Beberapa Pemimpin Dunia Merilis Surat Usulan Penyusunan Perjanjian tentang Pandemi, Pemerintah Menargetkan Sekolah Tatap Muka per Juli 2021, Sri Mulyani: Tantangan Perubahan Iklim Sama Bahayanya dengan Pandemi Covid-19, Phuket Thailand mulai Bulan Juli 2021 Akan Kembali Dibuka Untuk Wisatawan yang Sudah Divaksin Covid-19

128

Hi there,


Welcome to Wednesday. Just a gentle reminder that before you scroll down, don’t forget to take a moment for yourself. Take a deep breath, meditate, count your blessings, and just start the day with a positive note. You got this!

Who’s calling for a teamwork?

World leaders.

 
On what?
On the pandemic. Jadi kemarin banget nih guys, beberapa pemimpin dunia baru aja merilis surat usulan penyusunan perjanjian tentang pandemi.
 
Tell me more.
OK. Jadi first of all, kalo jadi, perjanjiannya ini bakal berlaku buat negara yang setuju dan ttd aja, jadi kalo enggak ttd yha ga berlaku. Adapun isinya, perjanjian ini bakal bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan transparansi antar negara, in case terjadi pandemi lagi di masa depan.
 
Go on…
Di dalam proposal perjanjian tersebut juga disebutkan bahwa para pemimpin global berharap agar mereka dapat membangun skema layanan kesehatan lintas batas yang dapat memberikan perlindungan kesehatan yang lebih baik bagi generasi penerus. Menurut para pemimpin ini, ke depannya nanti bakal ada pandemi-pandemi atau krisis kesehatan lagi, dan nggak ada negara yang bisa menghadapi ancaman tersebut sendirian. Karena itulah perjanjian ini penting bgt.
 
Is that all? 
Nope. Selain itu, melihat dari pengalaman covid-19, proposal tersebut juga menegaskan bahwa perlu ada transparansi dalam menghadapi sebuah pandemi. Dalam keterangannya, Inggris dan Uni Eropa menyadari bahwa kerja sama internasional kurang berjalan dengan baik di saat pandemi sekarang ini, khususnya terkait suplai vaksin, distribusi vaksin, etc.  Jadi, usulan mereka adalah untuk meningkatkan kerja sama internasional demi meningkatkan sistem peringatan, penggunaan data dan penelitian, hingga upaya pembangunan dan distribusi vaksin dan obat-obatan.
 
Sounds good. Usulnya siapa si ni? 
Banyakan, ada lebih dari 20 pemimpin dunia yang ada di Eropa, Afrika, Afrika Selatan, dan Asia yang mendukung proposal ini. In details, ada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan German Chancellor Angela Merkel. Interestingly enough, China, Amerika Serikat dan Russia, nggak ikutan menyatakan dukungannya atas proposal tersebut.
 
Hmm…why? 
Gatau jujur. Karena World Health Organization (WHO), sebagai salah satu penggagas perjanjian tersebut nggak mau menjawab pertanyaan ‘why’ ini. Menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, hal tersebut nggak perlu dipermasalahkan, karena kalo treaty pandemi ini udah mulai ke proses diskusi, maka seluruh negara anggota PBB harus memberi perwakilan anyway. Jadi ya nggak ada ‘masalah’ kalau surat tersebut nggak ditandatangan oleh salah satu anggota mereka.
 
I see, anything else? 
Mereka yang ikutan tandatangan surat ini juga menyatakan bahwa perjanjian tersebut bakal dibahas dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil dan sektor swasta. Selain itu, the Group of Seven (G-7) of industrial nations, yaitu Amerika Serikat, Canada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Inggris, juga rencananya bakal membahas soal treaty pandemi lagi di pertemuan selanjutnya pada Juni ini di Cornwall, UK.

Who’s getting ready for school?

Empat Menteri.
 
Maksudnya? Pada mau sekolah lagi? 
Lol bukan gengs. Jadi kemarin, Pemerintah baru aja mengumumkan bahwa mereka menargetkan supaya sekolah udah bisa tatap muka per Juli 2021 mendatang. Nah, target tersebut disampaikan melalui surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri.
 
Oooo…menteri apa aja? 
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. Nah empat menteri ini setuju supaya sekolah balik lagi ke tatap muka setelah guru-guru selesai divaksin.
 
Tell me more!
Terkait klebijakan ini, Mendikbud Mas Nadiem Makarim bilang bahwa semua sekolah wajib menyediakan dua opsi pembelajaran, yaitu opsi belajar tatap muka dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).  Nah, opsi PJJ masih ada karena pembelajaran bakal dilakukan dengan sistem rotasi.
 
Kenapa ada rotasi gitu?
Karena kapasitas per kelasnya rencananya bakal dibatasin jadi 50 persen dari jumlah siswa sebelumnya.  Terus, opsi ini juga berlaku untuk orang tua yang nggak mengizinkan anaknya untuk belajar langsung di sekolah. Jadi yhaaa kalo emang belum mau mengirim anaknya balik ke sekolah, ortu masih bisa memilih opsi belajar jarak jauh.
 
I see…
Selain itu, Mas Nadiem juga bilang kalau kebijakan sekolah tatap muka ini bukan bakal mulai per Juli 2021 banget, tapi sebenernya, dimulainya tuh pada saat semua guru dan tenaga pendidikan di sekolah udah divaksin. Jadi sekarang juga udah ada sekolah yang bisa buka, selama semua guru dan stafnya sudah divaksin.
 
Got it. Terus, ada syaratnya nggak, biar sekolah bisa mulai buka?
Ada donk, jadi pertama, sekolah harus isi daftar periksa kemampuan penerapan dan fasilitas protokol kesehatan.  Terus, kantin, olahraga, ekstrakurikuler, dan kegiatan selain belajar di sekolah belum dibolehin dulu untuk dua bulan pertama. Adapun totalnya, ada 11 daftar periksa yang harus dipenuhi sekolah, dan kamu bisa cek daftarnya di sini.
 
I wonder if anyone says anything…
Yep, menanggapi kebijakan ini, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengungkapkan bahwa menurut mereka sih, sekolah belum siap dibuka per Juli 2021. Hal ini karena syarat vaksinasi dan daftar periksa masih banyak yang belum selesai. Hingga sekarang aja, dari 534.954 sekolah, baru ada 52,74 persen sekolah yang mengisi daftar periksa.  Bahkan, dari sekolah-sekolah yang udah mengisi tersebut, belum tentu memenuhi semua persyaratan yang ada.
 
Really?
Iya. P2G juga menyampaikan bahwa sekolah-sekolah yang berada di pinggiran nggak bisa menganggarkan syarat-syarat daftar periksa tersebut melalui dana BOS.  Oleh karena itu, sebaiknya ada dana khusus dari APBD di daerah masing-masing. Selain itu, Pak Satriawan Salim, Koordinator Nasional P2G, juga menyampaikan bahwa proses vaksinasi di daerah berjalan lambat, jadi yhaaa nggak yakin aja Juli bisa mulai buka.
 
I see, anything else? 
FYI, kebijakan PTM ini nggak berlaku di daerah yang sedang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).  Sekolah juga harus langsung ditutup apabila ada kasus covid-19 yang ditemukan di sekolah.

What’s challenging other than the covid-19 pandemic

Climate Change.

Says who?
Bu Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Really? 
Iya. Kemarin, Bu Ani menyatakan bahwa tantangan perubahan iklim sama bahayanya dengan pandemi Covid-19. Hal ini disampaikannya pada acara webinar: Pendanaan Publik Perubahan Iklim di nasional dan daerah untuk Pendanaan NDC (Nationally-determined contribution) yang digelar kemarin.
 
Oh ya, why? 
Menurut Bu Ani, karena sama kayak pandemi, climate change juga mengancam seluruh dunia, dan dampaknya juga susah banget ditebak.  Terus, perubahan iklim juga bisa menyebabkan cuaca yang ekstrem yang berujung ke bencana alam, like banjir, longsor, kekeringan, and so on.  Yang namanya bencana alam pasti memakan korban juga, baik korban jiwa maupun korban harta benda.
 
I see, terus gimana? 
Bu Ani mengatakan bahwa pemerintah harus mengantisipasi perubahan iklim, termasuk dampaknya terhadap masyarakat. Disebutkan Bu Ani bahwa saat ini, total anggaran kementerian/lembaga tentang perubahan iklim selama lima tahun terakhir rata-rata sebesar Rp86,7 triliun.
 
Whoaaa dipake apa ajatuuu uangnya?
Mostly dipake ke pembangunan infrastruktur hijau yang mencapai sekitar 88,1 persen. Selain itu, pemerintah daerah juga punya alokasi sendiri untuk mencegah climate change termasuk di antaranya pengelolaan sampah, proyek air bersih, hingga pemanfaatan energi terbarukan.
 
Now what’s next? 
Well, dalam kesempatan yang sama, Bu Ani juga bilang bahwa pemerintah harus memperbaiki formulasi kebijakan transfer ke daerah.  Jadi, rencananya pemerintah bakal memulai program regional climate budget tagging di level daerah yang bakal diuji coba di 11 daerah, which includes tujuh provinsi, tiga kabupaten, dan satu kota di tahun ini.  FYI, regional climate budget tagging adalah alat bagi pemerintah untuk melakukan proses identifikasi, mengukur, dan memantau anggaran belanja negara, terkait iklim. Intinya untuk membantu pemerintah menyusun anggaran perubahan iklim.
 
Tjakep. Anuything else I should know?
Menurut Bu Ani, kalau pemda dan pusat bisa berkomitmen, transparan, dan akuntabel dalam upaya mereka menanggulangi climate change, maka Indonesia akan memiliki peranan di tingkat global, khususnya terkait penanganan perubahan iklim. Selain itu, pada acara tersebut, Bu Ani juga mengingatkan supaya kita nggak lupa sama agenda penting untuk menjaga komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim, which is mengurangi emisi karbon sebanyak 29% di tahun 2030. Komitmen tersebut adalah bentuk komitmen dan kontribusi Indonesia terhadap Kesepakatan Paris.

For when you’re already vaccinated and so ready for a vacation…

In July, you can go to Phuket.
Yep guys, pantai terkenal di Thailand itu mulai Bulan Juli mendatang bakalan kembali buka buat wisatawan lho! Dalam keterangan resminya, disebutkan bahwa untuk para wisatawan yang udah divaksin, maka mereka bisa berlibur di Phuket tanpa harus dikarantina. Selain itu, secara Thailand juga udah memulai program vaksinasinya, maka pemerintah setempat optimis bahwa per Juli nanti, jumlah warga yang udah divaksin di wilayah Phuket udah mencapai 60-70 persen. Artinya, wilayah tersebut bakal cukup aman untuk kembali dibuka demi menghidupkan kembali pariwisata dan ekonominya.
 
Lebih jauh, Phuket juga bakal jadi program percontohan di mana wilayah tersebut bakal buka tiga bulan lebih cepat dibanding daerah lain di Thailand. Tujuannya ya untuk menghidupkan kembali pariwisata yang mati suri sejak tahun lalu. Targetnya sih, per akhir tahun ini, Thailand udah selesai memvaksin 50 persen dari warganya.
 
FYI guys, sebagai negara yang cukup bergantung dengan sektor pariwisatanya, Thailand termasuk yang paling terdampak negatif karena munculnya pandemi Covid-19. Meski begitu, Thailand dinilai sukses dalam membendung penyebaran virus, dengan hanya kurang dari 100 kematian dan 30 ribu kasus yang tercatat sejak Januari 2020 lalu.
 
Bye, we’re packing…

“Kami intelektual yang terdidik dengan predikat rata-rata Strata 2 dan berpengalaman puluhan tahun di bidangnya,”

Gitu guys kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengkritisi pemakaian kata ‘dungu’ dan ‘pandir’ yang dipake sama tim kuasa hukum Muhammad Rizieq Shihab dalam sidang pembelaannya minggu lalu. Menanggapi penggunaan kata-kata tadi, JPU kemudian bilang bahwa yha sayang banget, kalo ada seorang tokoh agama yang ngaku dirinya imam besar, tapi semua ucapannya sangat bertentangan dengan program-program revolusi akhlak yang sering disebutnya.

 
When you’re in a job interview and realllly need to step up your resume game…

Catch Me Up! Recommendations

Afraid of diabetes risks? Try these tips.

Announcement


Terima kasih buat EN yang udah nraktir kami kopi kemarin!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)


Angel’s Stories

1. Hari ini entah kenapa mellow dan kangen banget sama kakek di rumah. Apalagi kalo inget tipe kakekku orangnya nrimo banget, tiap kali disakiti orang lain beliau cuma bilang, “Yang penting bukan kakek yang nyakitin orang, semua sudah ada balasannya.” Yang paling aku inget, sebelum pandemi kakek umroh, beliau dikasih karpet Arab tebal sama tetangga yang sudah lama jadi TKW di sana. Plus juga dititipi karpet Arab untuk tetangga di rumah. Sayangnya, pas sampai rumah setelah kakek membawa karpet seberat itu, karpetnya malah diklaim sama tetanggaku semua. Sad plus kesel banget sih. Waktu keluargaku mau konfirmasi ke TKW yang ngirim karpet, justru kakek ngelarang dan bilang, “Engga apa-apa, yang penting bukan kita yang ambil hak orang lain.” Engga tau lagi hati kakek terbuat dari apa. Di tahun ini kakek udah berusia sekitar 80 tahun-an. Mohon doanya semoga kakekku sehat selalu ya, sobat CMU:)
-Pulau tetangga Surabaya-
 
2. So bulan lalu itu aku baru aja ngerasain gaji pertama. Excited banget rasanya karena gaji pertama ini bisa aku pake buat bantuin orang-orang yang selama ini pengen aku bantu secara finansial, juga ngerasain bangganya ngirim uang ke orang tua. Tapi pertengahan bulan ini aku diberhentiin. Huhu sedih banget, ga bisa bantuin orang-orang lagi, sempat mikir juga uang bulan lalu sisa dikit karena banyak bantuin orang, untuk bulan ini aku hidup gimana ya. Tapi Tuhan emang ga pernah tidur, dua hari lalu aku dapet notif lolos Prakerja, which means aku masih bisa survive dengan uang itu untuk beberapa bulan ke depan. Emang bener ya, sedekah itu ga bikin kita miskin, bakal ada aja rezekinya.. Oh iya, doain ya bulan depan udh kerja lagi hehe.. Tetap berbagi, walaupun yang kamu punya tak seberapa :))
-Rebel heart, Jaktim.-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!