Polda Sumut Menggerebek dan Menyita Ratusan Alat Rapid Antigen Bekas Pakai di Bandara Kualanamu Internasional, Sumatera Utara

102

For when you need to take Covid-19 test at the airport…

Think twice. 
 
Why? 
Karena kemarin, Ditreskrimsus Polda Sumut baru aja menggerebek dan menyita ratusan alat rapid antigen yang diduga bekas pakai di Laboratorium Rapid Antigen Kimia Farma di Bandara Kualanamu Internasional, Deliserdang, Sumatera Utara.
 
WHAAAAAAT?! Details please. 
Iya. Jadi awalnya selama semingguan, Polda Sumut mendapat informasi dan keluhan dari calon penumpang pesawat karena hasil tes rapid antigen mereka positif covid-19.  Menanggapi keluhan tersebut, anggota polisi kemudian menyamar jadi calon penumpang dan ikutan tes rapid antigen pada Selasa kemarin.
 
And? 
Personelnya dites dengan alat tes rapid antigen yang dimasukin ke hidung, dan 10 menit berselang, hasilnya positif covid. Langsung deh, jajaran polisi dari Polda Sumut memeriksa semua isi ruangan laboratorium rapid antigen dan semua karyawan di lab Kimia Farma tersebut dimintai keterangan.
 
Terus terus…
Well, dari hasil pemeriksaan, personel menemukan raturan alat yang dipakai untuk rapid antigen yang diduga udah bekas, sebagai barang bukti. Terus, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan bahwa mereka sudah mengamankan enam petugas untuk diperiksa lebih lanjut.
 
Crazyyy… 
Yep. terkait hal ini, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik, Adil Fadhilah Bulqini mengatakan bahwa tindakan oknum tersebut bertentangan dengan SOP (standard operating procedure) perusahaan. Oleh sebab itu, kalau terbukti terjadi pelanggaran, pihak perusahaan akan memberikan sanksi tegas kepada para oknum ini.
 
Got it. Anything else? 
Menanggapi penemuan ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengaku geram. Doi kemudian meminta Kapolri untuk memerintahkan jajarannya di daerah agar mengecek seluruh laboratorium dan rumah sakit yang menyediakan layanan tes covid-19. Ia juga mengusulkan agar Polri membentuk tim bersama Kementerian Kesehatan untuk menggelar razia dan mengaudit laboratorium tes covid-19 yang udah ada supaya hal kayak gini nggak terjadi lagi. Meanwhile, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga kzl. Doi bilang bahwa tindakan oknum lab ini hanya dilakukan oleh orang-orang yang bermental kere dan akhlaknya jelek. Edy juga bilang bahwa para pelaku sudah ditangani pihak berwajib dan mudah-mudahan hukuman yang diberikan bisa bikin jera.