Fasilitas Nuklirnya Disabotase, Iran Akan Balas Dendam pada Para Zionis (Yahudi), Buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Menggelar Aksi Protes untuk Menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) Dibayar Secara Penuh, Tingkat Efektifitas Vaksin Covid-19 Buatan China Masih Rendah, Kehilangan Pasangan Jangka Panjang Dapat Mengganggu Kesehatan, Hingga Mengakibatkan Kematian

75

Hi there,

 
It’s the first day of Ramadan, and for those of you who are fasting, we know, you’re probably reading us a little later today. Now, on the holy month, we hope that you will have a meaningful and blessed Ramadan, and not overeating during the break-fasting. One gorengan at a time, babe.

When things are getting intense between Iran and Israel…

Yep, karena Iran menduga fasilitas nuklirnya disabotase sama Israel.

 
Disabotase gimana????
Ya mati gitu guys. Jadi Minggu (11/4) kemarin, fasilitas pengayaan uranium bawah tanahnya Iran, namanya Natanz mati total. Menurut pihak Iran, hal ini bisa terjadi karena ada serangan siber atau disabotase *looking at you, Israel*.
 
By who? 
Belum tahu sebenernya, karena masih diinvestigasi. Tapi Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif udah mengeluarkan keterangan yang menyebut bahwa pihaknya bakal balas dendam pada para Zionis (Yahudi). In his words: “The Zionists want to take revenge because of our progress in the way to lift sanctions. But we will take our revenge from the Zionists.”
 
Kenapa kok mereka bilang pelakunya Israel?
Karena emang menurut para intel Iran, serangannya dilakukan melalui cyber attack oleh pihak Israel. Jadi emang setelah dicek, ada serangan cyber yang ditargetkan khusus ke sumber listrik di sana, hingga menyebabkan blackout. Banyak yang curiga, pelakunya adalah agen intelijen Israel, Mossad. Di Israel sendiri, salah satu medianya Hareetz juga menyebut bahwa bisa aja neh, pelakunya emang Israel.
 
Ya ampuuun…
Nah, peristiwa ini kemudian memanaskan kembali hubungan antara dua negara yang emang nggak pernah adem-adem banget. Sebelumnya, Israel juga kerap berupaya menyabotase program pengembangan nuklir Iran dengan berbagai cara, kayak mematikan aliran listriknya atau membunuh para ilmuwannya.
 
Whaaaat?
Yep, nah untuk serangan kali ini, banyak pengamat yang khawatir bahwa hal ini bakal bikin upaya pemerintahan Amerika Serikat di bawah Biden yang ingin mendorong Iran untuk kembali menuruti aturan dalam “Nuclear Deal”-nya jadi makin susah.
 
Nuclear whaaaat?
Deal. Jadi ini adalah perjanjian antara Iran dan pemerintah negara-negara lain kayak Uni Eropa, Rusia, Inggris, Jerman, Prancis, dan China untuk mengurangi program pengadaan nuklirnya. Sebaliknya, pemerintah negara-negara tadi bakal dikit-dikit mengurangi sanksi dan embargo yang selama ini dijatuhkan terhadap Iran. However, di era Trump, perjanjian ini bisa dibilang nggak dituruti sama sekali, karena: 1. Trump memutuskan bahwa AS keluar dari Iran Nuclear Deal, 2. Trump memerintahkan serangan udara yang membunuh pemimpin militer Iran Qassim Suleymani. So, Iran was like, nope, not gonna follow the rules again!
 
I see…
Nah di bawah Biden, Amerika Serikat pengen kembali masuk ke Iran Nuclear Deal dan menggolkan aturan ini sebagai salah satu kebijakan luar negerinya. Sebenernya, perwakilan AS dan Iran udah sempet ketemuan di Vienna, Austria untuk bahas soal ini beberapa waktu lalu. Tapi ya itu tadi, sabotase yang diduga dilakukan sama Israel dinilai bakal bikin Iran “bete” lagi dan bikin usaha Biden jadi agak-agak…ribet lagi, gitu.
 
Terus kenapa Israel ngelakuin itu doong?
Well, kalo soal serangannya sih, Israel nggak menampik, tapi juga nggak mengakui bahwa mereka pelakunya. Tapi kalo soal Nuclear Deal, Israel emang dari awal udah bilang bahwa mereka nggak setuju sama cara Presiden Joe Biden yang mau memberlakukan kembali the nuclear deal. Hal ini karena Israel nggak percaya kalau Iran bakal mentaati kesepakatan itu walaupun sanksi dicabut.
 
Anything else? 
Well, Iran sih bilang kalau program nuklir mereka tujuannya untuk damai, kayak jadi sumber energi, bukan buat bikin senjata. Tapi Israel nggak percaya.  FYI, Iran emang merupakan salah satu negara yang mempunyai kekuatan nuklir. Hal ini menjadi ancaman buat negara-negara lain karena mereka khawatir karena ‘uranium’ yang dipakai untuk teknologi nuklir, juga bisa digunakan untuk membuat senjata nuklir.  Nah, untuk memastikan nuklir nggak dipakai sebagai senjata, muncul usulan perjanjian-perjanjian terkait pembatasan nuklir, dan jadilah, Iran Nuclear Deal tadi.

For when you realllly look forward to receiving your THR…

Here’s some updates.
 
Tell me. 
Jadi kemarin, buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) baru aja menggelar aksi protes di sekitaran Patung Kuda, Jakarta Pusat untuk menuntut supaya Tunjangan Hari Raya (THR) dibayar secara penuh.
 
Lho? Emangnya nggak dibayar penuh? 
Dibayar sih, tapi ada keringanan buat perusahaan dalam bayar THR-nya. Jadi sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan  mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan THR di tahun 2021 ini untuk pekerja atau buruh di perusahaan. Nah, di dalam surat tersebut pemerintah mewajibkan perusahaan untuk bayar THR secara penuh maksimal H-7 sebelum lebaran. Namun, pemerintah juga memberi kelonggaran untuk perusahaan yang terkena dampak covid-19, yaitu pembayaran maksimal H-1 lebaran.
 
Go on… 
Nah, pemerintah juga memberi kelonggaran ke perusahaan yang nggak bisa bayar THR H-7 Idul Fitri. Adapun soal kelonggaran ini, manajemen perusahaan didorong untuk ngobrol baik-baik sama karyawan untuk menentukan solusi. Terus ketika dialog digelar, perusahaan wajib memberi laporan keuangan ke karyawannya. Selanjutnya, kalau udah ada kesepakatan antara perusahaan dan karyawan, maka mereka harus melaporkan kesepakatan tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan sebelum H-7 hari Raya Idul Fitri.
 
Got it. Now tell me more about the protest again?
Jadi dalam menggelar aksinya kemarin, Massa buruh KSPI melakukan long march ke gedung Mahkamah Konstitusi dengan beberapa tuntutan.  Ketua Departemen Media dan Komunikasi KSPI Kahar Cahyono mengatakan bahwa mereka menuntut agar perusahaan harus bayar THR secara penuh, bukan dicicil. Mereka juga meminta pemerintah untuk lebih mengawasi prakteknya di lapangan karena kenyataannya, masih banyak THR dari tahun 2020 lalu yang belum dibayar. Selain tentang THR, mereka juga meminta adanya pencabutan UU Cipta kerja. Mereka mendesak hakim MK untuk membatalkan UU tersebut, khususnya yang bagian ketenagakerjaan.
 
Any response from Bu Menteri?
Ada. Kata Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Bu Ida Fauziyah, emang di tahun ini, pengusaha nggak boleh mencicil pembayaran THR kepada karyawan. Bu Ida bilang, THR harus diterima pekerja secara penuh sesuai haknya. Lebih jauh, beliau juga menyebut bahwa pemerintah udah ngasih berbagai bantuan dan keringanan pada para pengusaha, jadi yhaaa perusahaan diminta komitmennya untuk bayar THR.
 
Ok. Anything else? 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato memprediksi kalau total uang yang muter di pasar bisa sampai sekitar Rp 215 triliun dari pembayaran THR perusahaan. Dengan cairnya THR ini, Pak Airlangga juga berharap kalau dananya bisa mendorong konsumsi masyarakat, hingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

For when you’re already vaccinated against Covid-19…

You stillllll have to do social distancing.
 
Why? 
Karena otoritas China baru aja mengakui kalau tingkat efektifitas vaksin covid-19 (yang mereka buat) masih rendah.
 
Realllllllly? 
Yep. Hal ini disampaikan sama Direktur Lembaga Pengawas dan Pencegahan Penyakit China (Kayak CDC di Amrik), namanya Gao Fu. Dalam konferensi terkait kesehatan yang dilaksanakan di Chengdu minggu lalu, Fu bilang bahwa, in his words: “We will solve the issue that current vaccines don’t have very high protection rates.” Doi juga bilang bahwa tingkat efektivitas vaksin yang udah ada sekarang harus meningkat.
 
Geeeeez…..
Yep, selain itu, Gao Fu juga menjelaskan bahwa saat ini, pihaknya lagi nimbang-nimbang apakah perlu menggabungkan berbagai jenis vaksin yang ada demi meningkatkan efektivitas vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh negaranya.
 
Terus terus, what else?
Well, seiring dengan pernyataannya, Gao Fu jadi pejabat pemerintah China pertama yang meragukan efektifitas vaksin buatannya sendiri. Padahal, as you know, banyak negara yang bergantung ke China terkait vaksinnya, including us, Zimbabwe, dan Brazil. In fact, ada lebih dari 60 negara yang udah ngasih izin penggunaan vaksin covid-19 China.
 
Emang vaksin yang dimaksud yang mana sih?
Nah itu gatau juga, karena pas ditanya vaksin mana yang dimaksud, doi nggak mau jawab. Selain itu, Gao Fu juga bilang bahwa yang dia maksud adalah vaksin yang ada di dunia sekarang, dan bukan cuma vaksin buatan China.
 
Is that it?
Belum. Dalam kesempatan yang sama, Gao Fu juga memuji vaksin yang berjenis mRNA (Kayak Pfizer-BioNTech, dan Moderna) yang dinilainya paling efektif. A little context here, mRNA ini adalah teknologi rekayasa genetik di mana vaksinnya dibikin semirip mungkin dengan genetik vaksin, jadi ketika disuntikkan ke tubuh, tubuh akan langsung membentuk antibodi. Vaksin jenis ini dinilai OK karena nggak mengandung virus atau bakteri (vaksin lainnya mengandung virus yang dilemahkan terus disuntikkan ke tubuh) dan aman buat orang tua.
 
I see…
Nah FYI guys, saat ini, emang ada beberapa vaksin yang dikembangkan dan udah didistribusikan oleh China. Adapun vaksin ini di antaranya adalah CoronaVac yang dikembangkan oleh perusahaan swasta Sinovac dan Sinopharm. Adapun untuk efikasinya, vaksin Sinovac punya angka yang berbeda-beda, misalnya efikasi Sinovac di Brasil hanya 50,4 persen, tapi di Turki efikasi Sinovac-nya 83,5 persen. Meanwhile, dua vaksin buatan Sinopharm punya efikasi 79,4 persen dan 72,5 persen.  Tingkat efikasi vaksin-vaksin ini emang beda jauh dari vaksin asal Amerika Serikat berbasis mRNA yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech (97 persen) dan Moderna (94 persen).
 
I see, terus gimana dong?       
Well, menurutnya, ada dua solusi untuk mengatasi kondisi ini. Pertama, menambah dosis/interval antara suntikan pertama dan kedua. Dan yang kedua adalah mencampur vaksin yang ada dengan teknologi lain. Sejauh ini, meski efikasinya nggak setinggi vaksin-vaksin AS, namun WHO mengumumkan bahwa sebenernya efikasi vaksin di 50 persen aja tetap bermanfaat. Karena itulah, banyak negara-negara yang mau pake vaksin dari China karena negara-negara maju udah pasti nyerbu vaksin dari Pfizer dan Moderna.
 
Got it. Anything else?
Well, menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreysus, satu dari empat orang di negara maju/kaya udah menerima vaksin.  Sementara itu, hanya satu dari 500 orang yang udah divaksin di negara-negara miskin.

For when you have found your soulmate…

Hold em’ close…
Karena ternyata, hasil riset menunjukkan bahwa kehilangan pasangan jangka panjang bisa mengganggu kesehatan, hingga mengakibatkan kematian guys :(.
 
Yep, pembahasan soal heartbreak ini kembali muncul seiring dengan meninggalnya Pangeran Philip, pasangan Ratu Elizabeth II selama 73 tahun. Berpulangnya sang suami ini tentu bikin publik Inggris khawatir dengan kesehatan sang ratu, karena ternyata, gangguan mental karena kehilangan pasangan jangka panjang itu nggak main-main. Kondisi ini bahkan udah ada nama medisnya, yaitu cardiomyopathy atau “broken heart” syndrome. Adapun sindrom ini menyerang ketika seseorang kehilangan pasangannya yang sudah bersama dalam jangka waktu yang lama, hingga menyebabkan stres akut. Stres akut inilah yang bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kayak insomnia, kecemasan berlebih, maag, depresi, hingga imun sistem yang menurun.
 
Jadi memang ketika mengalami kehilangan, jantung kita bakal berubah bentuk sebagai efek dari stres akut yang kita rasakan. Dalam kondisi normal, jantung bakal kembali ke bentuk semula setelah patah hatinya hilang, namun pada pasangan yang long term, ditambah faktor umur, perubahan bentuk jantung ini bisa menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia) hingga menyebabkan kematian.
 
Adapun resiko orang tua meninggal paling tinggi muncul dalam satu sampai tiga bulan setelah pasangan mereka meninggal. Pada periode ini, resiko kematian ada pada angka 30%-90%, dan angkanya bisa menurun secara berangsur-angsur hingga 15% pada bulan-bulan setelahnya. FYI guys, sindrom ini 90%-nya ditemukan pada perempuan dan ditemukan pada orang-orang dari berbagai ras dan usia di seluruh dunia.
 
Just like love, broken heart is also a universal language…

“Iya lamarannya pakai Bitcoin. Harga 1 Bitcoin sekarang lebih Rp 800 jutaan kan dan dilamar pakai 2 Bitcoin,”

Kata keluarga dari seorang perempuan yang baru aja dilamar pake bitcoin di Bulukumba, Sulawesi Selatan kemarin. Jadi ceweknya itu, namanya A Bau Tenri Abeng, beneran dilamar ama pacarnya dengan dua keping bitcoin gengs. Selain itu, tentunya ada juga mas kawin berupa emas, logam mulia, dan seperangkat alat salat, tapi teteup aja, yang bikin viral adalah bitcoinnya.
 
One step Tesla, two steps lamaran…

Catch Me Up! Recommendations

Today is the first day of Ramadan, and we know gorengan is awesome, but if you want to be responsible and eating healthily… try these recipes.

Announcement


Thanks to Fanni Irsanti (Kita beli takjil hari ini dari traktiranmu loh ^^) dan Anonymous for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)


Angel’s Stories

1. Sebenarnya ini mungkin bukan semacam cerita spt yg biasa layaknya angel’s story, tapi setidaknya bisa memberikan sedikit motivasi untuk teman2 sesama CMU readers. Jadi beberapa minggu lalu gue and suami melakukan promil di sebuah RS yg biayanya lumayan, tapi karena kami sudah bertekad untuk melakukan upaya terbaik, so the process is done. Minggu lalu saat cek hasilnya, ternyata tidak sesuai dengan yg diharapkan. memang sempat sedih n kecewa. Well, we never knew if it would work or not, until we’ve done our best. On the other hand, ga perlu dengerin omongan miring orang yg mungkin malah bikin kita makin down, just try n try againIf we fail, we learn somethingThere is no worst battle that we can’t conquer..sometimes the real battle is in our heart n soul. It’s like a  dark hole, yg kalau dibiarkan kita malah semakin tenggelam dalam kesedihan n keputusasaan. Above all, don’t forget to always give thanks. It makes like life precious, so semangat selalu yah..
-#Miah-
 
2. Gue gak pernah tau bahwa sebenarnya kita dikelilingi oleh orang yang baik. Beberapa hari yang lalu gue sakit dan gue kasih kabar ke orang yang sedang intens ke chat gue. Surprisingly dia menawarkan untuk kirim jahe anget tapi gue tolak karena jarak yang lumayan jauh. Dan karena gue sempat bilang gue suka martabak tipker, dia gojekin gue dan tau-tau udah ada di pos satpam. Dan beberapa hari kemudian waktu dia makan pempek gue bilang pengen deh pempek, yas besoknya tanpa sepengetahuan gue ada gojek datang isinya pempek yang banyak banget, buah naga sebagai buah favorit gue, bihun yang dia masak sendiri, dan balon to cheer me up. Hahaha.. he is so cute, but we’re just friend 😔
-Anonymous-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!