Sri Mulyani: Tantangan Perubahan Iklim Sama Bahayanya dengan Pandemi Covid-19

72

What’s challenging other than the covid-19 pandemic

Climate Change.

Says who?
Bu Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Really? 
Iya. Kemarin, Bu Ani menyatakan bahwa tantangan perubahan iklim sama bahayanya dengan pandemi Covid-19. Hal ini disampaikannya pada acara webinar: Pendanaan Publik Perubahan Iklim di nasional dan daerah untuk Pendanaan NDC (Nationally-determined contribution) yang digelar kemarin.
 
Oh ya, why? 
Menurut Bu Ani, karena sama kayak pandemi, climate change juga mengancam seluruh dunia, dan dampaknya juga susah banget ditebak.  Terus, perubahan iklim juga bisa menyebabkan cuaca yang ekstrem yang berujung ke bencana alam, like banjir, longsor, kekeringan, and so on.  Yang namanya bencana alam pasti memakan korban juga, baik korban jiwa maupun korban harta benda.
 
I see, terus gimana? 
Bu Ani mengatakan bahwa pemerintah harus mengantisipasi perubahan iklim, termasuk dampaknya terhadap masyarakat. Disebutkan Bu Ani bahwa saat ini, total anggaran kementerian/lembaga tentang perubahan iklim selama lima tahun terakhir rata-rata sebesar Rp86,7 triliun.
 
Whoaaa dipake apa ajatuuu uangnya?
Mostly dipake ke pembangunan infrastruktur hijau yang mencapai sekitar 88,1 persen. Selain itu, pemerintah daerah juga punya alokasi sendiri untuk mencegah climate change termasuk di antaranya pengelolaan sampah, proyek air bersih, hingga pemanfaatan energi terbarukan.
 
Now what’s next? 
Well, dalam kesempatan yang sama, Bu Ani juga bilang bahwa pemerintah harus memperbaiki formulasi kebijakan transfer ke daerah.  Jadi, rencananya pemerintah bakal memulai program regional climate budget tagging di level daerah yang bakal diuji coba di 11 daerah, which includes tujuh provinsi, tiga kabupaten, dan satu kota di tahun ini.  FYI, regional climate budget tagging adalah alat bagi pemerintah untuk melakukan proses identifikasi, mengukur, dan memantau anggaran belanja negara, terkait iklim. Intinya untuk membantu pemerintah menyusun anggaran perubahan iklim.
 
Tjakep. Anuything else I should know?
Menurut Bu Ani, kalau pemda dan pusat bisa berkomitmen, transparan, dan akuntabel dalam upaya mereka menanggulangi climate change, maka Indonesia akan memiliki peranan di tingkat global, khususnya terkait penanganan perubahan iklim. Selain itu, pada acara tersebut, Bu Ani juga mengingatkan supaya kita nggak lupa sama agenda penting untuk menjaga komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim, which is mengurangi emisi karbon sebanyak 29% di tahun 2030. Komitmen tersebut adalah bentuk komitmen dan kontribusi Indonesia terhadap Kesepakatan Paris.