Rencana Pengurangan Insentif Tenaga Kesehatan Hingga 50 Persen

45

For when you’re feeling overworked but under-appreciated…

Aren’t we all?

Yep, but now we’re gonna talk about Nakes aka Tenaga Kesehatan Indonesia. 

Why? What happened? 
Karena pada awal minggu kemarin, Kementerian Keuangan baru aja ngirim surat ke Kementerian Kesehatan yang isinya tentang pengurangan insentif bagi para nakes yang menangani covid-19. Adapun pengurangan ini sebesar 50 persen.
Whaaaaaat?
Yep, jadi surat dari Bu Ani ke Pak BGS itu kemarin viral dan dalam suratnya tertulis besaran insentif para nakes, which is:
  • Dokter spesialis: Rp7,5 juta, before: Rp15 juta.
  • Dokter umum dan gigi:  Rp5 juta, before: Rp10 juta
  • Bidan dan perawat: Rp3,75 juta, before: Rp7,5 juta.
  • Tenaga kesehatan lainnya: Rp2,5 juta, before: Rp 5 juta.
  • Santunan kematian: Rp300 juta masih sama kayak tahun lalu.
  • Terus, yang baru: ada insentif buat peserta PPDS (program pendidikan dokter spesialis) sebesar Rp6,25 juta.
SAD.
Yep, sad. Terkait kondisi ini, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menyebut bahwa pemerintah nggak punya rasa prihatin terhadap para nakes di kondisi krisis kayak gini. Mereka khawatir, keputusan sepihak itu bakal bikin kecewa dan menyebabkan demotivasi bagi para nakes di seluruh Indonesia. Selanjutnya, Wakil Ketua Umum IDI Slamet Budiarto juga meminta pemerintah untuk duduk bersama dengan organisasi profesi terkait kebijakan ini.
Anyone else has a say?
Yep, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadilah juga menyebut bahwa pemerintah nggak peka sama kondisi nakes di lapangan.  Menurutnya, walaupun nakes udah divaksin, bukan berarti beban kerjanya berkurang.  It’s the opposite, malah nambah since jumlah covid masih naik terus.
True, terus gimana? 
Well, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani bilang kalau besaran insentifnya masih bisa dinego, kok gengs.  Menurutnya, Kemenkeu dan Kemenkes masih ngitung-ngitung lagi tentang rencana belanja tahun 2021 ini.  So far, anggaran kesehatannya itu sekitar Rp169,7 triliun, tapi karena perkembangan covid-19 yang dinamis (makin parah), jadi perlu anggaran lebih banyak. Beliau juga menyebut bahwa ada kemungkinan anggarannya bakal naik jadi Rp254 triliun. FYI, di tahun 2020, anggaran kesehatannya Rp63,5 triliun.
Got it. anything else?
Yes.  Pada rapat sama DPR RI kemarin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga ditanya sama para anggota DPR terkait kebijakan ini. Pak BGS bilang, bahwa beliau udah ketemu sama Pak Presiden dan Bu Menkeu, dan kesimpulannya adalah, Menkeu udah menerima aspirasi dari para nakes. Karenanya, pemerintah akan mendiskusikan lagi terkait anggaran ini.