8 Orang Tewas Dalam Penembakan di Atlana, Amerika Serikat dan 6 Diantaranya adalah Wanita Keturunan Asia, Yaman Akan Menghadapi Bencana Kelaparan yang Parah, Jokowi: Jangan Terpaku Kebesaran Masa Lalu, Masyarakat Harus Adaptif di Era Saat Ini, Zoom Escaper, Aplikasi yang Cocok Untuk Kamu yang Sudah Bosan Meeting di Zoom

101

Hello!

 
Good morning. The sky has been so nice and blue lately here @Catch Me Up! HQ. The news, however, has been a little gloomy. It is sad to learn that now in 2021, people still lose their lives just because of their gender, race, religion, etc. We will continue to bring up this issue because we believe that racism, discrimination, misogyny, and human right abuse are things we should always challenge. And it starts from us.

For when you need a recap on Georgia shootings…

SHOOTINGS?
Yep. Jadi gengs, kemarin banget, publik di Amerika Serikat baru aja kembali dikejutkan dengan penembakan yang terjadi di dekat Atlanta, Georgia. Pada tragedi itu, tercatat ada delapan orang yang tewas karena ditembak, dan enam di antaranya adalah perempuan keturunan Asia.
 
Tell me more!
Adapun penembakannya terjadi di tiga tempat spa di dekat ibu kota negara bagian Atlanta. Jadi awalnya, polisi mendapat panggilan telepon dari Young’s Asian Massage, dan menemukan lima orang ditembak. Empat di antaranya udah meninggal di tempat, dan satu orang lainnya berhasil selamat. Terus pas lagi memeriksa kondisi di salon pertama tadi, polisi kembali mendapat telepon dari dua tempat lain, keduanya adalah tempat spa dan beauty salon, dan di sana juga ditemukan udah ada korban meninggal.
 
OMG…
Terkait penembakan ini, otoritas setempat udah mengamankan satu orang tersangka, yaitu seorang kulit putih bernama Robert Aaron Long yang berusia 21 tahun. Belum diketahui apa motif penembakannya, namun hal ini memunculkan kekhawatiran akan makin merebaknya sentimen Asian hate atau kebencian terhadap warga keturunan Asia di Amerika Serikat.
 
Asian hate?
Yep, jadi sejak awal pandemi Covid-19 muncul, berbagai aksi kekerasan dan diskriminasi terhadap warga keturunan Asia di Amerika Serikat meningkat tajam. Menurut data dari AAPI, ditemukan bahwa sepanjang tahun lalu, aksi kekerasan terhadap warga Asian-Americans seperti verbal abuse hingga diserang secara fisik meningkat hingga 3.800 kasus. Angka ini naik jauh dari angka tahun sebelumnya yang ada di 2.800 kasus. Terus, laporan lainnya juga menemukan bahwa di kota-kota besar di Amerika Serikat kayak New York, LA, SF, dan Boston, aksi kriminal yang berhubungan dengan kebencian terhadap keturunan Asia meningkat hingga 150 persen.
 
Kok bisa??
The coronavirusof course, yang banyak dihubungkan dengan asalnya dari China. Selain itu, banyak pihak menilai bahwa hal ini didukung juga oleh pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut coronavirus sebagai China virus yang of course, rasis, dan menyebabkan meningkatnya aksi kebencian terhadap Asian-Americans.
 
Oh no…
Yep. Lebih jauh, hasil survei terbaru juga menemukan bahwa 45 persen dari penduduk Amerika Serikat memandang bahwa China adalah musuh utama AS. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu, di mana nomor satunya masih Rusia. Adapun sentimen ini salah satunya dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi global yang terdampak juga oleh pandemi covid-19, yang berasal dari China.
 
Sad 🙁 
Iya :(. FYI guys, kejadian penembakan ini terjadi setelah Presiden Biden menyampaikan pidatonya melalui televisi untuk mengutuk meluasnya kasus kebencian dan diskriminasi terhadap warga keturunan Asia di Amerika Serikat. Selain itu, pihak keamanan juga mulai memperketat penjagaan di berbagai titik-titik yang banyak warga keturunan Asianya, demi mengantisipasi hal yang sama supaya nggak terjadi lagi.

Who’s giving out warnings?

The United Nations (UN) aka PBB.
 
What warning? 
Jadi, PBB baru aja ngasih ‘warning’ tentang kondisi di Yaman pada Selasa (16/3) kemarin. Menurut PBB, Yaman bakal menghadapi bencana kelaparan yang parah.
 
Why? Background please. 
Ok. Jadi memang saat ini, Yaman tengah menghadapi perang saudara yang telah berlangsung selama enam tahun. Perangnya adalah antara kelompok ‘pemberontak’ Houthi yang didukung oleh Iran, dengan Pemerintah Yaman, yang didukung oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat. In a nutshell, perang ini adalah antara pemerintah Yaman (Arab & AS) melawan ‘pemberontak’ yaitu kelompok Houthi (Iran) yang udah berlangsung sejak bulan Maret 2015.
 
Go on…
Nah terkait perang ini, pada minggu lalu, perwakilan PBB Martin Griffith dan Mark Lowcock menjelaskan terkait kemungkinan makin suramnya kondisi di Yaman, setelah pemerintah mem-blok masuknya kapal ke Yaman. Jadi kapal ini membawa berbagai bahan makanan dan kebutuhan para warga, namun mereka nggak boleh menepi ke daratan. Hal ini karena wilayah pelabuhannya justru dikuasai oleh kelompok Houthi.
 
Terus terus…
Menurut perwakilan PBB tadi, so far ada 13 kapal yang menunggu di luar pelabuhan supaya bisa menepi dan menurunkan muatannya. Namun dengan adanya blokade ini, maka diprediksi kalau Yaman bakal menghadapi krisis kelaparan akut, karena emang nggak ada bahan makanan yang masuk. FYI, blokadenya udah terjadi sejak bulan Januari 2021 kemarin.
 
Terus gimana dong? 
Kepala UN World Food Program, David Beasley yang baru aja balik dari Yaman menyampaikan ke Dewan Keamanan PBB bahwa Yaman lagi menuju ke tingkat kelaparan terbesar dalam sejarah modern. So far, ada 16 juta orang yang mengalami krisis kelaparan. Menurutnya, gencatan senjata dan dibukanya bandara serta pelabuhan adalah hal yang sangat mendesak.
 
I see, anything else? 
Perwakilan AS, Linda Thomas-Greenfield menyatakan bahwa pemerintahan Biden lagi mencoba berdiplomasi supaya ada gencatan senjata antara kedua belah pihak demi menghentikan konflik yang ada. Namun, dia juga menyatakan bahwa perdamaian nggak akan tercipta kalau  kelompok Houthi terus melakukan perlawanan terhadap Saudi Arabia, dan negara-negara lain di kawasan tersebut.

For when it’s so hard to move on from your mantan…

Been there, too. Tapi inget guys, kata Pak Jokowi, jangan terpaku dalam masa lalu.
 
Kok bisa Pak Jokowi bilang gitu?
Iya, jadi kemarin, Pak Jokowi meminta supaya masyarakat Indonesia nggak terpaku dengan kebesaran di masa lalu. Menurutnya, masyarakat harus adaptif dengan era saat ini yang dipenuhi disrupsi dan kompetisi ketat dengan berbagai negara di dunia.
 
Oooooh gitu konteksnya.
Yep, terus Pak Jokowi juga bilang bahwa tantangan zaman ke depan bakal makin berat, karenanya diperlukan adaptasi yang cepat oleh masyarakat dalam menyesuaikan perubahan. FYI guys, Pak Jokowi ni menyampaikan hal-hal tersebut pas membuka Kongres XXXI HMI secara virtual yang digelar di Surabaya, Jawa Timur.
 
And HMI is….
Himpunan Mahasiswa Islam. Itu loh, organisasi mahasiswa yang udah lamaaa banget ada di Indonesia. In fact, HMI adalah organisasi mahasiswa paling tua di Indonesia dan didirikan pada tahun 1947, cuma dua tahun setelah Indonesia merdeka. Saat ini, HMI juga jadi organisasi mahasiswa terbesar di Tanah Air, dengan kadernya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
 
So what’s the congress about? 
Untuk memilih ketua umum HMI yang baru, guys. Jadi tiap dua tahun, HMI bakal memilih salah satu dari kadernya yang bakal memimpin organisasi tersebut. Secara anggotanya banyak, calon ketua umumnya juga banyak nih. Disebutkan bahwa saat ini, udah ada 38 orang yang daftar untuk jadi ketua umum, dan 26 di antaranya udah lolos verifikasi. FYI, kongres ini digelar secara hybrid, jadi ada yang ikutan acara secara fisik di Surabaya, ada juga yang ikutan secara online.
 
Got it. Anything I should know?
Well, dalam pidatonya itu, Pak Jokowi juga menyebut bahwa di kabinetnya, ada banyak banget kader HMIFor example, Prof Mahmud MD sebagai Menkopolhukam, Prof Muhadjir sebagai Menko PMK,  Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, Kepala Bappenas/Menteri PPN Suharso Monoarfa, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil,  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Karenanya, Pak Jokowi juga berharap supaya HMI bisa terus berkarya buat negara.

For when you’re singing, “I am so sick of running as many zoom meetings as I can…”

You sing, you lose!
Anyway, meet: Zoom escaper. Sebuah aplikasi yang cocok buat kamu yang udah bosen banget meeting di Zoom. Jadi sesuai sama namanya, aplikasi ini dibuat supaya kamu bisa escape’  dari meeting Zoom-mu. Caranya, kalo dipasang, aplikasi ini bakal mengeluarkan suara yang bising banget, sampai-sampai orang lain yang ikut meeting bakal males dengerin kamu dan bakal meminta kamu untuk keluar dari meeting-nya. Sam Lavigne, pembuat aplikasi ini, berharap kalau ciptaannya itu bakal bikin orang-orang jadi lebih mudah ‘melarikan diri’ dari Zoom calls-nya dan bisa bekerja lebih sedikit. Terus, Lavigne juga bilang bahwa dia penasaran tentang bagaimana caranya melakukan ‘sabotase’ di konteks digital, dan menurutnya Zoom Escaper adalah salah satunya. Lavigne juga bilang kalau aplikasinya itu sama aja kayak Skiving Snackbox-nya Weasley twins, di Harry Potter. Jadi dalam cerita sihir tersebut, kakak-adik Weasley bikin snack yang bisa menyebabkan berbagai hal boongan kayak muntah-muntah, idung berdarah, pingsan, dll, demi bikin murid yang mengkonsumsinya bisa cabs dari kelas. Nah, Zoom Escaper itu sama kayak gitu, tapi yha in real life.
 
FYI, di aplikasinya itu ada kumpulan suara yang annoying banget yang bisa kamu pilih untuk ‘keluar’ dari Zoom meeting-mu. Adapun suara-suara yang bisa muncul adalah suara koneksi jelek, kayak fake static sounds, suara echo, hingga suara kamu ngomong tapi nggak jelas dan susah dipahami. Pokoknya annoying banget deh.
 
The most genius invention in 2021 goes to…

“Ada yang tidak sehat,”

Gitu kata anggota anggota DPR RI asal Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay pas mengkritik BPJS Kesehatan dalam meeting sama DPR kemarin. Menurut Bang Saleh, BPJS ini dianggap sempat menghalangi kerja Dewan Pengawas yang mau mengaudit dana di lembaganya. Padahal, data anggaran BPJS Kesehatan seharusnya bisa diakses dengan mudah oleh Dewas, bahkan publik.
 
You to yourself when you’ve been binging Korean Drama until late at night for three days straight…

Catch Me Up! Recommendations

We’ve been living through the pandemic for a little more than a year now, and if you wanna feel nostalgic….check these tweets.

A thank you note…


Thanks to Theresia suganda dan Binar Suryandari for buying us coffee yesterday!
 
(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereDengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

 
1. Cerita dari anak rantau nih. Jadi, beberapa hari lalu aku dapat WA dari paman yang isinya bukti transferan:) Ya bahagialah, ga ada angin ga ada hujan kan ya wkwk.. Nah, terus aku SS WA nya pamanku ke ibu yang di rumah, buat kasi tau aja. Ternyata, ibuku cerita kalo di rumah, ayahku baru panen padi dan beberapa bagian udah dibagikan ke keluarga aku, salah satunya si paman tadi. Aku jadi mikir, ternyata bener ya, kalo orang tua berbuat baik itu, anaknya bisa kecipratan nikmat juga. Semoga dengan pengalaman aku tadi, kita bisa belajar bahwa meskipun feedback sedekah ga kita dapet secara langsung, mungkin aja Allah kasi feedback-nya ke orang terdekat kita. Alhamdulillah pokoknya:) terus berbuat baik ya aku, kamu, kita semua…
-926km dari rumah-
 
2. Semalem dapet driver ojol yang di bulan Januari lalu pernah dapet aku juga, cuma bedanya waktu bulan Januari itu motor driver-nya harus mogok dan gak bisa nganterin aku. Akhirnya waktu itu aku minta selesaikan trip langsung aja tanpa pengantaran supaya bisa order driver baru. Eh.. semalem dapetin driver yang sama setelah bulan berlalu, dan kaget banget pas bapaknya masih inget sama aku sambil bilang, “Trip kali ini mbak gak usah bayar yaa.. karena waktu itu mba udah bayar padahal saya gak nganterin, inget gak mbak? waktu bulan Januari lalu ada driver yang mogok pas jemput Mba?” Akhirnya sepanjang pulang dimotor senyum-senyum sendiri, cara kerja algorithma Tuhan emang selucu itu ya.
-Kiki, Jakarta @kiknovr-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!