Kapolri Cabut Surat Telegram tentang Peliputan Media Massa di Lingkungan Polri, China Uji Coba Mata Uang Digital yang Disebut Digital Yuan, Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah untuk Jemaah yang Sudah Divaksin Covid-19, Korea Utara Tidak Akan Mengirim Kontingen Atlet ke Olimpiade Tokyo

108

Hi there!

 

Today, we would like to take the opportunity to thank you for your heartfelt supports. We might put it as “coffee”, but it’s actually more than that. Your coffee means support, love, positive encouragement, and kindness. Thus, we would loove to spend more mornings with you, or, if you’re more like an audio person, you can head out here. New episode today. Thank you again.

Who’s more indecisive than you when deciding what’s for lunch?

Kapolri.

Kenapa emang?
Karena kebijakannya ganti-ganti gengs, dan kali ini kita bahas soal telegram yang diterbitkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang peliputan media massa di lingkungan Polri.
 
Tell me.
Jadi Senin lalu, Pak Kapolri menerbitkan telegram yang mengatur supaya media nggak menyiarkan tindakan kepolisian yang kelihatan arogan dan melakukan kekerasan. Tapi, kegiatan kepolisian yang tegas dan humanis boleh banget disiarin. In their words: “Media dilarang menyiarkan upaya/tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Kemudian diimbau untuk menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas namun humanis.” Adapun telegram ini ditujukan kepada para Kapolda dan Kabid Humas di tanah air.
 
What?
Yep. Selain itu, telegram Kapolri ini juga meminta supaya nggak ada rekaman proses interogasi kepolisian dalam penyidikan terhadap tersangka. Telegramnya juga berisi tentang kode etik jurnalistik, misalnya tidak menayangkan reka ulang pemerkosaan atau kejahatan seksual. Terus, wajah dan identitas korban disamarkan, termasuk keluarga korban kejahatan seksual dan pelakunya.  Adegan bunuh diri juga nggak boleh ditayangin, juga adegan-adegan tawuran atau perkelahian.
 
Terus terus…
Terus, proses penangkapan pelaku kejahatan juga nggak boleh melibatkan media dan nggak boleh disiarkan secara langsung. Finally, tata cara pembuatan dan pengaktifan bahan peledak juga nggak boleh ditayangin secara detail.
 
But, why though?  
Karena menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono, telegram ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Polri di daerah. Jadi menurut beliau, ya telegram ini merupakan petunjuk dan arahan aja neh, kepada para pengemban fungsi humas di kewilayahan supaya lebih profesional dan humanis.
 
Any comments on this? 
Yes, from Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Terkait telegram ini, AJI menyampaikan kecamannya karena dinilai dapat menghalangi kerja media massa. Ketua Umum AJI, Sasmito Madrim juga bilang bahwa ada poin-poin yang sangat berpotensi menghalangi kinerja jurnalis. Menurutnya juga, aparat kan sering jadi pelaku kekerasan terhadap masyarakat, termasuk ke para jurnalis. Jadi, yha mending Pak Kapolri fokus menertibkan anak buahnya aja, supaya nggak melakukan kekerasan, bukan justru membatasi media. Karena itulah, AJI juga meminta agar telegram tersebut dicabut.
 
I wanna hear it from the police, tho…
Yes, terkait munculnya pro dan kontra di masyarakat ini, Mabes Polri langsung mengklarifikasi bahwa penerbitan telegram tersebut hanya untuk media internal di Polri. Jadi, isi telegramnya nggak bakal mengganggu kegiatan peliputan media massa di lingkungan kepolisian. Terkait hal ini, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan juga mengatakan bahwa telegram ditujukan untuk pengemban fungsi kehumasan Polri di kewilayahan, khususnya untuk media yang di bawah Divisi Humas Polri.
 
So, what now?
Well, ternyata telegramnya cuma berumur sehari guys, karena Kapolri akhirnya mencabut surat telegram tersebut kemarin sore. Adapun rujukan pencabutan ini adalah UU tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan juga munculnya multiftafsir di masyarakat.

For when you’re hearing a lot about bitcoin…

Now, everybody meet: digital yuan.
 
What? 
Iya, Jadi minggu lalu, China baru aja mengujicoba mata uang digitalnya yang disebut digital yuan. Adapun mata uang ini disebut sebagai terobosan terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah negeri Tirai Bambu demi mewujudkan masyarakat yang makin cashless. 
 
Are we in the future?
Looks like it, yes. Jadi, digital yuan adalah mata uang digitalnya China. Beda sama cryptocurrency yang nggak diatur pemerintah, maka uang digital ini diatur sama Bank Centralnya China. Selain itu, digital yuan juga nggak bakal menggantikan dompet-dompet digital kayak Alipay atau WeChat Pay. Jadi yhaa beneran duit aja gitu guys, cuma dalam bentuk digital.
 
I need more info.
OK. Jadi dalam salah satu proses uji cobanya, Pemerintah China memilih daerah Shenzhen untuk mengadakan lotere dan membagikan uang digital ini kepada warga, dengan total 10 juta yuan (sekitar 1,5 juta dollar Amerika, setara 22 milyar rupiah). Tercatat ada sekitar dua juta orang yang ikutan daftar loterenya, dan ada 50 ribu orang yang menang.
 
Luckyyy….terus? 
Nah, setelah dinyatakan menang, maka mereka harus men-download aplikasi digital yuan-nya untuk mendapetkan uangnya.  Setelah di-download, mereka bisa belanja di lebih dari 3.000 toko yang ada di wilayah Shenzhen. FYI, supermarket-supermarket lokal, apotik-apotik, even Walmart juga udah terdaftar sebagai toko yang menerima uang digital ini.
 
Is this the first time, tho? 
Nggak juga sih. Jadi dalam beberapa tahun terakhir, China udah pernah  melakukan uji coba yuan digital ini di berbagai daerah lain, tapi uji coba yang di Shenzhen adalah uji coba terbesarnya China. Sampai saat ini, udah ada lebih dari 100.000 orang di China yang men-download aplikasi untuk bisa menggunakan uang digital tersebut. Mereka yang udah punya uangnya bahkan bisa jajan di Starbucks dan McDonalds dengan aplikasi tersebut.

Who’s opening up its gates?

Arab Saudi.

 
Really? 
Iya. Senin kemarin, Pemerintah Arab Saudi akhirnya memberikan izin umrah untuk jemaah yang sudah divaksin covid-19.
 
Whooaaa…go on… 

Ok. Jadi dalam keterangan resminya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan bahwa ada tiga kategori orang yang dianggap ‘imun’ terhadap covid-19, they are: 

  • Orang yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin covid-19,
  • Orang yang mendapatkan satu dosis vaksin setidaknya 14 hari sebelum umrah, dan
  • Orang yang sudah sembuh dari Covid-19.
Wah, jadi udah boleh umrah beneran? 
Udah, bagi yang memenuhi syarat-syarat di atas. Persyaratan ini juga berlaku untuk Jemaah yang mau berkunjung ke wilayah Masjid Nabawi di Madinah. Untuk bisa umroh ini, para jemaah yang masuk tiga kategori tadi harus men-download aplikasi tracking pemerintah Saudi, namanya “Tawakkalna” yang akan mendaftar status vaksinasi dan kesehatan para jemaah.
 
Terus terus…kapan ni kebijakannya mulai berlaku?
Bulan Ramadan, which is next week! Jadi selain bakal menerima jemaah yang udah divaksin, Arab Saudi juga berencana untuk menerima lebih banyak jemaah di tahun ini dibanding tahun lalu. FYI, di musim haji tahun lalu, ibadah haji dibatasi hanya untuk seribu  warga Arab Saudi.  Padahal, biasanya bisa sampai jutaan warga muslim dari seluruh dunia yang naik haji.
 
Jadi tahun ini udah boleh naik haji belum? 
Soal itu sih belum ada kepastian dari Pemerintah Arab Saudi gengs, dan belum tahu juga nih, kebijakan soal vaksin tadi bakal lanjut terus sampe musim haji apa enggak. Meanwhile, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Ramadhan Harisman mengatakan bahwa mereka udah menyusun skenario penyelenggaraan haji dengan sistem kuota di tahun ini.

Who’s just decided not to join the game?

North Korea.
Yep guys, jadi kemarin banget nih, Korea Utara baru aja mengkonfirmasi bahwa pihaknya nggak akan mengirim kontingen atlet ke Olimpiade Tokyo yang akan digelar sejak Juli hingga Agustus 2021 mendatang. Alasannya, demi melindungi para atletnya dari risiko pandemi Covid-19 yang masih ada di dunia saat ini.
 
Adapun Keputusan tersebut diambil oleh Komite Olimpiade Korea Utara setelah mereka mengadakan rapat virtual dengan anggota komite dan para pengurus induk olahraga pada 25 Maret lalu. FYI guys, seiring dengan keputusan ini, maka tahun ini bakal jadi keabsenan Korut yang ketiga kalinya setelah mereka pernah juga memboikot dan nggak mengikuti Olimpiade 1984 di Los Angeles dan Olimpiade 1988 di Seoul.
 
Nah, buat kamu yang juga udah berencana pengen nonton Tokyo Olympics, kayaknya kamu harus puas dengan nonton dari rumah guys, karena meskipun jadi diadakan, pihak panitia udah resmi nggak akan memberikan izin buat penonton dari luar negeri untuk dateng dan nonton langsung di Jepang.

“Ini adalah kondisi terburuk dalam 150 tahun terakhir,”

Gitu guys kata Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani pas menjelaskan soal kondisi ekonomi dunia di tahun 2020, ketika terjadi pandemi. Menurut Bu Ani, hal ini dialami oleh seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia.
 
Now singing: Soon you’ll get better from Taylor Swift…

Catch Me Up! Recommendations

It’s still Wednesday, and if the week feels..so…tiring, same. So here’s some ways to make the rest of the week feels better.

Announcement


Thanks to Sophia, Park Jimin & Dimas for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)


Angel’s Stories

1. Hi, Catchmeup! Lately aku lagi sibuk banget dengan kerjaan, dan jadi jarang banget baca newsletter dari CatchMeUp. So sowrry🥺 But, aku mau apresiasi sebesar-besarnya buat tim CatchMeUp yang ga pernah lelah ngirimin kita berita-berita ter-update nan ringan untuk kita baca tiap hari!! Keep up the good work, karena kalian sangat membantu aku (dan mungkin yang lainnya) untuk terus melek berita🥺 Trimakasih ya!!
-Nbls-
 
2. Gak kerasa, UTBK udah kurang dari 2 minggu lagi. Aku cuma mau bilang terima kasih sama temen onlineku, Z yang udah ngingetin aku setiap ada kuis latihan UTBK di sebuah platform digital beberapa hari ini dan pastinya ngingetin aku juga buat baca berita di CMU! <3
-Aku yang disana :)-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!