Wali Kota Bogor Sebut Banjir Jakarta Disebabkan Bangunan Liar Sepanjang Ciliwung

100

For when you’ve been hearing about banjir Jakarta over the weekend…Here’s your updates. 

Tell me.
OK. Jadi kayak yang kamu tahu, DKI Jakarta baru aja dilanda banjir sejak Sabtu (20/2) dini hari lalu. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, setidaknya ada 200 RT yang kena dampak banjir ini per Sabtu (20/2) pagi.
Gosh, di mana aja tuh? 
Di berbagai titik guys. Jadi per kemarin, sebenernya seluruh wilayah di Jakarta Pusat udah nggak banjir lagi. Terus daerah yang masih banjir adalah di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.  To break it down, ada 6 RT di Jakbar yang masih banjir dengan ketinggian air 40 – 70 cm. Terus di Jaksel ada 11 RT dengan tinggi air 40 – 90 cm, meanwhile di Jaktim ada 32 RT dengan tinggi air 40 – 100 cm. FYI, total jumlah RT di ibukota Jakarta itu ada sebanyak 30.070 RT gengs, jadi ada sekitar 0,6 persen RT yang terdampak bajir sejak Sabtu kemarin.
I see…
Nah selain RT-RT tadi, ada juga beberapa jalan utama yang sempat kena banjir, kayak Jl. Benhil Raya, Jalan Sudirman, Kemang, Jalan Tol Jakarta-Tangerang, tol ring road Kembangan Jalan Lingkar Luar Barat dari arah Cengkareng menuju Ciledug/Karang Tengah (dan sebaliknya), Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jalan Haji Amsir, Jalan Nurul Imam, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Jalan Jatinegara Barat Raya, and so on.    
 
Any victims?
So far, menurut BPBD DKI, ada lima warga (1 lansia dan 4 anak) yang meninggal karena banjir. Untuk yang lansia, beliau adalah seorang kakek yang terkunci di dalam rumahnya yang lagi kebanjiran. Terus tiga anak meninggal karena hanyut terseret arus pas lagi main air, dan satu orang anak karena tenggelam.
 
Terus kan sekarang lagi ada corona…
Nah terkait hal ini, pemerintah setempat juga udah nyiapin tenda khusus untuk isolasi mandiri bagi warga yang punya gejala covid-19. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pemerintah juga melakukan tes swab antigen dan menyediakan obat-obatan dan prasarana bagi pasien-pasien covid-19 yang terkena banjir. Kata Pak Anies kemarin, pas di-swab antigen emang ada beberapa pengungsi yang positif Covid-19, dan mereka langsung dipisahkan di tenda isolasi.
Emang penyebab banjirnya apa sih?
Menurut Plt Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, penyebab banjirnya adalah curah hujan yang tinggi dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jaksel. Nggak cuma itu, ada juga luapan PHB Sulaiman, Kali Sunter, dan Kali Cipinang di Jakarta Timur. Selain itu, Pak Anies juga bilang bahwa banjir DKI adalah kiriman dari Depok, Jawa Barat, melalui Kali Krukut.
 
Is that true?
Well, someone has another say. Meet: Kang Bima Arya, Wali Kota Bogor yang baru aja ngirim surat ke Pak Anies saying I know why U kebanjiran mulu. Menurut Kang Bima, setelah pihaknya melakukan penelitian ekspedisi Ciliwung, ditemukan bahwa saat ini, udah banyak bangunan liar, sampah, limbah, dan pendangkalan di sepanjang sungai Ciliwung menuju Jakarta, makanya JKT jadi banjir. Kang Bima juga bilang bahwa untuk menanggulangi banjir ini perlu dilakukan bersama-sama dan nggak bisa sendirian.
Terus gimana? 
Well, kalo untuk banjir ini, Pemerintah DKI Jakarta menyatakan bahwa mereka udah menyiapkan 5.000 petugas selama 24 jam untuk menangani sampah pasca banjir. Menurut Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, mereka bakal siaga di lokasi rawan tumpukan sampah saat terjadi banjir kiriman. Para petugas ini juga udah nyiapin sarana untuk mengangkut sampah-sampahnya nanti, termasuk: 44 mobil pickup angkut sampah, 50 truk sampah, 5 ekskavator jenis spider, 6 ekskavator long armand so on.  
 
Ok, anything else? 
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau supaya warga Jakarta tetap waspada karena potensi hujan lebat yang bisa menyebabkan banjir dan longsor kemungkinan terjadi pada 23 – 24 Februari mendatang.