Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)

21

For when things are worrying in NTT…

Karena NTT baru aja dilanda tanah longsor dan banjir bandang.

 
What?
Yep, focus, focus. Stop googling that celebrity wedding. Now let’s talk about… banjir bandang dan tanah longsor di Flores.
 
Tell me.
OK. Jadi Hari Minggu kemarin, baru aja terjadi banjir bandang dan longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), so far tercatat ada 41 orang yang meninggal, 9 orang luka-luka, 27 orang hilang, dan 49 KK yang terdampak banjir. Meanwhile, menurut Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, ada ratusan orang korban bencana longsor yang belum ditemukan.
 
Oh no…
Yep, selain itu,  Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati juga menyampaikan bahwa ada puluhan rumah di Kecamatan Adonara Barat yang terendam banjir, puluhan rumah di Kecamatan Ile tertimbun lumpur, dan beberapa rumah hanyut tersapu banjir bandang. Selain itu, ada delapan jembatan yang putus karena dihantam banjir di Flores Timur.
 
Kok bisa banjir sih?
Yha karena emang terjadi hujan lebat gengs. Jadi sejak Minggu dini hari jam 01.00 WITA, BNPB udah menyatakan bahwa bakal terjadi banjir yang disebabkan oleh hujan lebat di NTT. Terus, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga udah menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem, sampai banjir dan longsor di NTT, ga lama setelah banjir terjadi. Adapun peringatan ini berlaku selama tiga hari ke depan.
 
Tiga hari ke depan?
Yep. Jadi menurut prediksinya BMKG, untuk hari ini bakal terjadi hujan sedang-lebat dengan petir dan angin kencang. Adapun untuk hari Selasa besok, bakal ada hujan sedang-lebat beserta petir dan angin kencang juga di Pulau Timor, Pulau Sabu, dan Pulau Rote. Jadi emang dalam tiga hari sejak Minggu, NTT bakal dalam status siaga potensi banjir, tanah longsor serta angin kencang.
 
🙁
Terkait bencana yang baru dialaminya ini, Pak Wabup Agustinus mendorong pemerintah pusat untuk turun tangan mengatasi banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayahnya. Menurutnya, belum ada bantuan sedikitpun dari pemerintah pusat, dan baru ada komunikasi via telepon aja.  Beliau juga menyatakan bahwa pemerintah daerah nggak punya sumber daya yang cukup untuk menangani bencana banjir yang parah.
 
Anything else? 
Menurut pak bupati, so far ada tiga daerah yang terkena banjir di Flores Timur, yaitu Kecamatan Wotan Ulumado, Ile Boleng, dan Adonara Timur. Beliau menambahkan bahwa ada sekitar delapan jembatan penghubung antar kecamatan yang rusak. Alhasil, proses evakuasi sulit dilakukan. Karena itulah, Pak Bupati berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, seperti dana tanggap darurat.
 
Not just thoughts and prayers… 🙁