Jokowi Pantau Pemberian Vaksin Untuk Pedagang Di Pasar Tanah Abang, Citibank Salah Transfer Uang Ke Lembaga Keuangan Hingga 900 Juta Dollar, Gunung Gede Pangrango Terlihat Dari Kemayoran Jakarta, Kebiasaan RBP Dapat Sebabkan Stress Hingga Sakit Jantung

187

Hello, hello!

Today we will Catch you Up! with the news around vaccine, skies, some of the biggest mistakes in history aaaand why you need to ZZZ early at night. Yep, just like Bang Oma said, begadang jangan begadaaaang…. you sing you lose!

For when you get the “wear white” note for the dresscode…

But…”on Wednesdays we wear pink!”
Not you, Regina George.
 
So who?
Pak Jokowi dan Pak Anies Baswedan. Kemarin, keduanya kompak pake putih-putih.
 
IIIIIIIIInteresting. Emang lagi acara apa?
Vaksinasi buat para pedagang pasar di Tanah Abang, Jakarta. Jadi kemarin itu, ada sekitar 9.000 pedagang Tanah Abang yang terdaftar untuk menerima vaksin covid-19. Nah dalam program pilot ini, Pak Jokowi langsung turun memantau ke Tanah Abang dan di sana udah ada Pak Anies Baswedan yang merupakan Gubernur DKI Jakarta. Nah dalam momentum itu, keduanya kompakan pake putih.
I see…tell me more about the program!
Jadi dalam keterangannya pas mantau itu, Pak Jokowi bilang bahwa program vaksinasi ini adalah program tahap II khusus petugas pelayanan publik. Adapun mereka yang divaksin adalah pedagang pasar, pekerja publik, aparat keamanan, wartawan, atlet, juga pekerja di toko dan mall. FYI, jumlah orang yang divaksin pada tahap ini adalah 16,9 juta petugas.
 
Banyak ugha.
Yoi. Dan kalo menurut Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu sih, di Tanah Abang aja, targetnya bakal ada sekitar 55 ribu pedagang yang bakal divaksin dalam waktu enam hari ke depan. Terus, menurut Ketua Koperasi Pedagang Tanah Abang, Yasril Umar, vaksinasinya dimulai untuk pedagang-pedagang yang jualan di Blok A, lanjut ke Blok B, and so on.
Oh gitu, so far gimana prosesnya? 
Well, jadi kemarin itu, Presiden Jokowi, Pak Gub Anies Baswedan, dan Pak Menkes Budi Gunadi Sadikin bareng-bareng meninjau prosesnya langsung. Dalam kunjungan itu juga, Pak Jokowi bilang pada para pedagang, “Siap yaa divaksin? Biar cepet rame…” Nah dalam pantauannya itu juga, Pak Jokowi bilang bahwa proses vaksinasinya cukup baik, manajemen lapangannya juga ok banget. Tapi ya ada beberapa pedagang yang nggak mau divaksin.
Why? 
Katanya sih, “Yha ga mau aja”.  Terus pas ditanyain nanti kalau nggak mau divaksin dan malah dikenakan sanksi gimana? Pedagang tersebut nanya balik gitu, emang udah ada aturannya?
Dan jawabannya adalaaaah…
Udah ada sih, guys. Jadi baru aja nih, Pak Jokowi menerbitkan Perpres soal program vaksinasi dalam menangani Covid-19 di Indonesia. Isinya, dijelasin bahwa kalo ada masyarakat yang namanya udah terdaftar sebagai penerima vaksin, tapi nggak mau divaksin, maka mereka kemungkinan bakal kena sanksi/denda.
Hmm ok, anything else? 
Menkes juga bilang bahwa kalo mereka punya target untuk melakukan vaksinasi ke pedagang-pedagang di 115 pasar di Jabodetabek.  Hal ini bakal berlangsung secara bertahap setelah proses di Tanah Abang selesai. Terus, lanjut deh ke daerah-daerah lain.
 
Speaking of PKL…meet: Kisah Kasih, an organization that focuses on assisting PKL on navigating life during the pandemics. Pssst…check their report for more info!

For when you sent the wrong email to your client….

Tenang guys, karena Citibank got it worse.

 
Kenapa?
Karena mereka bukan aja salah kirim email, tapi salah transfer! Yep, we’re talking about that Citibank. Jadi awalnya nih, tahun lalu, Citibank salah transfer duit ke beberapa lembaga keuangan yang minjemin $$$ ke perusahaan kecantikan Revlon. Nah Citibank, sebagai agen keuangannya Revlon bermaksud untuk membayar dana-dana pinjeman tadi ke para kreditur, tapi yha jumlah yang ditransfernya SALAH BANGET guys.
 
Sesalah apaaaa?
Jadi dana yang harusnya ditransfer adalah US$8 juta, eeeh yang kekirim sampe US$900 juta (Almost US$1B!) Nah abis kejadian ini, ada beberapa pemberi pinjaman yang udah balikin duitnya, tapi ada juga yang enggak ngebalikin, dan totalnya, masih ada dana US$ 500 Juta yang belum balik ke Citibank dari sekitar 10 pemberi pinjaman. FYI guys, kejadian ini disebut juga sebagai kesalahan terbesar dalam sejarah perbankan.
 
It sure is!
Yep, nah terkait hal ini, Citibank langsung dong melakukan gugatan hukum supaya duitnya dibalikin. Tapi guys, kemarin, para hakim di Pengadilan New York baru aja memutuskan bahwa…nggak, duitnya gausah dibalikin gpp.
HAH KENAPA?
Karena menurut para hakim, ga mungkin banget bank segede dan semewah Citibank bisa melakukan kesalahan sefatal itu, di mana mereka mengirimkan uang hampir mencapai US$ 1 Milyar. Ini sih hampir nggak masuk akal. Gitu katanya.
 
Lagian kok bisa salah gitu sih?
Yha nggak sengaja guys. Menurut dokumen gugatan mereka ke pengadilan, emang beneran telah terjadi “operational mistake” yang nggak disengaja. Citibank sendiri baru nyadar bahwa dana yang dikirimnya salah setelah berselang satu hari, di mana baru deh mereka ngontak-ngontakin para kreditur untuk balikin duitnya. Tapi ditolak.
 
I see…
Nah guys, sebenernya sih ya, dalam peraturannya di Amerika Serikat tuh, kalo emang ada dana yang ditransfer karena nggak sengaja, maka penerimanya wajib ngebalikin langsung. Tapi khusus di New York, ada pengecualian namanya “discharge-for-value-defense”, di mana kalo penerimanya nggak nyadar, maka mereka boleh menyimpan uang itu.
 
Nah, terus para hakim tau dari mana kalo emang para penerima nggak nyadar?
Dari chat-chat-an becanda guys. Jadi sehari setelah Citibank ngabarin ke para pemberi pinjaman bahwa mereka salah transfer, karyawan di salah satu perusahaan kreditur itu chat-chatan soal kesalahan tadi, something like, “Whoaa kasian banget itu pegawai ops yang salah transfer. Bad career move…” Nah, the fact that chat-chatannya dilakukan sehari setelah Citibank ngasih kabar, dinilai hakim bahwa hal ini membuktikan bahwa emang para penerima gatau bahwa mereka baru dapet duit $$$ dengan jumlah yang berbeda, kalo nggak dikabarin ama pihak Citibanknya.
 
OMG…I wanna know what’s Citibank thinking about this mess…
Yang pastinya sih mereka bakal banding dan berjuang supaya duit US$500 jutanya balik. Citibank bilang bahwa yha cui itu duit gue…
Got it. Anything else?
Well, meski udah menerima uangnya, namun karena proses pengadilan masih berlangsung, maka para kreditur tadi nggak bisa menggunakan dananya gengs. Jadi yhaa ditahan dulu untuk sementara.

What is one thing that’s suuuuper unlikely to happen in Jakarta?

Bebas macet?
Nope. Ngeliat gunung, guys.
HAH apa sih maksudnya?
Yhaa jadi kemarin itu, super jarang banget tapi kalo kamu tinggal di Kemayoran Jakarta Pusat, chances are, kamu bisa liat Gunung Gede Pangrango yang terletak di Jawa Barat dengan mata telanjang!
Whoaa serius?
Iya. Jadi kemarin, ada seorang fotografer langit dengan nama akun @wibisono.ari yang meng-upload foto Gunung Gede Pangrango di Instagram-nya. Dalam captionnya, dia bilang bahwa pemandangan gunungnya itu diambil dari Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran Jakarta Pusat. Zuzur cakep guys fotonya.
 
Cooool…
Yep. Nah terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Syaripudin mengatakan bahwa emang dalam beberapa hari terakhir ini, langit Jakarta lagi nggak berkabut karena polusi udara. Hal ini tentunya karena covid-19. Jadi seiring dengan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama corona, masyarakat banyak yang diam di rumah, hasilnya, udara ibu kota jadi lebih bersih dan less-polluted.
 
Nice to know.
Right? Selain itu, Pak Syaripudin menyebut bahwa hal ini menunjukkan that there’s still hope untuk lingkungan hidup yang lebih baik. Menurutnya PSBB bakal dilanjutkan untuk mengurangi penyebaran covid-19. Terus yha kalau mobilitas warga berkurang, pencemaran udara dari kendaraan dan tempat industri bisa berkurang juga.
Hmm ok, anything else? 
Iya.  Pemprov DKI juga mendorong supaya warga mau beralih ke transportasi umum.  Terus, Pemprov DKI juga mewajibkan kendaraan bermotor untuk melakukan uji emisi dari kendaraan mereka. Selain itu, pemerintah DKI juga lagi memperluas MRT, BRT, LRT, revitalisasi trotoar, integrasi berbagai moda transportasi dan pengembangan jalur khusus sepeda di seluruh kota. Hal-hal ini supaya udara di DKI Jakarta bisa lebih bersih dan bebas polusi.

For when you need more reasons to Zzzzz early…

Everybody, meet:“Revenge Bedtime Procrastination”    
Jadi, RBP ini adalah kondisi di mana kamu tidur lebih larut karena melakukan hal-hal untuk diri kamu sendiri (bukan self-care ya guys). Jadi gini, pernah nggak kamu biasa tidur cepet, misalnya jam 9.30 malam, tapi pas udah mau bobo nih, kamu cek hape, scroll scroll, dengerin CEO startup ngobrol di Clubhouse, kepoin mantan, terus taunyaaaaa tiba-tiba udah jam 1 pagi? And then U go to sleep, tapi pas bangunnya kamu jadi agak cranky karena kurang tidur. Akibatnya, kamu jadi harus dibangunin pake kopi. If you raise your hand, it’s ok. Hands down. 
 
Now let’s talk about it. Ternyata guys, dalam penelitian terbaru dari University of Southern California Keck School of Medicine in Los Angeles, RBP ini bukan hal yang baru. Para peneliti juga menyebut bahwa fenomena ini bisa terjadi dengan didorong kondisi di mana kamu udah sibuk nih, seharian kerja, ngurusin rumah, ngurusin anak, hingga pas mau bobo, kamu merasa bahwa itulah “me time” kamu. Dan kamu menggunakannya untuk main hape. Disebutkan juga bahwa hal ini tentunya bikin kamu jadi tidur makin larut dan akibatnya, kondisi fisik dan mental kamu jadi terdampak.
Menurut Dr. Rajkumar Dasgupta yang melakukan penelitian ini, kebiasaan RBP tentunya nggak bagus karena tidur larut bikin berat badan bertambah, rawan stress, bahaya buat jantung, dan menyebabkan produktivitas kita menurun. Kamu bisa sih ‘bayar’ kekurangan tidurmu di siang hari, but it’s almost quiet impossible to do so. Terus kalo kamu ‘bayar’nya on the weekends, yha tetep nggak equal juga sih. That being said…
Repeat after us: Pas tidur, handphone ga bakal aku taro disamping kasur.

“Agak grogi tapi saya bangga sekali,”

Gitu kesan-kesannya dokter kepresidenan Dwi Edi Wahono pas ditanya soal pengalamannya menyuntikkan vaksin Sinovac ke orang nomor dua di Indonesia, Pak Kiai Ma’ruf Amin kemarin. Kata Pak Dokter, doi grogi tapi yha bangga karena mendapat kepercayaan untuk menyuntik wakil presiden RI.

When you just finished sidang skripsi and you get the highest mark…

Catch Me Up! Recommendations

In times of pandemic, you always need to take care of your mental health. This is how

A thank you note…

Thanks to Ladiba, Teuku Muhammad Ramadhan for buying us coffee yesterday!
(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereDengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Akhir-akhir ini, mental health-ku lagi terganggu banget karena aku baru aja sembuh dari Covid-19 dan pengalamanku kena Covid ini bener-bener membuka mataku. Aku yang biasanya sociable jadi harus isolasi mandiri selama dua minggu, belum lagi ketakutan kalo penyakitnya bakal makin parah dll. Setelah dinyatakan sembuh, aku jadi lega banget karena akhirnya aku bisa mengalahkan virus, namun tetep mental health-ku terpengaruh. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi terapi dan therapistnya ngomong, “It’s ok to ask for help, because everybody needs it.” Pas dia bilang gitu aku jadi lebih tenang untuk menunjukkan sisi vulnerable-ku ke orang lain. So if you feel like you need help, don’t be shy to ask for it! Karena pada dasarnya, semua orang butuh bantuan. Stay healthy!
-RP-
2. Kemarin banget aku ngeliat temen sekosan aku lagi ngasih makan kucing liar di depan kosan. Selain itu, dia juga sering bawa makanan kucing kering ditasnya yang selalu dia bagiin buat kucing jalanan, menurut aku walaupun kecil, tapi hal ini sangat berguna buat anabul-anabul di luar sana yang tentunya kelaparan di musim hujan kayak sekarang.
-Cat lover-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!