Corona Updates 29 Maret 2021, Ledakan Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, 114 Orang Tewas Ketika Mengikuti Demo di Myanmar pada Hari Sabtu Kemarin, Brand Fashion Asal Barat Mengalami Pemboikotan di Negeri Tirai Bambu

84

Good morning,

 
Yesterday, all of us were saddened by the bombing in Makassar. We were wondering: how come in these times of gripping pandemics, and people are struggling to get by day by day, some terrible individuals still have the audacity to try to kill other people? This is unacceptable and we have to do the best we can in our capacity to denounce extremism and intolerance. Remember that in a world when you can be anything, be kind.

Hi, it’s your weekly Covid-19 updates again.

Because the pandemic is still here, aaaand in case you need some bits of information. Here we go. Let’s start from…

 
Nationally.
  • Per kemarin, total kasus positif Covid-19 di Indonesia udah mencapai 1.492.002 kasus, 40.364 meninggal dan 1.327.121 sembuh.
  • Adapun provinsi dengan jumlah kasus terbanyak adalah DKI Jakarta 373.761 kasus (25,3%), Jawa Barat 243.749 kasus (16,5%), Jawa Tengah 166.267 kasus (11,3%), Jawa Timur 137.477 (9,3%) dan Kalimantan Timur 62.161 (4,2%).
  • Menurut Kementerian Kesehatan sih, [er minggu kemarin, udah ada lebih dari 10 juta dosis vaksin yang diberikan ke masyarakat, mulai dari tenaga kesehatan sampe lansia. Adapun rinciannya adalah untuk nakes 3 juta, sasaran publik 4 juta, dan lansia 1,5 juta. Adapun sisanya adalah untuk dosis kedua, dan kalo ditotal-total, jumlahnya adalah 10.100.000 dosis.
  • Kemarin, Taiwan baru aja melaporkan tujuh kasus impor Covid-19, lima di antaranya disebutkan berasal dari Indonesia. Dalam keterangannya, Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) bilang bahwa kelima warga negara Indonesia tersebut merupakan pekerja migran berjenis kelamin laki-laki di sektorperikanan yang berusia sekitar 20-an, dan merupakan pasien tanpa gejala.
  • Hati-hati guys buat kamu yang udah punya anak atau punya adek/keponakan yang masih kecil, karena Ikatan Dokter Indonesia (IDI) baru aja menyampaikan bahwa diare menjadi salah satu penyakit penyerta pada anak-anak yang terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia. Ketua Umum IDI Daeng M. Faqih bilang, saat ini angka kematian anak yang terpapar Covid-19 di Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara atau ASEAN, bahkan melebihi kasus kematian anak di China dan Amerika Serikat.
  • Minggu lalu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito bilang bahwa ada 14 provinsi yang dinyatakan siap membuka sekolah untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar secara offline. Adapun provinsi-provinsi ini adalah  Jawa Barat, DI Yogyakarta, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Barat.
  • Menyambut Bulan Ramadan, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla mengusulkan supaya prosesi ibadah Salat Tarawih di Bulan Ramadan 1442 Hijriah/2021 dibagi menjadi dua gelombang atau sistem sif. Hal ini disampaiannya karena saat ini, Indonesia masih dalam kondisi pandemi corona.

Meanwhile, internationally…

  • Saat ini, jumlah kasus Covid 19 di seluruh dunia udah mencapai 126,480,785, dengan 2,772,033 meninggal dunia, dan 71,663,464 sembuh.

  • Adapun negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak adalah Amerika Serikat (30,255,303 kasus), Brasil (12,490,362 kasus), India (11,971,624 kasus), Prancis (4,606,185 Kasus). Rusia (4,469,327 kasus).

  • Sabtu lalu, sekitar 5,000 orang menonton konser rock yang digelar di Barcelona, Spanyol dengan pake masker dan tetap menjaga jarak. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya percobaan untuk membuka kembali kegiatan konser musik, dan untuk bisa hadir, para fans juga udah dirapid test dan tiket konsernya sold out.

  • Weekend kemarin, Filipina baru aja memberlakukan kembali lockdown ketat di Ibu Kota Manila, yang akan berlangsung hingga 4 April mendatang. Adapun kebijakan ini diambil karena angka penularan Covid-19 di sana yang terus meningkat.

  •  Mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva bilang bahwa dengan angka kematian akibat Covid-19 yang udah mencapai lebih dari 300 ribu di negaranya, Presiden saat ini Jair Bolsonaro harus bertanggungjawab. da Silva bilang bahwa jumlah ini merupakan”genosida terbesar sepanjang sejarah,” dan Bolsonaro harus minta maaf pada para keluarga korban. FYI guys, Bolsonaro ini awal-awal emang ngegampangin banget penyebaran Covid-19 dan bilang wabah itu hanya merupakan “flu kecil aje”.

  • Sejauh ini, setengah dari populasi Israel yaitu sekitar 9.2 juta orang telah menerima dua dosis vaksin dari Pfizer/BioNTech. Meski begitu, jumlah ini beda banget guys, sama Palestina yang so far, masih bergantung sama donasi vaksin dari Israel. Dari 5,5 juta orang Palestina yang tinggal di West Bank dan Jalur Gaza, hanya 120,000 vaksin yang mereka terima sejauh ini.

  • Meski masih banyak negara yang lagi berjuang melawan Covid-19, namun minggu lalu, Jepang udah mulai melakukan torch relay aka keliling bawa obor Olimpiade untuk menandai segera dimulainya rangakaian Tokyo Olympics. Adapun torch relay ini tertutup buat publik dan dimulai dari Fukushima, salah satu wilayah di Jepang yang mengalami tsunami dahsyat di tahun 2011 lalu.

  • Minggu lalu, Paus Fransiskus baru aja menerbitkan peraturan buat para kardinal di lingkungannya untuk potong gaji sebanyak 10 persen. Adapun pemotongan ini merupakan efek dari Covid-19, dan bertujuan untuk mempertahankan para karyawannya yang lain supaya nggak harus putus hubungan kerja.

For when you’ve been hearing about the bombing in Makassar…
Here’s your update, from A to Z.
Jadi kemarin, sekitar jam 10.28 WITA, terjadi ledakan bom bunuh diri di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus atau Katedral Makassar.
 
🙁 Tell me more. 
Jadi awalnya, warga mendengar ledakan besar dari lokasi yang dikira berasal dari trafo listrik. Namun ternyata setelah dicek, ditemukan potongan tubuh manusia yang tercecer. Ledakan ini kemudian bikin panik para jemaah yang tengah melakukan kegiatan Misa di dalam gereja, dan mengagetkan juga para warga yang lagi berolahraga di lapangan Karebosi, Makassar. Hal ini karena emang katedralnya terletak di dekat Lapangan Karebosi tersebut.
 
Who did this?
Pihak kepolisian mengumumkan bahwa ada dua orang pelaku di mana mereka beralamat di Jalan Kajaoladido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Untuk melancarkan aksinya ini, satu pelaku ada yang bawa motor, satunya lagi meledakkan bom dan tewas di tempat. Adapun terkait para pelaku ini, semalam Menko Polhukam Mahfud MD bilang bahwa keduanya udah meninggal dan adapun aksinya menyebabkan 20 orang luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.
 
Oh no…
Yep, dari hasil olah TKP, diketahui juga bahwa bom yang diledakkan berdaya ledak tinggi. Selain itu, kepolisian juga lagi mendalami jaringan pelaku teror ini, dan meminta warga supaya nggak panik. Selain itu menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), ada kemiripan ideologi antara pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dengan tiga bom bunuh diri di Surabaya pada 2018 lalu.
 
Mencekam…
True :(. Akibat ledakan ini, empat daerah kemudian meningkatkan kewaspadaannya, yakni di DKI Jakarta, Surabaya, Medan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel kepolisian juga disiagakan nggak hanya di gereja-gereja, melainkan juga di markas-markas komando (mako) masing-masing wilayah. Meanwhile, Pak Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat supaya jangan panik karena sedang didalami pelakunya.
 
Does anyone say anything, tho?
Yep, terkait aksi pemboman ini, banyak organisasi masyarakat yang mengecam, termasuk Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).  Ketua KWI, Romo Ignatius Suharyo, mengatakan bahwa peristiwa ini nggak cuma melukai hati umat Katolik, tapi juga seluruh bangsa Indonesia.
 
Anything from Pak Jokowi?
Oh iya itu juga. Jadi kemarin, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa terorisme tidak berkaitan sama agama apa pun, dan bahwa negara menjamin seluruh biaya pengobatan para korban bom tersebut.  Pak Jokowi juga meminta masyarakat supaya tetap tenang menjalankan ibadah karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk ibadah tanpa rasa takut.
 
Terus gimana?
So far sih Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwonojuga menganjurkan supaya ibadah kebaktian di gereja sebaiknya disesuaikan sama protokol kesehatan dan dilakukan secara virtual. Selain itu, Pak Argo juga bilang bahwa kepolisian menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Almasih pada 2 April 2021 dan perayaan Paskah pada 4 April 2021 mendatang.

“Things are getting worse in Myanmar…”

Says the United Nations (UN). 

 
Really? 
Yep, parah guys. Jadi Minggu kemarin, dua pejabat PBB mengecam junta militernya Myanmar gara-gara aksi protes yang ‘berdarah-darah’ aka parah banget per Sabtu (27/3) kemarin.
 
What happened? 
Jadi pada hari Sabtu kemarin, ada sekitar 114 orang yang tewas ketika mengikuti demo di 44 kota di Myanmar. Ini adalah angka korban terbanyak dalam satu hari sejak gelombang protes terjadi sejak Februari lalu.
 
Bentar, ini masih aksi yang menolak militer itu?
Yep, smart cookie. A quick review, jadi pada Februari itu, Pemerintah Myanmar yang sah terpilih, dikudeta sama junta militer Myanmar karena menurut para junta militer, pemilihan umum yang diadakan pada November tahun lalu curang. Karena kecurangan inilah, para junta be lyke “Lemme take over the government!” dan menjadikan diri mereka sebagai pemimpin legit di Myanmar. Meanwhile, pemerintahan resmi yang dipilih pake pemilu dan dipimpin oleh Aung San Suu Kyi justru ditahan, dengan berbagai dugaan, salah satunya karena mengimpor walkie talkie.
 
Go on…
Yha karena para pejabat sahnya diturunkan secara paksa begitu, warga Myanmar kemudian turun ke jalan untuk memprotes para junta dan menuntut supaya pemerintah sahnya kembali menjabat. This is where things got deadly…
 
How deadly?
Well, menurut update dari lembaga non-profit Assistance Association for Political Prisoners, setidaknya ada 423 orang yang tewas di Myanmar sejak terjadinya kudeta militer per awal Februari kemarin. Pelapor khusus PBB juga bilang bahwa Myanmar sedang melakukan ‘pembunuhan massal’ dan mengimbau ke negara-negara lain untuk ‘mengisolasi’  junta militer Myanmar aja. Hal ini karena walaupun udah menuai banyak kecaman dari dunia internasional, namun junta militer ini tetap kekeuh menggunakan kekerasan dalam membendung para demonstran.
 
Oh no…
Yep, tekanan juga datang dari PBB yang baru aja mengeluarkan pernyataan bersama yang meminta militer Myanmar untuk “immediately stop killing the very people it has the duty to serve and protect.”   In other words, “Segera berhenti membunuh warga sendiri, karena mereka justru harusnya dilindungi”.
 
Separah itu? 
Yep, parah banget emang. Jadi kemarin ni guys, pihak keamanan Myanmar juga sampai angkat senjata ke orang-orang yang lagi berkumpul untuk ikut pemakaman warga yang terbunuh di hari sebelumnya, tepatnya di Bago (dekat Yangon).  Menurut salah satu warga yang ikut prosesi pemakaman tersebut, ketika tengah dilakukan kegiatan, tiba-tiba pihak keamanan datang dan langsung menembak para hadirin yang hadir. Warga pun langsung bubar untuk menyelamatkan diri. Ternyata guys, aksi kayak gini ga hanya ditemukan di Bago, tapi juga di kota-kota lain hingga menjatuhkan banyak korban, termasuk anak-anak.
 
Geez…so what now? 
So far, Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa udah mengecam kekerasan yang terjadi Sabtu kemarin. Terus, UN Special Rapporteur Tom Andrews juga mengatakan bahwa udah waktunya dunia mengambil tindakan, bisa jadi melalui UN Security Council (Dewan Keamanan PBB) atau pertemuan darurat internasional. Menurutnya, junta militer harus diputus aksesnya terhadap dana, seperti keuntungan dari oil and gas, dan akses terhadap senjata.
 
OK. Anything else?
Andrews juga menambahkan bahwa situasi di Myanmar berisiko bagi kelompok-kelompok rentan di Myanmar, termasuk kelompok minoritas seperti Rohingya. Menurut mereka, komunitas internasional mempunyai tanggung jawab untuk melindungi warga Myanmar dari kejahatan.

For when you love to shop at Nike, Adidas, and H&M…

It would be difficult to find ’em in China.
Iya ni guys, karena emang sejak minggu lalu, ketiganya, beserta brand-brand fashion lain asal barat baru aja mengalami pemboikotan di Negeri Tirai Bambu tersebut. Akibatnya, saham dari perusahaan-perusahaan tadi juga ikut anjlok sejak minggu lalu.
 
Adapun alasan dari pemboikotan ini adalah karena perusahaan-perusahaan tadi speak up dan mengkritisi terkait adanya dugaan pelanggaran HAM di Xinjiang, yang juga wilayah penghasil kapas yang merupakan bahan baku dari berbagai produk pakaian. Nah karena kritikan inilah, publik China nggak setuju dan banyak dari mereka yang memilih untuk memboikot brand-brand tersebut.
 
Akibat pemboikotan ini, saham Nike turun lebih dari tiga persen di Wall Street per Kamis (25/3), saham Adidas juga turun enam persen di Frankfurt, dan sahamnya H&M turun dua persen di Swedia. Selain tiga brand ini, Burberry juga ikutan di-boikot dan sahamnya turun juga sebanyak empat persen.  FYI, sebelumnya harga saham atas merek di atas cukup tinggi karena banyak masyarakat China yang membeli produk-produk mereka. Nah, gara-gara diboikot, saham mereka jadi ikutan turun deh, secaraaa China adalah pasar terbesar di dunia.

“Antara lucu dan tidak lucu itu sering terjadi di negara kita,”

Gitu guys, kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendy Simbolon pas ngomentarin soal karier politik anaknya Pak Jokowi, Gibran Rakabuming yang sekarang udah jadi Wali Kota Solo. Dalam komentarnya itu, Bang Effendy bilang bahwa karier politik Gibran cenderung instan hingga bisa menjadi kepala daerah. Meski begitu, Bang Effendy mengakui bahwa hal ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang mengidolakannya.

 
Now you know what’s more “garing” than dad jokes…

Catch Me Up! Recommendations

If you’re new to meal prepping, you need to check this guide. Welcome to the club.

Announcement


Terima kasih buat Fanni Irsanti, NN, dan semangat semua yang udah nraktir kami kopi kemarin!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)


Angel’s Stories

1. Beberapa waktu lalu sih ini, sempat bingung sama diri sendiri karena mantanku dekat sama temanku yang tergolong cukup dekat. Dulu temanku ini juga yang menjodoh-jodohkan aku sama mantanku, banyak tau cerita aku dan mantanku, dan sangat mendorong agar aku jadi sama mantanku waktu itu. Jadi, waktu tau temanku ini sama mantanku merasa dikhianati. Padahal sebenernya aku dan mantan udah gak ada apa-apa sih. Tapi, ternyata tetap ada perasaan sedih. Mungkin karena walaupun sudah gak sama mantan, kami tetap berkomunikasi terus, jadi rasanya masih setengah-setengah. Lalu, karena tau kondisi yang baru ini, aku jadi banyak belajar ikhlas. Bukan cuma lepas, tapi benar-benar menerima lepas. Jadi belajar mengerti kalau masa lalu dan masa sekarang itu beda ruang waktu. Masih proses sih belajar ikhlas dan memahaminya. Semoga bisa cepat ya teman-teman mohon doanya. Semangat juga kepada siapapun yang sedang belajar mengerti apa-apa yang terjadi! Semoga kuat dan bisa!
-PM-
 
2. Tiga bulan ini aku belum diperpanjang kontrak di sebuah proyek instansi pemerintah. Jujur meski kerja itu capek, tapi lebih capek lagi enggak punya uang. Nah, kemarin aku main ke rumah sepupu di Depok trus ngasih sedikit uang saku ke mereka meski keadaan finansial aku sedang tidak baik-baik saja. Pulangnya aku dapat kabar kalau aku diperpanjang kontraknya! Alhamdulillah banget, rasanya lega karena bisa nabung lagi. Dan lagi, tiba-tiba ada notifikasi uang masuk ke rekening yang nominalnya lumayan banyak. Ternyata itu uang dari proyek dosen yang udah selesai 6 bulan lalu, yang aku pikir enggak ada uangnya haha. Bener-bener rezeki yang tidak disangka-sangka!
-F, Jakpus mepet Jakut-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!