Korea Utara dan Malaysia Putuskan Hubungan Diplomatik, Nama-nama Orang yang Berpotensi Nyampres di 2024, Turki Resmi Keluar dari Perjanjian Internasional yang Mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan, Aktivis Kesetaraan Gender Mesir, Nawal El-Saadawi Meniggal Dunia

94

Hi there,

 
Wakey wakey! We know, it’s still Tuesday, the weekend is still nowhere in sight, but we are thiiiiiis close to gajian. So, we hope you’re still pumped up to start the day. Now, grab your coffee, get in your comfortable position and let’s Catch Up!

When things are heating up in North Korea and Malaysia…

Random combination, we know. But have you heard?

Heard what?
Heard that they broke up their relationship. Aka putus, aka divorce, aka: Memutuskan hubungan diplomatik.
 
Whaaaaat?
Yep, kejadian ini berlangsung pada hari Minggu lalu guys, dan berakhir dengan diplomat Korut cabs dari Malaysia. Sebaliknya, pemerintah Malaysia juga udah secara resmi menutup kedutaan besarnya di Pyongyang, walaupun sebenernya kedutaannya udah nggak beroperasi sih, sejak 2017 lalu.
 
Tapi emang kenapa sih awalnya?
Jadi gini guys. Get ready to hear the most dramatic Korean drama ever. Awalnya, ada seorang cowok berkebangsaan Korut, namanya Mun Chol-myong yang udah tinggal puluhan tahun di Malaysia. Nah cowok ini disebut FBI (Iya, FBI-nya Amerika Serikat) telah melakukan tindakan pencucian uang di Malaysia. FBI juga bilang bahwa Mun ini memimpin kelompok kriminal yang melanggar aturan dengan memasok barang ilegal ke Korea Utara dan melakukan pencucian uang melalui perusahaan. Setelah melalui berbagai proses hukum, akhirnya pada Jumat lalu, pemerintah Malaysia menyerahkan Mun untuk diekstradisi ke Amerika Serikat.
 
Terus-terus…
Nah terkait penangkapannya ini, Mun sebenernya udah menyampaikan di pengadilan bahwa doi nggak mau diekstradisi ke Amerika Serikat, karena dia yakin, permintaan tersebut diwarnai maksud politik. Mun juga bilang dia nggak melakukan tindakan-tindakan kriminal yang dituduhkan kepadanya. Merespons pernyataan Mun, pihak Malaysia bilang bahwa mereka udah mencoba segala opsi hukum yang ada tapi emang nggak berhasil, jadi yha doi bakal diekstradisi ke AS.
 
Iya tapi kenapa Amerika Serikat?
Karena emang sejak Mei 2019 lalu, hakim federal di AS udah menerbitkan perintah penangkapan atas berbagai tindakan kriminal yang dilakukan oleh Mun. Jadi ketika diumumkan bahwa Mun bakal tetap diekstradisi, pihak Amerika Serikat langsung mengajukan permintaan ekstradisinya. Dengan keputusan ini, maka Mun bakal jadi orang berkebangsaan Korut pertama yang disidang di Amerika Serikat.
 
Oooooh terus gara-gara ini Korut bete?
Yep, they’re like, “Wah salah banget sih lu….” ke Malaysia. Selain itu, perwakilan Korut di Kuala Lumpur Kim Yu Song juga bilang bahwa Malaysia udah melakukan kesalahan yang nggak bisa dimaafkan, dan negeri jiran itu juga disebut merupakan bagian dari konspirasi AS. Lebih jauh, pihak Korut juga menegaskan bahwa tuduhan money laundering yang dialamatkan pada warganya adalah mengada-ada dan memiliki maksud tertentu.
 
Whoaaaa…
Yep. Nah, dua hari setelah Mun diumumkan akan diekstradisi ke AS, pihak Korut yang bete langsung mengumumkan di TV nasionalnya bahwa mereka memutuskan hubungan dengan Malaysia, yang direspons dengan kebijakan yang sama oleh Malaysia. Additionally, pihak Malaysia juga minta Kedubes Korut di KL untuk segera tutup dalam waktu 48 jam.
 
Terus, Malaysianya ada komen ga?
Ada, dalam keterangannya, Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa mereka menyesalkan keputusan Korut yang memutuskan hubungan diplomatik. Menurut Malaysia, keputusan ini bikin Korut nggak bersahabat dan susah diajak kerja sama. Selain itu, Keputusan Korea Utara ini juga disebut mengganggu perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan.

For when it’s still 2021, but you gotta be prepared…

For Pemilu Presiden 2024.
 
It’s in 2024, rite?
Rite, but dari sekarang, udah bermunculan nih guys, nama-nama orang yang berpotensi nyapres di 2024.
 
Hmmm menarique. Siapa aja?
Wait, but before we dive deeper, kamu perlu tahu bahwa nama-namanya ini didapat dari hasil survei yang dilakukan sama Lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang baru aja merilis hasil survei pilihan anak muda terhadap calon presiden 2024 pilihannya, kemarin. Adapun nama-nama ini adalah…jeng jeeengg…..
 
Buruan plz.
OK. Jadi di posisi pertama dan tertinggi ada Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan yang menjadi pilihan terbanyak di antara 17 nama lainnya. Adapun nama-nama lain yang ada di bursa capres itu juga ada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Parekraf Sandiaga Uno, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
 
OK…
Yang menarik, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Pak Burhanudin Muhtadi bilang, bahwa dari survei ini diketahui bahwa Pak Anies paling banyak mendapat pilihan dari pendukung Prabowo-Sandi di tahun 2019 lalu. Meanwhile, para pemilih Pak Jokowi sih, terbagi ke berbagai nama.
 
Terus terus, apa lagi yang menarik?
Dijelaskan Pak Burhan juga bahwa kalo dilihat berdasarkan etnis, maka anak muda Jawa paling banyak memilih Ganjar Pranowo sebesar 22,1% disusul dengan Anies di 12,2%, dan di posisi selanjutnya ada Sandiaga Uno di angka 10,3%. Adapun di kalangan anak muda Sunda, nama Gubernur Ridwan Kamil paling tinggi dipilih yaitu sebesar 28,6%, disusul Anies sebesar 15,5%, dan Prabowo-Sandi masing-masing di 10,3%.

Got it, Anything else I should know?
FYI guys, jadi survei nasional suara anak muda ini dilakukan pada 4 – 10 Maret 2021. Adapun respodennya adalah anak muda berusia 17 hingga 21 tahun dan jumlahnya sebanyak 1.200 responden. Adapun metode surveinya dilakukan dengan menggunakan kontak telepon, dengan asumsi metode simpel random sampling, ukuran sampel 1.200 repsoden memiliki margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
 
Jadi guys, scroll lagi ke atas dikit coba… nah, pilih siapaaa? XD

What’s just become a headline in Turkey?

Domestic violence.
 
Huh? What happened?
Jadi weekend kemarin, Turki di bawah pemerintahan Presiden Racip Tayyip Erdogan udah secara resmi menarik negaranya dari perjanjian internasional yang mencegah kekerasan terhadap perempuan dan di dalam rumah tangga.
 
Whaaaat?
Yeeep, exactly itu juga reaksi dari kaum perempuan di Turki pas tahu bahwa Presiden Erdogan menerbitkan dekrit presiden yang menyatakan keluar dari perjanjian tersebut. But, before we get there…
 
Everybody, meet: Istanbul Convention on Preventing and Combating Violence Against Women and Domestic Violence.
Yep, kayak namanya, konvensi aka perjanjian internasional ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan di dalam rumah tangga. Perjanjian yang diresmikan pada tahun 2012 lalu itu ditandatangani sama 45 negara dan Uni Eropa, dan emang sengaja dibuat untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Istanbul Convention juga merupakan perjanjian internasional pertama yang berfokus pada pencegahan kekerasan pada perempuan, dan dinamai Istanbul Convention karena emang di-ttd di Istanbul, Turki. However, last weekend, Erdogan be like, “Cuy gue mundur yaa dari perjanjiannya. Ga ikutan lagi, bhay.”
 
Uh oh the irony.
We know. Nah terkait kebijakannya ini, Erdogan nggak menjelaskan kenapa kok Turki tiba-tiba mundur. Cuma emang dalam beberapa bulan terakhir, kelompok konservatif di Turki ramai menyerukan bahwa prinsip-prinsip kesetaraan gender dan non-diskriminasi yang terkandung dalam perjanjian ini bisa menghilangkan nilai-nilai tradisional keluarga, meningkatkan angka perceraian, dan mempromosikan homoseksualitas.
 
Well, any words from the government then?
Terkait kebijakan pemerintahannya, Menteri Keluarga dan Kebijakan Sosial Turki Zehra Zumrut Selcuk bilang, bahwa nggak kok, kebijakannya nggak berarti melonggarkan aturan terkait kekerasan rumah tangga atau menghilangkan hak-hak perempuan. Hak perempuan teteup ada, karena itu emang dijamin dalam undang-undang. Gitu katanya.
 
OK. Anything else I should know?
Yhaa tentunya kebijakan kontroversial ini memunculkan aksi protes, khususnya dari kaum perempuan Turki. Menurut data dari organisasi setempat bernama “We will stop Femicide”, disebutkan bahwa angka perempuan yang meninggal karena dibunuh laki-laki masih tinggi. Di tahun 2020, jumlah kasusnya ada 300 kematian, dan di tahun 2019, angkanya ada di 474 kasus. FYI, jumlah ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2011 lalu. Selain itu, kelompok oposisi juga menyebut bahwa pemerintahannya Erdogan udah gagal melindungi kaum perempuan di negaranya.

When people are mourning about…

Meniggalnya Nawal El-Saadawi.
Yep guys, for those who didn’t know, Nawal El-Saadawi adalah seorang penulis, dokter dan aktivis kesetaraan gender asal Mesir. Beliau dikenal sebagai ikon perjuangan gender di masyarakat Timur Tengah yang terkenal sangat patriarki dan kerap membungkam suara kaum perempuannya. Nawal El-Saadawi diketahui meninggal di kediamannya di Kairo, Mesir, Hari Minggu lalu pada usia 89 tahun.
 
FYI guys, selama hidupnya, beliau dikenal sangat vokal menyuarakan hak-hak perempuan dan men-challenge nilai-nilai sosial di masyarakat yang sangat patriarki. Salah satu isu perempuan yang diperjuangkannya adalah menolak prosedur sunat perempuan yang dialaminya sendiri di waktu kecil. Sebagai dokter, El-Saadawi juga kerap menulis terkait isu seksualitas perempuan yang bikin dirinya dipecat dari jabatannya di Kementerian Kesehatan karena dianggap menulis hal yang tabu. Beliau pernah dipenjara di era Presiden Anwar Sadat, dan berada pada penjagaan ketat oleh polisi di era pemerintahan Husni Mobarok. Salah satu tulisan El-Saadawi yang terkenal adalah “perempuan di titik nol”, “The hidden face of Eve”, dan “A daughter of ISIS”.
 
Rest in peace…

“Jangan pura-pura bodoh,”

Gitu guys, kata Menteri koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan pas ngomentarin soal kabel bawah laut di Indonesia yang semrawut. Menurut Opung Luhut, kondisi kabel bawah laut yang selama ini semrawut emang bikin pemerintah nggak bisa memanfaatkan ruang laut secara optimal untuk berbagai kegiatan, makanya, kabelnya akan dibenahi. Opung Luhut bilang, dengan dibenahi, maka kondisi bawah laut akan makin efisien, dan kita jangan pura-pura bodoh dengan kondisi ini.
 
When you keep asking yourself, “Where did my money go??” five days after gajian…

Catch Me Up! Recommendations

Repeat after us: You need to workout. But if you are busy, here’s five workouts you can do in less than 10 minutes. Try it!

A thank you note…


Thanks to Annas Pahlevi for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereDengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Beberapa hari yang lalu keluargaku beli barang dagangan yang dijajakan oleh penjual asongan ketika kendaraan kami berhenti di lampu merah. Nah, yang bikin aku takjub adalah begitu transaksinya selesai, si abang asongan dengan senyum sumringah mengucap, “Terima kasih banyak, semoga berkah dan sehat selalu.” Karena ucapan si abang aku jadi mikir, ternyata masih ada banyak cara untuk terus bersyukur dan berbagi kebahagiaan di tengah pandemi ini 🙂
-Sea Turtled-
 
2. Halo guys, gue punya cerita yang mungkin semua orang pernah ngalamin juga. YAP! MOGOK. Waktu itu motor gue mogok pas banget di seberang tukang es buah gitu. Dan, motor gue ini mogok karena keabisan bensin. Gue sempet panik karena mikir harus nenteng-nenteng motor sampe rumah. Ternyata, abang tukang es buah itu engeh kalo motor gue mogok. Eh, tanpa gue minta tolong dia langsung kasih duit buat gue beli bensin. Ya, walaupun gue juga harus ke pertamini si, tapi menurut gue itu salah satu rezeki dari Allah karena ada aja orang yang nolongin lu waktu kesusahan meskipun sama orang yang mungkin ga pernah lu temuin. Be kind 🙂
-Calon psikolog-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!