Waspada Bahan Kimia Pada Mainan Anak

110

For when babies make you “gemez…”

Well, who doesn’t feel that way about babies?
Babies are cute, fluffy, aaaaand they tend to chew everything. Nah untuk yang terakhir ini guys, kamu harus agak hati-hati kalo kamu udah punya baby, atau punya keponakan yang masih bayi, karena hasil penelitian terbaru menemukan bahwa bahan kimia pewarna sintetis yang lumrah ditemukan di berbagai produk berbahan dasar plastik, namanya phthalates ternyata terbukti bisa membahayakan perkembangan otak bayi.
Karenanya, dalam penelitian yang dirilis oleh Project TENDR, stands for Targeting Environmental Neuro-Development Risks para peneliti mendesak otoritas yang berwenang untuk melarang penggunaan bahan kimia ini dalam produk yang dipakai sehari-hari.
Menurut para peneliti yang terdiri dari peneliti sukarela, dokter kesehatan anak, dan aktivis atas isu anak-anak, udah banyak bukti yang menunjukkan dampak negatif dari bahan-bahan kimia ini terhadap tumbuh kembang anak, termasuk mereka jadi susah fokus, gangguan belajar, hingga gangguan dalam berperilaku. FYI, Phthalates ini juga dikenal sebagai ‘everywhere chemicals’ karena bahan kimia yang satu ini sering banget ditemukan di produk-produk konsumen, kayak plastic packagings, deterjen, lantai vinyl, baju, furniture, sabun, etc. Tapi, biasanya Phthalates nggak tertulis di bagian ‘ingredients’ dari barang-barang tersebut, namun ditulis sebagai ‘fragrance’ aja.
Moreover, secara global ada sekitar 8,4 juta metric tones of phlathates yang dipake setiap tahunnya. Padahal, udah banyak studi yang membahas tentang risiko dari bahan kimia ini, di antaranya bisa menyebabkan obesitas pada anak kecil, asma, masalah jantung, kanker, dan masalah reproduksi.  That’s why para ilmuwan project TENDR berupaya supaya seluruh bentuk phthalates di-ban, at least untuk produk-produk wanita hamil, wanita dalam usia reproduksi, dan anak-anak.