Ledakan Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

71
For when you’ve been hearing about the bombing in Makassar…
Here’s your update, from A to Z.
Jadi kemarin, sekitar jam 10.28 WITA, terjadi ledakan bom bunuh diri di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus atau Katedral Makassar.
 
🙁 Tell me more. 
Jadi awalnya, warga mendengar ledakan besar dari lokasi yang dikira berasal dari trafo listrik. Namun ternyata setelah dicek, ditemukan potongan tubuh manusia yang tercecer. Ledakan ini kemudian bikin panik para jemaah yang tengah melakukan kegiatan Misa di dalam gereja, dan mengagetkan juga para warga yang lagi berolahraga di lapangan Karebosi, Makassar. Hal ini karena emang katedralnya terletak di dekat Lapangan Karebosi tersebut.
 
Who did this?
Pihak kepolisian mengumumkan bahwa ada dua orang pelaku di mana mereka beralamat di Jalan Kajaoladido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Untuk melancarkan aksinya ini, satu pelaku ada yang bawa motor, satunya lagi meledakkan bom dan tewas di tempat. Adapun terkait para pelaku ini, semalam Menko Polhukam Mahfud MD bilang bahwa keduanya udah meninggal dan adapun aksinya menyebabkan 20 orang luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.
 
Oh no…
Yep, dari hasil olah TKP, diketahui juga bahwa bom yang diledakkan berdaya ledak tinggi. Selain itu, kepolisian juga lagi mendalami jaringan pelaku teror ini, dan meminta warga supaya nggak panik. Selain itu menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), ada kemiripan ideologi antara pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dengan tiga bom bunuh diri di Surabaya pada 2018 lalu.
 
Mencekam…
True :(. Akibat ledakan ini, empat daerah kemudian meningkatkan kewaspadaannya, yakni di DKI Jakarta, Surabaya, Medan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel kepolisian juga disiagakan nggak hanya di gereja-gereja, melainkan juga di markas-markas komando (mako) masing-masing wilayah. Meanwhile, Pak Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat supaya jangan panik karena sedang didalami pelakunya.
 
Does anyone say anything, tho?
Yep, terkait aksi pemboman ini, banyak organisasi masyarakat yang mengecam, termasuk Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).  Ketua KWI, Romo Ignatius Suharyo, mengatakan bahwa peristiwa ini nggak cuma melukai hati umat Katolik, tapi juga seluruh bangsa Indonesia.
 
Anything from Pak Jokowi?
Oh iya itu juga. Jadi kemarin, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa terorisme tidak berkaitan sama agama apa pun, dan bahwa negara menjamin seluruh biaya pengobatan para korban bom tersebut.  Pak Jokowi juga meminta masyarakat supaya tetap tenang menjalankan ibadah karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk ibadah tanpa rasa takut.
 
Terus gimana?
So far sih Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwonojuga menganjurkan supaya ibadah kebaktian di gereja sebaiknya disesuaikan sama protokol kesehatan dan dilakukan secara virtual. Selain itu, Pak Argo juga bilang bahwa kepolisian menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Almasih pada 2 April 2021 dan perayaan Paskah pada 4 April 2021 mendatang.