B.117 Varian Terbaru Covid-19 Terdeteksi di Indonesia

48

What’s finally come to Indonesia?

I know. The mutated coronavirus.

Smart cookie. Jadi emang guys, kemarin banget, pemerintah aka Wakil Menteri Kesehatan Pak Dokter Dante Saksono mengumumkan bahwa….varian terbaru Covid-19 yang pertama kali dideteksi di Inggris, namanya B.117 udah dideteksi di Indonesia.

HAH kemarin banget?
Yep, kemarin banget. Jadi kalo pada 2 Maret tahun lalu, untuk pertama kalinya kasus Covid-19 diumumkan di Indonesia, maka pada 2 Maret tahun ini, varian Covid-19 yang udah bermutasi, ditemukan di Indonesia.
 
Gaada yang mending sih.
Yha emang ga ada. Nah soal varian baru ini, Dokter Dante menjelaskan bahwa temuan tersebut adalah berdasarkan pada hasil penelitian terhadap sekitar 426 spesimen. Dari 400-an spesimen, ada 2 kasus yang mengarah pada varian B117, dan kemarin malam, confirm deh, bahwa itu emang kasusnya.
 
OMG terus…
Nah terus, Dokter Dante juga menyebut bahwa penemuan varian B117 ini menjadi tantangan baru dalam penanganan Covid-19. Karenanya, tantangan tersebut harus mendorong Indonesia untuk mengembangkan proses riset yang cepat, model penanganan yang lebih baik serta studi epidemiologi secara analitik terkait proses mutasi Covid-19 terjadi di Indonesia.
 
But like…should I be worried, though?
You should. Karena kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga udah menyampaikan kekhawatirannya, kalo-kalo mutasi virus janis ini bakal kebal terhadap kinerja vaksin. Namun FYI guys, beberapa produsen vaksin yang udah ada kayak Moderna dan Pfizer-BioNTech sih bilang bahwa vaksin mereka teteup ampuh ya.
 
I see…Terus terus, apa bedanya virus yang baru sama versi lama?
Yang pasti sih, virusnya 50%-70% lebih mudah menular dibanding versi sebelumnya. Hal inilah yang sebenernya paling mengkhawatirkan, karena bakal bikin sistem rumah sakit kita yang udah kewalahan bakal makin kewalahan. Selain itu, so far sih belum ditemukan bukti bahwa virusnya lebih fatal.
 
I see… anything else I should know?
FYI, sejauh ini virus jenis B117 udah ditemukan di 94 negara, dan Inggris menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak dengan 92 ribu kasus. Adapun untuk kasus yang masuk ke Indonesia ini, menurut Pak Menkes Budi Gunadi Sadikin, berasal dari mereka yang masuk dari Arab Saudi.