Swiss Meloloskan Referendum terkait Aturan Larangan Penggunaan Penutup Muka

125

Who’s just agreed on a dress code?

Not you, and your arisan squad.
 
Tapi Swiss. Iya guys, jadi Hari Minggu kemarin waktu setempat, Swiss baru aja meloloskan referendum terkait aturan yang melarang penggunaan penutup muka aka face covering, termasuk niqab dan burqa di publik. Adapun perbedaan suaranya tuh tipis banget, yaitu 51,25 yang mendukung aturan tersebut, dan 48.8% warga menolaknya. Adapun proposal untuk larangan ini diajukan oleh SVP, yang merupakan partai garis kanan di Swiss dengan slogannya yaitu “stop ekstremisme”. Menanggapi hal ini, kelompok perwakilan Muslim di Swiss, yakni Central Council of Muslims menyatakan bahwa keputusan tersebut telah membuka kembali luka lama, dan memunculkan ketidakadilan hukum serta membuat kelompok Muslim merasa tersisihkan.
 
Terkait hal tersebut, pemerintah Swiss menegaskan bahwa kebijakannya nggak bermaksud untuk mengatur pakaian perempuan. FYI, selain niqab dan burqa, aturan ini juga melarang jenis face covering lain, kayak ski mask. Adapun jenis yang diperbolehkan adalah yang berhubungan untuk kesehatan, kayak masker medis.
 
Speaking of burqa, hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Lucerne menyatakan bahwa hampir nggak ada satupun perempuan di Swiss yang pake burqa, dan hanya sekitar 30 orang cewek pake niqab. Selain itu, saat ini ada sekitar 5% (dari total populasi 8,6 juta) warga Swiss yang beragama Islam, mayoritas berasal dari Turki, Bosnia, dan Kosovo.