Israel yang emang pengen bener-bener menggusur warga Palestina dari tanahnya sendiri di Yerusalem .
 
Terus gimana?
Terkait insiden ini, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Israel bertanggungjawab atas bentrokan yang terjadi di kompleks Al-Aqsa. Terus, anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menganjurkan agar kedua pihak ‘menahan diri’. Selain itu, United Nations Office of the High Commissioner for Human Rights juga meminta Israel untuk “duh, jangan dulu gusur-gusuran deeh…”
 
🙁 anything else? 
Kecaman untuk aksi Israel juga datang dari banyak negara, termasuk di antaranya Pemerintah Indonesia yang mengecam both pengusiran paksa dan kekerasan aparat Israel terhadap warga Palestina. Selain itu, Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan juga menyebut bahwa Israel adalah negara teroris yang kejam. Terus, negara tetangga Jordania juga menyebut bahwa mereka bakal segera memberikan dokumen resmi terkait bukti kepemilikan para keluarga Palestina terhadap rumah mereka di Sheikh Jarrah.