Pertama Kalinya, Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus Berkunjung ke Irak

77

Who’s just made a historical visit during the weekend?

Paus Fransiskus.
 
Where to? 
To Iraq. Jadi guys Jumat kemarin itu, pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus baru aja berkunjung ke Irak for the first time ever.
 
Whoaaaa…
Yep, jadi kunjungan ini berlangsung selama empat hari, dan selama berkunjung itu, beliau melakukan berbagai pertemuan penting. Beberapa di antaranya adalah dengan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi, Presiden Irak Barham Salih, hingga Ulama Syiah terkenal, Ayatollah Ali Sistani.
 
I see…jadi maksud dan tujuan kunjungannya itu apa?
To call for peace dan mendorong segera berakhirnya diskriminasi serta persekusi terhadap kelompok minoritas Kristen di Irak. Dalam keterangan pertamanya di Bhagdad, Paus Fransiskus meminta agar masyarakat Irak menerima komunitas Kristen di sana yang merupakan komunitas Kristen tertua di dunia. FYI guys, menurut sensus di tahun 2003, awalnya ada 1,5 juta orang Kristen di Irak. Namun saat ini, sekitar 80 persen dari mereka udah meninggalkan negara tersebut karena peperangan dan persekusi yang mereka alami.
 
OMG….
Yep, jadi weekend kemarin itu, Paus Fransiskus yang kini berusia 84 tahun tersebut melakukan kunjungan ke enam kota di Irak, yaitu ibu kota Baghdad sebagai pemberhentian pertama, lalu ke Mosul yang luluh lantak karena serangan ISIS, terus ke Kota Ur tempat kelahiran Nabi Ibrahim (AS), lalu lanjut ke Qaraqosh di mana beliau berhenti di reruntuhan gereja yang dihancurkan ISIS, lanjut lagi ke Erbil yang merupakan wilayah Suku Kurdi, dan finally, ke kota suci Najaf. Beliau juga menggelar misa publik pertama di gereja St. Josep, Baghdad tengah, dan menyampaikan harapannya agar kekerasan di Irak bisa segera berakhir, termasuk peperangan bersenjata dan ekstremisme.
 
Go on… 
Dalam penyampaiannya pada Sabtu lalu, Paus Fransiskus juga menyebut bahwa beragama yang sesungguhnya adalah “Memuji Tuhan, dan menyayangi tetangga.” In his words: “Let us affirm that God is merciful and that the greatest blasphemy is to profane his name by hating our brothers and sisters.” 
 
So peaceful. Anything else I should know? 
Dalam menyambut kedatangan Paus Fransiskus ini, Irak mengerahkan ribuan personel untuk memastikan keamanan, apalagi Irak juga sering kena serangan roket dan bunuh diri, which is very risky for the Pope. FYI guys, awalnya, kunjungan ini mau di-cancel karena meningkat tajamnya angka Covid-19 di Irak, namun Paus Fransiskus tetap mau berangkat, karena beliau concern banget sama komunitas Kristen di sana yang disebutnya “Martyred Church”Nah, balik lagi ke kondisi keamanan di Irak, otoritas setempat juga memberlakukan jam malam full selama kunjungan dari Vatikan, demi meminimalisir resiko kesehatan dan keamanan.