Menghormati Korban Kematian Akibat Covid-19 Biden Nyalakan Lilin Di Area Gedung Putih

46

What everyone is mourning about in the US….The death of 500,000 Americans to coronavirus.

Iya guys, jadi Hari Senin lalu, Amerika Serikat baru aja mencapai angka kelam akibat pandemi, yaitu kematian lebih dari 500,000 orang warganya karena terinfeksi Covid-19. Kondisi ini kemudian diperingati di area White House, Washington DC dengan menyalakan lilin sebanyak jumlah korban meninggal.
 
Thoughts and prayers…
Yes. Nah ternyata, jumlah ini emang kelam banget karena angkanya melebihi jumlah orang Amerika Serikat yang meninggal gara-gara Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Vietnam, kalo disatuin semua. FYI, sejauh ini, Amerika Serikat juga merupakan negara dengan angka kematian karena Covid-19 terbanyak di seluruh dunia.
Ouch…
Terkait this grim milestone, Presiden Amerika Serikat Joe Biden bilang bahwa dirinya tahu banget, gimana sedihnya ketika seseorang yang kita cintai meninggal dan kita nggak bisa berada di sampingnya. Also, in his words: “I know that when you stare at that empty chair around the kitchen table it brings it all back no matter how long ago it happened, as if it just happened that moment.”
 
:'(…
Yep, meski begitu, Biden juga bilang, “We will get through this” dan meminta warganya untuk tetap optimis. Biden bilang, kondisi akan segera membaik dan Amerika akan kembali berbahagia. Untuk memperingati momentum ini, Biden juga meminta kantor-kantor pemerintahan, pangkalan militer dan perwakilan AS di luar negeri untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama lima hari.
 
OK. Anything else I should know?
Well memang dalam pandemi Covid-19 ini, Amerika Serikat memiliki statistik yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain. Misalnya dalam jumlah kematian, AS jadi negara dengan jumlah kematian terbanyak dengan jumlah 500K, sedangkan yang kedua ada Brasil, dengan jumlah kematian 247K. Same thing goes to angka positif, di mana saat ini, AS punya 28 Juta kasus positif, jauh di atas India yang ada di posisi kedua dengan jumlah kasus 11 Juta dan Brasil di posisi ketiga dengan jumlah 10,2 Juta kasus.