Laporan Amnesty International Menyebutkan bahwa Situasi HAM di Indonesia Memburuk di Tahun 2020

92

Who’s just received a ‘red’ report card?

Pemerintah Indonesia.
 
From who?
From lembaga HAM Amnesty International Indonesia yang baru aja merilis laporan tahunan terkait situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia 2020, kemarin.
 
Tell me all about it.
Jadi berdasarkan laporannya itu, Amnesty International menyebutkan bahwa situasi HAM di Indonesia memburuk di tahun 2020. Menurut Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, tercatat bahwa ada setidaknya 19 kasus dugaan pembunuhan di luar hukum oleh aparat keamanan di Papua dan Papua Barat. Dalam kasus-kasus tersebut, tercatat ada 30 korban jiwa. Angka ini  menunjukkan bahwa situasi impunitas masih sering terjadi, khususnya di Papua dan Papua Barat.
 
🙁 go on… 
Meanwhile, kalo ditotalin sejak Februari tahun 2018 sampe Agustus 2020 lalu, ada 47 kasus dugaan pembunuhan di Papua dan Papua Barat, dengan 93 korban. Amnesty menambahkan bahwa 15 kasus diduga pelakunya adalah anggota kepolisian, 13 kasus diduga pelakunya adalah anggota militer, dan 12 kasus diduga pelakunya adalah antara pihak kepolisian atau militer.
 
I am reading…
Lebih jauh, Amnesty juga menjelaskan bahwa walaupun jumlah kasusnya meningkat, namun laporan masyarakat jarang ditindaklanjuti.  Biasanya, laporan masyarakat berhenti di proses penyelidikan. Oleh sebab itu, pasukan keamanan sering diduga melakukan pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat, namun mereka tidak dihukum.
 
Do they have any messages, tho?
Yep, menurut Usman, kalo Presiden Jokowi benar-benar peduli sama orang Papua, pemerintah harusnya memberikan proses keadilan dan bertanggungjawab atas kematian-kematian para korban di sana.
 
Amen. What about di luar Papua?
Well, di tingkat nasional in general, Amnesty mencatat bahwa upaya pemerintah menangani covid-19 tidak mengutamakan perlindungan HAM.  For example, ada 504 tenaga kesehatan yang meninggal akibat covid-19 dan kelelahan karena jam kerja yang lama banget. Distribusi APD (alat pelindung diri) juga dinilai lamban sehingga gagal melakukan pemenuhan hak kesehatan. Selain di bidang kesehatan, terjadi intimidasi terhadap pihak yang menyuarakan pendapat juga masih lanjut terjadi, khususnya pada para pembela HAM.  In fact, ada 201 ketua pembela HAM dan aktivis keadilan sosial yang menjadi korban pelanggaran HAM.
 
Got it. Anything else? 
Yep. Selain Amnesty Internasional, kemarin, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga menyampaikan laporannya. Menurut Komnas HAM, lembaga kepolisian RI adalah pelaku pelanggaran HAM yang paling banyak diadukan sejak tahun 2016 hingga 2020. Sebenernya guys, jumlah aduan terhadap polisi itu menurun tahun ini, tapi tetap aja polisi menjadi aktor paling atas yang diadukan oleh masyarakat dibanding lembaga negara lainnya. FYI, Komnas HAM menerima 1.122 aduan pelanggaran HAM oleh aparat kepolisian di tahun 2020.