Semakin Singkat Waktu Tidur, Maka Resiko Terkena Covid-19 Semakin Besar

142

For when you’ve been having endless insomnia and burnout…

Tiati guys, apa lagi lagi musim pandemi gini…

Kenapa emangnya?
Jadi, dalam penelitian terbaru dari BMJ Nutrition Prevention & Health,  ditemukan bahwa ada hubungan antara covid-19 dan pola tidur.
 
Kayak gimana penelitiannya tu…
In a nutshell, makin singkat waktu tidurmu, maka resiko kamu kena Covid-19 makin besar. Jadi dalam penelitiannya ditemukan bahwa setiap jam yang kita habiskan untuk tidur ternyata bisa menurunkan sekitar 12 persen risiko kita terinfeksi covid-19. Selain itu, ditemukan juga bahwa masalah tidur juga masih dialami sama mereka yang udah sembuh dari Covid-19.
 
No…
Yep, lebih jauh, penelitian ini juga menyatakan bahwa orang-orang yang dari dulu emang udah punya masalah tidur justru memiliki risiko tertular covid-19 yang lebih tinggi. Nggak covid-19 aja, tapi permasalahan tidur juga bisa mengakibatkan penyakit lainnya sih guys…
 
OK. Tell me more about the research!
Jadi penelitiannya ini dilakukan di Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat terhadap 2.884 tenaga kesehatan. Nah dari jumlah tersebut, ada 568 orang yang positif Covid-19. Lalu diketahui bahwa berdasarkan rata-rata, para responden tidur sekitar enam sampai tujuh jam per malam. Selanjutnya, dilaporkan juga bahwa satu dari empat orang yang pernah positif corona dilaporkan mengalami gangguan tidur, dibandingkan dengan satu dari lima orang yang nggak positif corona. Selain itu, ditemukan bahwa pekerja yang mengalami ‘burnout’ juga mengalami infeksi covid yang lebih parah dan berlangsung lama.
 
Kok bisa gitu sih? 
Para peneliti menyatakan bahwa kekurangan tidur dan gangguan tidur dapat mempengaruhi imun sistem kita, yang pada akhirnya bakal meningkatkan tingkat keparahan penyakit yang kita punya. Terus, burnout juga bisa meningkatkan risiko terkena flu dan pilek, dan juga diabetes, penyakit jantung dll dalam jangka waktu yang lama.
 
I see, anything else? 
Menurut Dr. Minha Rajput-Ray, director medis di NNEdPro Global Centre for Nutrition & Health, studi ini meng-highlight kebutuhan kita terhadap kualitas tidur kita dan waktu kita untuk ‘re-charge’ yourselves supaya nggak burnout. Penemuan ini juga makin menegaskan pentingnya tidur berkualitas dalam waktu yang cukup demi ketahanan tubuh kita.