Agresi Militer Israel ke Palestina Tidak Ada Habisnya, Sejak Serangan Udara Pertama Dilancarkan Israel ke Gaza Pada 7 Mei

375

For when things escalated quickly in Palestine and Israel…

Here’s some newest update.
And it’s not good. Agresi militer Israel ke Palestina nggak abis-abis guys, sejak pertama kali serangan udara dilancarkan Israel ke Gaza, Palestina, sejak 7 Mei lalu. Sejauh ini, udah ada setidaknya 174 orang yang meninggal di Gaza, termasuk di antaranya warga sipil, perempuan dan anak-anak.
 
Remind me what happened again… 
Ok. Jadi bentrokannya ini terkait dengan rencana penggusuran paksa warga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, oleh Israel (more details here). Sebagai bentuk protes, masyarakat Palestina kemudian menggelar aksi solidaritas di berbagai titik di Yerusalem, yang menuntut supaya Israel menyudahi usaha-usaha pendudukan ilegalnya itu.
 
How did it become so deadly, tho?
Jadi ketegangan makin menjadi setelah aparat keamanan Israel menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada para warga Palestina yang lagi ibadah di Masjidil Aqsa menjelang berakhirnya bulan Ramadan minggu lalu. Terus besoknya, Israel menyerang kompleks perumahan di Gaza yang meruntuhkan bangunan 13 lantai di sana. Merespons serangan ini, kelompok militer Palestina Hamas bilang bahwa mereka udah siap untuk membalas serangan ini dengan menembakkan 100 roket ke Tel Aviv, Israel.
 
Go on…
Menurut pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, roket-roket tersebut bakal terus diluncurkan sampai Israel bisa berhenti melakukan ‘aksi terorisme dan agresi’ di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa, utamanya terhadap para jemaat Masjid yang ingin beribadah di sana. Sebagai balasannya, tentara Israel kemudian melakukan serangan udara ke Gaza dengan total 130 titik/target sejak Senin (10/5) malam dengan alasan untuk ‘merespon’ roket-roket yang dikirim oleh Hamas.
 
Terus kata Israel?
Nah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bilang bahwa pihaknya bakal meningkatkan kekuatan dan frekuensi serangan ke Gaza jadi lebih sering. Israel juga udah mengirim sekitar 80 pesawat terbang untuk membom Gaza, dan menyiagakan pasukan serta tank di perbatasan Palestina. So far, Israel udah menembak ke sekitar 600 target di Gaza. Meanwhile, Hamas juga udah menembakkan 1.800 roket ke wilayah Israel.
 
Now let’s talk about the casualties..
Nah guys, dari serangan-serangan tersebut, so far korban di Gaza mencapai 174 orang meninggal, termasuk 47 anak, 29 perempuan, dan 1.200 luka-luka. Sementara itu, korban di Israel adalah 10 orang, termasuk dua orang anak. FYI, kesaksian di lapangan juga menyebutkan bahwa tentara Israel menarget siapa saja, termasuk di antaranya orang terluka dan anak-anak. Selain itu, kemarin, rumah sakit utama di Gaza, al-Shifa juga rusak berat karena serangan Israel.
 
🙁
Yep. Terus, Sabtu kemarin, Israel membom satu bangunan yang merupakan kantor dari beberapa media internasional di Gaza, termasuk kantornya Al Jazeera dan The Associated Press (AP).  Moreover, kemarin banget, pihak militer Israel mengatakan bahwa mereka sudah membom rumah pemimpin Hamas, Yahya Sinwar dan saudaranya, Muhammad Sinwar (Ketua Logistik Hamas).  Menurut pihak militer Israel, kompleks yang mereka serang adalah daerah infrastruktur militernya kelompok Hamas. Adapun serangan udara tersebut telah membunuh setidaknya 26 orang.
 
Crazyyyy…now what? 
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu udah bersumpah kalau mereka bakal terus ‘merespon dengan tegas’ atas serangan roket yang dilakukan oleh kelompok Hamas meskipun banyak komunitas internasional yang menyerukan agar konflik dihentikan. Terkait serangan ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres memberi peringatan ke kedua pihak bersangkutan (Israel dan Palestina) bahwa ‘segala sesuatu yang menargetkan masyarakat dan struktur media secara sembarangan, adalah pelanggaran hukum internasional dan harus dihindari sebisa mungkin.’
 
Anything else? 
Terkait kondisi ini, all eyes are on…Amerika Serikat. Secara, AS adalah negara adidaya dan merupakan sekutu terdekat Israel. Sayangnya, dalam keterangannya minggu lalu, Presiden Joe Biden bilang bahwa doi mendukung upaya “pembelaan diri” Israel dan mengutuk serangan roket dari Hamas. Biden juga udah telponan sama Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan meminta supaya serangan roketnya dihentikan.
 
And then…
Terkait sikapnya ini, Biden kemudian menerima kritik dari partainya sendiri di Demokrat yang menuntut supaya doi bisa lebih tegas ke Israel. Meet, senator Demokrat asal New York Alexandra Ocasio Cortez, yang menyebut bahwa “Apartheid states aren’t democracies,” dan senator Yahudi asal Vermont, Bernie Sanders yang menulis artikel berjudul “The U.S. Must Stop Being an Apologist for the Netanyahu Government.” di New York Times Jumat lalu. Read the piece, here. It. Is. Good. Oh iya satu lagi, aksi protes terhadap kebijakan Biden juga banyak terjadi di berbagai titik di Amerika Serikat, kayak LA, New York, hingga Washington DC.