Kudeta Kelompok Militer Myanmar Menahan Suu Kyi dan Pejabat Pemerintah Lain

240

For when you’re wondering about what happened in Myanmar…

We know, we know, you’ve probably heard about it since yesterday, but here, we have all things you need to know about the Coup D’etat. Now scroll down…
 
OK. Tell me everything.
Got it. Jadi kemarin, baru aja terjadi kudeta oleh kelompok militer di Myanmar atas pemerintahan demokrasi yang tengah menjabat. Dalam kudeta yang dilakukan kemarin banget ini, Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi dan pejabat-pejabat pemerintahan Myanmar lainnya ditahan.
Seriously?
Yep, selain penahanan atas para tokoh demokrasi, sinyal hape dan internet juga dimatikan di beberapa kota besar di Myanmar. Selain itu, penerbangan domestik juga dihentikan dan bandara terbesar di Yangoon ditutup.
 
What happened?
Remember the Myanmar election November last year? If no, here’s a refresher. If yes, then here is when the issue started. Jadi pasca pemilu itu, partai-partai yang diisi oleh perwakilan militer kalah telak dari partai demokrasinya Aung San Suu Kyi, namanya NLD, stands for National League for Democracy. Pada pemilu itu, NLD menang sebanyak 80% suara dan meraih kursi mayoritas di parlamen. Nah, kemenangan ini nih yang jadi penyebab kudeta terjadi.
Hah kok bisa?
Yha gara-gara pihak militer tadi nggak setuju dengan hasil pemilu tersebut. Alasannya karena pemilunya dianggap curang. Menurut kelompok militer, ada at least 8 juta pemilih palsu yang terdaftar dalam pemilu. FYI guys, sebelum melakukan kudeta ini, pihak militer juga udah menggugat hasil pemilunya ke pengadilan dan mereka juga udah bilang bahwa akan “take action”, yha taunya lewat kudeta tadi.
OMG terus terus…
Terus, shortly after taking control of the government, para tentara ini kemudian memberlakukan status darurat di negaranya yang akan berlangsung selama satu tahun. Pengumuman ini dilakukan melalui stasiun televisi yang dimiliki militer, Myawaddy TV. Selain itu, pihak militer juga mengumumkan bahwa kekuasaan akan diserahkan ke Jenderal Min Aung Hlaing, dan mereka akan segera menggelar Pemilu lagi, kali yang bersih. Nah pemenang pemilunya bakal memegang pemerintahan selama satu tahun status darurat tadi.
 
Jadi pemimpinnya Myanmar siapa sekarang?
Namanya Jenderal Min Aung Hlaing. Dia ini adalah seorang jenderal senior yang sebenernya bulan Juli depan udah bisa pensiun. Beliau dikenal sebagai tokoh militer senior yang mengatur pemilihan menteri dan jabatan di kepolisian. Doi juga tajir banget, dengan koneksinya yang luas dan bisnis keluarganya yang menyebar di mana-mana. Sepanjang kariernya, Hlaing juga rajin menyerukan gerakan-gerakan anti-Rohingya.
And Suu-Kyi?
Ditahan. Well, emang sebelum dikudeta, Suu Kyi udah pernah menulis pernyataan soal hal ini dan kemudian men-sharenya melalui akun resmi Facebook Partai NLD pada Senin (1/2). Adapun isi Pernyataannya adalah mendorong supaya warga menentang kudeta yang akan terjadi. In her words: “Aksi yang dilakukan oleh militer merupakan aksi untuk menempatkan kembali negara dalam kediktatoran. Saya mendesak orang-orang untuk tidak menerima ini, untuk merespons dan dengan sepenuh hati memprotes kudeta yang dilakukan pihak militer.” 
I see, anything else? 
Kudeta yang terjadi di Senin pagi ini tentunya mengezoetkan negara-negara lain gengs. Adapun negara-negara yang mengecam tindakan militer Myanmar banyak banget, which includes:  Amerika Serikat, Inggris, China, Jepang, Uni Eropa, Australia, India, ASEAN, Norwegia, Kanada, Turki, Bangladesh, dan negara-negara Skandinavia. Mereka meminta Myanmar untuk memulihkan demokrasi dan menghormati prosesnya, dengan cara menerima hasil pemilu bulan November 2020 kemarin.