Pemimpin Negara-negara ASEAN Menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Jakarta Kemarin, Kondisi di Myanmar Menjadi Pembahasan Utama

55

For when you were working hard during the weekend…

Same, said ASEAN Leaders. Same.
 
Reallly?
Yep, jadi pada Sabtu kemarin, para pemimpin negara-negara ASEAN baru aja menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Jakarta. Nah, dalam KTT tersebut, hal yang jadi pembahasan utama adalah soal kondisi di Myanmar. Pssst… pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing juga dateng lho!
 
Hah kok bisa dateng?
Ya namanya juga KTT, jadi emang semua kepala negara ASEAN pada hadir. Selain Jenderal Min, hadir delapan orang pemimpin negara lain kayak Presiden Joko Widodo, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chính, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Kemudian, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Hassin Menteri Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith, Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.
 
Ini ketemuan mau bukber apa gimana?
Nggak sih, ya mau meeting aja. Jadi a little background here, KTT ASEAN adalah pertemuan pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN, yang di antaranya adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja, Laos, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Myanmar. Dalam pertemuan ini, biasanya dibahas berbagai isu-isu terkini di kawasan terkait ekonomi, politik, dan sosial. Nah, tahun ini, Menteri Luar Negeri Bu Retno Marsudi bilang bahwa ini merupakan pertemuan pertama yang dihadiri langsung secara fisik oleh para kepala negara, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, kegiatannya digelar di Sekretariat ASEAN, Jakarta.
 
Terus, mereka bahas apa aja?
Tentunya satu hal yang jadi pembahasan utama adalah terkait kondisi panas di Myanmar. Dari awal, Bu Retno juga udah bilang bahwa meeting in person ini menggambarkan keseriusan dan tekad kuat para pemimpin ASEAN untuk membantu Myanmar agar segera keluar dari krisis di negaranya. Nah, abis meeting kemarin, tercapailah lima kesepakatan terkait kondisi di Myanmar.
 
And those are…
Menurut keterangan dari Ketua ASEAN, Sultan Hassanal Bolkiah Sabtu lalu, kelimanya adalah…
  • Kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya.
  • Diperlukan dialog konstruktif antara semua pihak terkait untuk mencari solusi damai demi kepentingan rakyat.
  • Utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN.
  • ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre.
  • Utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.
Wah, Myanmar bilang apa? 
Menurut Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, Myanmar menerima usulan-usulan tersebut. Selain itu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong juga menyatakan bahwa pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing nggak menentang usulan adanya pengiriman bantuan kemanusiaan dan kunjungan delegasi perserikatan ke Myanmar. Menurutnya, Jenderal Min bilang kalau dia bakal mengambil poin-poin yang dia anggap berguna.
 
I see, any other comments? 
Terkait pertemuan ini, pihak oposisi junta militer Myanmar bernama NUG, yang merupakan pemerintahan sipil sebagai tandingan dari pemerintahan junta militer menyebut bahwa KTT ASEAN udah gagal. Menurut NUG, poin-poin perjanjian tadi berpihak pada junta militer yang justru udah melakukan pelanggaran HAM. However, NUG yang dibentuk oleh kelompok prodemokrasi juga menyatakan bahwa mereka menunggu aksi tegas dari ASEAN untuk mem-follow up lima poin konsensus tadi, demi mengembalikan demokrasi di Myanmar.
 
Got it. Anything else? 
Yes.  Selama KTT ASEAN tersebut berlangsung, Polda Metro Jaya mengerahkan 300 polisi untuk mengamankan acara. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, ada 150 personel yang dikerahkan untuk pengawalan, dan 150 anggota lain untuk pengamanan rute. Adapun saat ini, KTT-nya udah selesai dan para kepala negara udah kembali ke negaranya masing-masing.