Mantan Pangeran Jordan, Hamzah bin Hussein Dijadikan Tahanan Rumah

116

When there’s another royal family drama…

Apa, apa, apa? Meghan Markle ada apa lagi nih?
Not them, guys, tapi kita bakal ngomongin soal royal family yang ada di Arab, tepatnya di Jordania.
 
Who?
Raja Jordan. Gini, jadi over the weekend kemarin, mantan pangeran Jordan, Hamzah bin Hussein baru aja dijadikan tahanan rumah oleh pemerintahnya sendiri. Adapun alasan penahanannya adalah karena beliau disebut lagi menyusun rencana yang mengancam keamanan dan stabilitas negara.
 
Tapi…dia pangeran?
Iya, mantan. Jadi beliau ini anak dari Raja Hussein, pemimpin Jordania sebelumnya yang meninggal pada tahun 1999 karena kanker. Nah jadi, Raja Hussein ini punya empat istri, dan salah satu anak dari istri-istri tersebut adalah Pangeran Hamzah ini. Beliaulah yang sebenernya udah digadang-gadang bakal jadi penerus takhta raja dari ayahnya, secara doi kesayangan, tapi…
 
Tapi apa?
Tapi Raja Hussein kemudian menunjuk anak laki-laki tertuanya, Abdullah untuk jadi penggantinya. Hal ini karena waktu itu, Hamzah dianggap masih muda dan belum berpengalaman. Namun sebelum meninggal, Raja Hussein udah nitip pesen nih, sama Abdullah, biar Hamzah teteup jadi crown prince. Jadi doi emang yang seharusnya melanjutkan tahta setelah Raja Abdullah. Eventually, hal itu nggak kejadian, karena di tahun 2004,  Abdullah justru melepaskan titel pangeran dari Hamzah, dan lima tahun kemudian menjadikan anaknya sendiri, Prince Hussein, sebagai putera mahkota.
 
Feels like I am reading cerita 1001 malam…
Same. Nah, jadi up to this point clear ya guys, bahwa raja di Jordania saat ini adalah Raja Abdullah II, kakak tirinya Pangeran Hamzah. Nah balik lagi ke penahanannya, jadi emang pihak militer udah memutus sebagian besar akses komunikasi beliau. Hal ini karena menurut keterangan dari pihak militer, doi ikutan acara-acara yang dinilai mengkritik pemerintah, termasuk mengkritik Raja yang tengah menjabat saat ini, yang tak lain adalah kakak tirinya sendiri.
 
Emang mengkritik gimana sih?
Yhaa katanya sih Hamzah ini udah mulai ketemu sama kepala suku-kepala suku di Jordan untuk mendapat dukungan dalam melakukan kudeta atas pemerintahan sekarang. Beliau juga dibilang udah ada komunikasi sama pihak “asing” soal rencananya ini. Terkait dugaan tersebut, kakak tirinya aka raja yang menjabat aka Raja Abdullah sih katanya pengen menyelesaikan masalahnya secara kekeluargaan aja.
 
Tapi emang bener, doi mau kudeta?
Yha kalau dari keterangan videonya sih, Pangeran Hamzah menyangkal semua tuduhan. Menurutnya, yha emang kinerja pemerintahan Jordan aja yang buruk, nggak demokratis, dan korup. Beliau juga bilang bahwa sayang banget, karena negara yang tadinya paling maju dan terdepan di wilayah Arab dalam hal pendidikan, layanan kesehatan, dan kebebasan individu, kini jadi negara yang gampang banget menahan warganya sendiri.
 
Terus yang ditangkep doi aja?
Enggak, ada banyak guys, di antaranya ada mantan menteri keuangan, ahli ekonomi, hingga anggota istana lain yang juga masih keluarga raja. FYI, mereka semua ditahan per Sabtu (3/4) kemarin dengan alasan ‘keamanan’.
 
Well, any response from the military? 
Yep.  Pihak militer sih menyangkal pernyataan Hamzah dalam video yang direkamnya. Menurut mereka, Hamzah bukan ditahan di rumah, tapi dia cuma diminta untuk menghentikan aksi-aksinya yang bakal mempengaruhi stabilitas dan keamanan Jordan.
 
Got it. Anything else I should know?
Well, suasana yang mulai memanas di Jordan ini tentunya menarik perhatian banyak pihak, khususnya karena Jordania memang dikenal sebagai negara yang paling stabil secara politik di Semenanjung Arab. Terkait tensi ini, beberapa negara tetangga juga udah mulai speak up, di antaranya negara tetangga Arab Saudi yang bilang bahwa mereka selalu mendukung kebijakan yang diambil Raja Abdullah demi menjaga keamanan negaranya.