Bisnis Agen Perjalanan Terkena Dampak Parah Pandemi

82

For when you haven’t traveled for so loooong…

Travel Agency businesshas been heavily impacted. 
Iya guys, gara-gara pandemi, bisnis agensi perjalanan jadi makin lesu. Hal ini diketahui berdasarkan survei dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) yang dirilis kemarin. Jadi dalam keterangannya, disebutkan bahwa 42 persen dari anggotanya udah nggak mempekerjakan karyawan lagi. Jadi, Astindo punya 132 anggota biro perjalanan, dan 81 persen dari total anggota masih pada berusaha untuk survive.  Meanwhile, ada sekitar 15 persen, which is about 20 perusahaan yang udah nggak aktif lagi.  Terus, sekitar 66 persen udah nggak ada transaksi penjualan atau income lagi, dan 61 persen lagi bertahan dengan saldo dana, modal kerja, dan tabungan yang ada.  In fact, 25,6 persen udah beralih ke bisnis lain.  FYI, data-data ini hanya berdasarkan dari mereka yang anggota Astindo, dan belum termasuk perusahaan travel agent lainnya.  Untuk itu, Sekretaris Jenderal DPP Astindo, Pauline Suharno, menyebut bahwa pihaknya masih menunggu bantuan dari pemerintah untuk membantu biaya operasional mereka. Para pengusaha travel agent ini juga berharap biar bisa dapat keringanan fiskal dari pajak PPh 21, pajak reklame, pajak STNK Kendaraan, serta pajak PBB.  Keringanan tersebut mereka butuhkan paling tidak sampai perjalanan luar negeri udah dibuka lagi.