Kapal Kargo MV Ever Given yang Tersangkut di Terusan Suez, Mesir, Kini Berlayar Kembali

38

For when you’ve been seeing memes about the Suez Canal…

Here’s your updates. 
 
Iya, ada apa sih itu? 
Jadi kemarin, akhirnya Kapal kargo MV Ever Given yang tadinya “nyangkut” di Terusan Suez, Mesir, kini udah bisa berlayar lagi.
 
I need some background, please. 
Sure. Jadi kalo kamu akhir-akhir ini seriiing banget liat meme gambar kapal kargo di atas, then you’re in the right email, because we’re gonna tell you all about it. Jadi sejak minggu lalu, kapal kargo bernama Ever Given terjebak di Terusan Suez, Mesir gara-gara badai angin yang membuat kapal tersebut salah jalur. FYI, ukuran panjang kapal tersebut adalah 400 meter, lebarnya 59 meter, dan mampu mengangkut beban hingga 220.000 ton. Gede banget kan tu…
 
Rite…
Jadi awalnya, kapal kargo raksasa berbendera Panama ini berangkat dari China dengan tujuan akhir di Pelabuhan Rotterdam, Belanda. Namun karena kapalnya stuck, Terusan Panama jadi macet dan kapal-kapal lain nggak bisa lewat. So far, ada 300-an kapal yang ngantri nunggu bisa lewat.
 
Kalah deh macet Jakarta…
Kalah banget guys. Terus juga kalo mau muter, lokasinya jauh banget karena emang Terusan Suez adalah ‘jalan pintas’ antara benua Asia dan Eropa. A little geography lesson here, jadi Terusan Suez berfungsi untuk menghubungkan laut Mediterania dan Laut Merah. Panjang Terusan ini adalah 190km, dalamnya 24 meter, dan lebarnya 205 meter. Nah, kalau Terusan Suez ini ditutup, kapal-kapal kargo harus mengelilingi benua Afrika dulu, baru ke Eropa, which is jauh banget dan lama. FYI, Terusan Suez ini bertanggung jawab untuk memfasilitasi sekitar 12 persen dari semua perdagangan global. Itulah kenapa, terusan ini penting banget.
 
I see…
Nah selain bikin kapal-kapal lain “ngantri”, kemacetan ini juga menyebabkan kerugian finansial yang nggak kecil. Menurut Direktur pengelola kanal Osama Rabie, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp187,4 miliar – Rp201,8 miliar per hari karena mereka nggak dapet uang dari kapal-kapal yang nggak bisa lewat di terusan tersebut. FYI, Terusan Suez ini udah ‘dinasionalisasi’, jadi setiap kapal yang lewat harus nyetor ke Pemerintah Mesir.
 
Whooaa…terus gimana? 
Well, kayak kamu yang suka nyari jalur tikus pas lagi males kena macet, beberapa kapal kargo juga udah ada yang memutuskan untuk muter dan lewat Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Keputusan ini diambil dari pada harus nunggu macetnya terurai gara-gara kapal Ever Given tadi.  For example, perusahaan logistik pelayaran A.P. Moeller Maersk memutuskan supaya 15 kapal kargonya untuk muter ke arah Afrika Selatan. Menurut mereka, waktunya bakal sama aja kayak kalau nunggu macet di Terusan Suez, jadi mendingan puter balik aja, meski lewat jalur yang panjang.
 
I see, tapi sekarang udah dibuka lagi kan? 
Udah, akhirnya. Jadi setelah seminggu nutup jalan dan bikin Terusan Suez macet, akhirnya kemarin, kapal Ever Given udah bisa kembali berlayar. Hal ini tentunya bisa tercapai seiring dengan kerja sama internasional yang berupaya untuk bikin kapalnya bisa bergerak, mulai dari mengeruk area di sekeliling kapal, mendorong kapal, hingga melepaskan sebagian beban kapal. Nah, meskipun udah nggak stuck lagi, namun disebutkan bahwa bakal butuh waktu sekitar 10 hari supaya kapal-kapal yang mengantri bisa lewat. Jadi yha…bakal masih agak macet sih.
 
Terus, sekarang kapalnya ke mana?
Lagi berada di danau yang ga jauh dari situ guys. Adapun hal ini dilakukan untuk proses pemeriksaan oleh otoritas setempat. Dari pemeriksaan ini maka akan diketahui nih, kapalnya boleh lanjut lagi jalan, apa enggak.
 
Finally, anything else? 
Pihak otoritas terusan Suez juga bilang bahwa mereka lagi mempertimbangkan untuk ngasih diskon ke kapal-kapal yang akan melintasi wilayah tersebut pasca insiden ini terjadi. Adapun diskonnya akan diberikan karena mereka udah kena macet dan jadi harus ngantri lama banget. FYI, akibat insiden ini juga, harga minyak jadi naik di beberapa negara karena penyaluran logistiknya tertunda. Akibatnya, suplai minyak jadi berkurang, dan semakin langka barangnya, maka semakin mahal harganya.