Ustaz Abdul Somad (UAS) Menggalang Dana Donasi ke TNI Untuk Beli Kapal Selam Baru

49

For when you love patungan…

So does everyone else in Indonesia. 
 
Patungan untuk? 
Beli kapal selam baru. Jadi baru-baru ini, netijen lagi pada heboh menyusul ajakan dari Masjid Jogokariyan, Yogyakarta dan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menggalang dana untuk didonasikan ke TNI supaya bisa beli kapal selam baru.
 
Seriously? 
Iya. Jadi awalnya, aksi ini dimulai oleh Himpunan Anak-Anak Masjid Jogokariyan yang menggalang donasi di Pasar Sore Kampoeng Ramadhan Jogokariyan pada Minggu kemarin. Mereka kemudian berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 6.584.500 yang langsung diserahkan ke Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta Kolonel Laut (KH/W) Damayanti pada Senin kemarin. Nah, ternyata banyak yang menyambut dan meminta panitia untuk buka rekening bank aja.
 
Oh ya? Go on… 
Iya, terus Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustaz M. Jazir mengatakan bahwa per jam 11.00 WIB kemarin, rekening sumbangan kapal selam mereka sudah Rp365 juta. Menurutnya, aksi patungan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang kelengkapan alutsistanya Indonesia, especially setelah KRI Nanggala-402 tenggelam pada minggu lalu.
 
Wah banyak ugha ya… 
Yep. Selanjutnya, masjid-masjid lain dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) juga ikut melakukan hal yang sama, termasuk di antaranya Ustaz Abdul Somad (UAS) yang turut men-share aksi patungan kapal selam tersebut. Menurutnya, Indonesia dulu punya pesawat Seulawah (Dakota RI-001) dari patungan rakyat Aceh, terus pas pemerintah Indonesia belum punya uang untuk pengelolaan pemerintah, Sri Sultan (HB IX) yang memberikan 6 juta gulden sebagai modal negara. Jadi, UAS menambahkan bahwa “Indonesia dulu dibangun dari kepedulian rakyat, bukan utang luar negeri.”
 
I see, anything else I should know?
FYI, jumlah uang yang terkumpul tentunya belum mencukupi untuk beli kapal selam sekelas KRI Nanggala-402 yang harganya sekitar Rp1,7 triliun. Tapi, pihak panitia udah mulai melihat-lihat katalog kapal selam yang dibuat oleh PT PAL Indonesia.  Menurut Ustaz Jazir, aksi patungan tersebut masih dibuka sampai satu atau dua bulan ke depan. Ia berharap dananya bisa mencapai harga kapal selam, atau setidaknya jumlahnya mendekati. Menurutnya, kalau 30 persen masyarakat ikutan patungan, dan masing-masing nyumbang satu juta aja, itu sudah cukup untuk beli kapal selam baru.