Perhatikan Berat Badan Anda Selama Pandemi Untuk Kurangi Resiko Terinfeksi Covid-19

132

For when you reallyyyy have to watch your weight during the pandemic…

Yep, we’ve heard it all before. Pandemi Covid-19 ini risky banget, terutama buat mereka yang punya penyakit bawaan, orang tua, hingga buat mereka yang kelebihan berat badan (obesitas).
 
Yep, but how risky is it?
Nah, ini nih yang baru aja ditemukan oleh CDC aka Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat kemarin. Jadi dalam penelitiannya itu, CDC meneliti data dari 150.000 orang dewasa yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Data ini diambil dari sekitar 200 rumah sakit di Amerika Serikat sejak Maret sampe Desember tahun lalu, dan hasilnya adalah….
 
Tell me!
Menunjukkan bahwa kelebihan berat badan sangat signifikan dalam meningkatkan risiko seseorang masuk rumah sakit dan meninggal karena Covid-19. Lebih jauh ditemukan juga bahwa makin tinggi BMI (Body Mass Index) seseorang, maka bakal makin tinggi juga risiko covid-nya. Data CDC menunjukkan bahwa pasien dengan BMI 41 (extremely obese) atau lebih 33% lebih berisiko untuk masuk rumah sakit dan 61% lebih berisiko meninggal karena Covid, dibandingkan mereka yang berat badannya sehat.
 
Geez…
Yep dan hal yang sama juga berlaku buat mereka yang underweight atau berat badannya di bawah normal (BMI di bawah 18). Untuk yang underweight ini, mereka lebih mungkin masuk RS dibanding yang berat badannya normal, namun risiko kematian mereka lebih kecil dibanding yang overweight. 
 
Terus terus…
Terus, CDC juga menemukan bahwa sekitar 78% orang yang masuk rumah sakit, butuh ventilator hingga meninggal adalah mereka yang overweight atau obesitas. FYI guys, risiko-risiko ini makin besar kemungkinan kejadiannya pada mereka yang berusia di atas 65 tahun.
 
Got it. Anything else?
Terkait penemuannya ini, CDC mendorong pembuatan kebijakan yang mengutamakan kelompok ini, yakni misalnya, dengan memprioritaskan vaksin buat orang-orang dengan berat badan berlebih dan orang tua.