White House Mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat Akan Mengirimkan Bantuan Vaksin ke Berbagai Negara

23

Who’s sending out some help?

The United States.

 

What kind of help?
Covid-19 vaccineJadi kemarin, White House baru aja mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat bakal mengirimkan bantuan vaksin ke berbagai negara, setelah jenis vaksin tersebut lolos uji coba kelayakan dan keamanan oleh otoritas setempat.

 
Really???
Yep. Rencananya sih, vaksin yang akan diekspor oleh US nanti bisa mencapai 60 juta dosis, dan akan dikirimkan sepanjang beberapa bulan ke depan. Langkah ini merupakan kebijakan lanjutannya Biden yang bulan lalu juga udah ngirimin sekitar 4 Juta vaksin ke Meksiko dan Kanada.
 
Terus, yang dikirimin vaksin apa?
Vaksin AstraZeneca. Jadi emang jenis vaksin pabrikan Inggris ini masih belum dapet approval dari FDA aka BPOM-nya Amerika Serikat, padahal penggunaannya udah disetujui di berbagai negara. Menurut koordinator Covid-19 nya White House Jeff Zients, US sendiri udah punya beberapa vaksin yang diizinkan penggunaannya di dalam negeri, dan mereka udah merasa cukup nih, supply vaksinnya dengan yang udah ada, jadi yaa… mendingan vaksin AZ-nya dibagi-bagiin aja ke negara lain.
 
Whoaaa…
Yep, FYI guys, vaksin yang kini dipake di AS adalah Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson. Furthermore, beberapa waktu terakhir ini juga AS lagi terus didesak untuk membagi vaksinnya ke negara-negara lain, seiring dengan meningkatnya angka Covid-19 di belahan dunia lain kayak India.
 
I see… terus vaksinnya dikirim ke mana aja?
Masih dibahas beb, namun yang pasti sih, yang urgent banget India ya, secara kasus di sana lagi meningkat pesat. Then again, Biden juga udah komunikasi sama Perdana Menteri India Narendra Modi bahwa pemerintahannya bakal mengirimkan bantuan berupa supply oksigen, bahan vaksin, hingga alat terapi ke India. Selain itu, negara tetangga kayak Meksiko dan Kanada juga udah menyampaikan permintaannya untuk dibagi vaksin.
 
Meanwhile in India…
Suasana makin mengkhawatirkan guys. Kemarin, India memasuki hari keenamnya dengan jumlah kasus harian mencapai lebih dari 300 ribu, dan banyak ahli yang meyakini bahwa jumlah kasus sebenarnya jauh lebih besar. Terkait kondisi ini, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut bahwa suasana Covid-19 di India “beyond heartbreaking”.